Skip navigation

Monthly Archives: Februari 2008

Hidup emang sulit, ribet, dan ga’ mudah dimengerti.

kadang bersemangat, kadang jadi down

makin lama makin banyak pilihan yang sulit untuk dipilih

kadang ingin mengejar, kadang ingin lari

takut, malu, kecewa, semangat, bahagia

apa ini?

Info: BWT YANG SPPNYA GA’ DIDEBET

Kemaren kan gw ngecek tabungan, ternyata ga’ didebet. Tadi, gw ke ajmp, konfirmasi. Karena ga’ nunda spp, jadinya harus bayar manual, tapi harus ada bukti dulu dari bank, klo rekeningnya emang ada duitnya sebelum tanggal 6 feb. Setelah itu, gw ke tempat pembayaran spp, disuruh ngambil slip buat penyetoran dulu. Eh, ternyata eh ternyata ga’ ada nama gw, disuruh ke bagian print slip pembayaran.

Setelah dijelaskan panjang lebar di meja print slip pembayaran spp, bapak yang duduk di meja pun berkata:”Dek, harus ada bukti rekeningnya dulu, minta dulu di loket BNI”.Setelah mengambil rekening koran dari loket BNI, balik lagi ke tempat ngeprint slip pembayaran spp. Setelah dicek agak lama lalu penjaganya berkata:”Ini udah didebet, udah lunas kok, 1330000 rupiah kan??!”.Halah, perasaan belum didebet deh, “Pak, SPP saya ga’ semahal itu deh semester ini, cuma 1210000 rupiah”.

Pak penjaga:”Klo gitu coba ambil dulu bukti pembayaran di depan, ini udah lunas kok!” Akhirnya gw ngantri di depan loket pengambilan bukti pembayaran spp, cukup lama dan setelah giliran gw tiba, si ibu yang jaga loket berkata:”G berapa?”Gw:”G1405…”Ibu Penjaga:”Loh kok ga’ ada, kamu ke dalam aja tanyain disana”

Gw: “Saya barusan dari dalem, katanya c udah lunas, tapi perasaan saya tabungan saya belum didebet”

Ibu Penjaga:”Harus ada rekeningnya dulu”

Gw:”oh yang ini kan bu’?”

Ibu Penjaga:”Bilang dari tadi klo ada, ntar ya saya cek dulu…”gw menunggu untuk beberapa lama dan hasilnya

Ibu Penjaga:”Emang belum didebet, ke dalem aja bayar langsung”

Gw: “oh, yaudah, makasih ya bu”gw balik lagi ke loket tempat ngeprint slip pembayaran

Gw:”Pak, katanya belum didebet tabungannya, jadi gimana neh?”

Pak penjaga:”nrpnya berapa?Saya cek lagi?Kamu punya deposit ya 120rb?kurang neh duit tabungannya, sppnya 1330000, tapi tabungannya cuma 1302000″

Gw:”SPP saya sekarang cuma 1210000″gw liat di komputernya,

Gw:”Pak, itu kan semester 5, saya sekarang semester 6, klo semester 5 udah lunas pak”

Pak Penjaga:”Oh, iya, ni belum kedebet ya” lalu ibu yang ada di sebelah bapak berkata:”Ini kan statusnya TUNDA, jadi belum didebet”

Gw:”jadi gimana donk, saya ga’ nunda, tapi klo udah ditunda gpp c,jadinya saya bayar ga’ sekarang sppnya?”

Pak Penjaga:”kamu dapet beasiswa ya, mungkin karena takut bayarnya dobel jadinya pembayaran sppnya ditunda”

Gw:”jadi, ga’ usah dibayar donk, kan udah ditunda”

Pak penjaga:”Ntar ya saya tanya dulu”setelah nunggu lama datanglah seorang ibu dan berkata:”Bayar aja dulu”

Pak penjaga langsung mengeprint slip pembayaran gw, menyuruh gw ttd, dan bayar di loket BNI.

Pak Penjaga:”Duitnya harus diambil dulu, baru bisa bayar”

Gw:”ga’ bisa ya langsung pake atm?”

Pak penjaga:”Ga’ bisa”

Gw pun langsung bergegas ke loket BNI, takut tutup, udah mau jam 12…Setelah nyampe di loket BNI, ternyata emang ga’ bisa pake atm aja, harus bawa buku tabungan, atau bayar langsung. Gw langsung meluncur ke atm BRI yang ada di FEM, dengan tiga kali pengambilan akhirnya duit buat bayar spp pun ada di tangan. Gw langsung buru2 ke loket BNI, dan akhirnya FINISH. Gw udah bayar SPP, setelah perjuangan panjang bolak-balik tanpa ada kejelasan. Hehehe Bwt yang lainnya yang sppnya ga’ didebet juga, sebenarnya kita udah di tunda sppnya sama pihak ipb, tapi tadi disuruh lagi bayar, biar aman aja. GOOD LUCK

Beberapa malam yang lalu(malam Sabtu), aku dikejutkan oleh sebuah sms. Sms dari seseorang yang ingin berkonsultasi mengenai SEM(Structural Equation Model). Kutarik nafas sejenak seraya berfikir, SEM. Beberapa malam yang lalu(malam Sabtu), aku dikejutkan oleh sebuah sms. Sms dari seseorang yang ingin berkonsultasi mengenai SEM(Structural Equation Model). Kutarik nafas sejenak seraya berfikir, SEM What??? jadi teringat beberapa hari yang lalu, ketika ku menerima sms dari temanku Dini yang menanyakan hal yang sama kepadaku. Waktu itu, aku langsung menanyakan kepada kakak kelasku mengenai SEM, tapi dia pun menjawab seadanya saja. Aku pun bertanya-tanya, apa sih SEM. Setahuku, itu diolah pakai software Lisrel, tapi apa dan bagaimana SEM itu aku tidak tahu. Kucoba membaca-baca beberapa literatur tentang SEM, ternyata SEM adalah sebuah model antara beberapa variabel(ada variabel laten, ada juga variabel manifest). Kucoba untuk memahami lebih dalam namun apa daya mata mulai capek dan kuputuskan untuk beristirahat tanpa mendapatkan sesuatu yang lebih jauh tentang SEM.

Keesokkan harinya setelah ku mendapat sms dari Dini, aku bertemu dengan Dini. Aku pun langsung menanyakan, “Udah tau banyak tentang SEM din? Gw baru tau dikit-dikit doank”. Dini pun masih tau sedikit-sedikit juga tentang SEM dan Dini segera belajar tentang SEM, karena ada yang akan konsultasi tentang SEM. Akupun menghiraukan masalah SEM dan segera browsing internet, buka ini, buka itu dan akhirnya jaga stang di depan Audit Rektorat. Sampai akhirnya orang yang ingin berkonsultasi dengan Dini dan akupun menemani Dini. Banyak hal yang ditanyakan tentang SEM, tapi aku menjawab dengan diawali kata “kayaknya….gini deh”, “…oh ntar saya cari tau lagi….”. betapa dangkalnya pengetahuanku… setelah itu aku dan Dini ke Departemen Statistika, niatnya mau minta ttd PA, namun karena ada Pak Bagus sekalian saja nanya-nanya tentang SEM. Pak Bagus pun menjelaskan tapi hanya sedikit tentang SEM karena waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB. Masalah SEM pun berlalu….

Malam Sabtu yang lalu, aku bertemu lagi dengan kata “SEM”… Setelah kuterima sms itu,dan berfikir, masa lalu tentang SEM… Owh aku belum mengerti itu, aku pun panik dan segera mencari bantuan, tanya sana sini, tanya keangkatan 41, dll. Namun, kakak kelas 41 semuanya lagi mempersiapkan Praktik Lapang, ada yang mau berangkat, ada yang dalam perjalanan, bahkan ada yang sudah sampai di tempat praktik lapang. Oh my god, mereka belum bisa membantu secara langsung, apa yang harus kulakukan…. Belajar SEM lagi dan menerima tawaran yang ingin berkonsultasi sekaligus mengolah datanya dengan semua resikonya atau menolak tawaran atau menawarkan kepada orang lain yang lebih berkompeten….

Walaupun demikian, tersimpan dalam lubuk hatiku yang paling dalam, apapun keputusan yang kuambil, aku HARUS BELAJAR SEM lagi dan lagi sampai aku BISA karena ku YAKIN aku PASTI BISA.
What??? jadi teringat beberapa hari yang lalu, ketika ku menerima sms dari temanku Dini yang menanyakan hal yang sama kepadaku. Waktu itu, aku langsung menanyakan kepada kakak kelasku mengenai SEM, tapi dia pun menjawab seadanya saja. Aku pun bertanya-tanya, apa sih SEM. Setahuku, itu diolah pakai software Lisrel, tapi apa dan bagaimana SEM itu aku tidak tahu. Kucoba membaca-baca beberapa literatur tentang SEM, ternyata SEM adalah sebuah model antara beberapa variabel(ada variabel laten, ada juga variabel manifest). Kucoba untuk memahami lebih dalam namun apa daya mata mulai capek dan kuputuskan untuk beristirahat tanpa mendapatkan sesuatu yang lebih jauh tentang SEM.

Keesokkan harinya setelah ku mendapat sms dari Dini, aku bertemu dengan Dini. Aku pun langsung menanyakan, “Udah tau banyak tentang SEM din? Gw baru tau dikit-dikit doank”. Dini pun masih tau sedikit-sedikit juga tentang SEM dan Dini segera belajar tentang SEM, karena ada yang akan konsultasi tentang SEM. Akupun menghiraukan masalah SEM dan segera browsing internet, buka ini, buka itu dan akhirnya jaga stang di depan Audit Rektorat. Sampai akhirnya orang yang ingin berkonsultasi dengan Dini dan akupun menemani Dini. Banyak hal yang ditanyakan tentang SEM, tapi aku menjawab dengan diawali kata “kayaknya….gini deh”, “…oh ntar saya cari tau lagi….”. betapa dangkalnya pengetahuanku… setelah itu aku dan Dini ke Departemen Statistika, niatnya mau minta ttd PA, namun karena ada Pak Bagus sekalian saja nanya-nanya tentang SEM. Pak Bagus pun menjelaskan tapi hanya sedikit tentang SEM karena waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB. Masalah SEM pun berlalu….

Malam Sabtu yang lalu, aku bertemu lagi dengan kata “SEM”… Setelah kuterima sms itu,dan berfikir, masa lalu tentang SEM… Owh aku belum mengerti itu, aku pun panik dan segera mencari bantuan, tanya sana sini, tanya keangkatan 41, dll. Namun, kakak kelas 41 semuanya lagi mempersiapkan Praktik Lapang, ada yang mau berangkat, ada yang dalam perjalanan, bahkan ada yang sudah sampai di tempat praktik lapang. Oh my god, mereka belum bisa membantu secara langsung, apa yang harus kulakukan…. Belajar SEM lagi dan menerima tawaran yang ingin berkonsultasi sekaligus mengolah datanya dengan semua resikonya atau menolak tawaran atau menawarkan kepada orang lain yang lebih berkompeten….

Walaupun demikian, tersimpan dalam lubuk hatiku yang paling dalam, apapun keputusan yang kuambil, aku HARUS BELAJAR SEM lagi dan lagi sampai aku BISA karena ku YAKIN aku PASTI BISA.

Setiap orang pasti punya teman, karena manusia makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Sejak kecil, kita sudah mengenal yang namanya teman, teman main yang kadang-kadang berantem juga. Semakin bertambahnya usia semakin kita mengenal lingkungan baru maka semakin banyak teman kita dengan berbagai karakter. Mulai Tk, SD, SMP, SMA sampai kuliah teman-teman kita semakin banyak dan tidak hanya dari bangku sekolah saja, teman di lingkungan rumah atau sekitar kita pun semakin banyak. dari banyaknya orang yang menjadi teman kita itu, pasti ada yang tidak hanya sekedar teman, bahkan lebih dari sekedar teman.
Dia tidak hanya seorang teman sejati tapi seorang sahabat yang sangat dekat dengan kita. Dia selalu memberi nasehat untuk perbaikan kita dan mungkin kadang-kadang menyakitkan tapi itu yang terbaik untuk kita. Teman yang tidak datang kepada kita jika ada maunya saja atau mungkin hanya memanfaatkan kita. Dia ada ketika kita susah maupun senang. Temanku, tetaplah menjadi sahabat sejatiku. Janganlah kamu merusak kepercayaanku padamu karena kamu adalah sahabat sejatiku.
Berbahagialah sahabat sejatiku, karena aku mempercayaimu.