Skip navigation

Monthly Archives: April 2009

Tidakkah aku memikirkan bahwa kenapa hidup ini biasa-biasa saja. Tak ada yang spesial. Menjalani hari-hari seperti biasanya. Melaksanakan tugas dan kewajiban dengan biasa-biasa saja. Belajar, bermain, bekerja dengan cara yang biasa-biasa saja.

Yah, hidup dengan cara biasa. Asal nyaman dengan kondisi sekarang ini masih dengan kehidupan yang sama. Masih bisa makan, belajar, dan bertempat tinggal dengan nyamannya. Masih terasa nyamankah???

Sejak lahir diberi dengan fasilitas sandang, pangan, papan, bisa dibilang masih cukup untuk hidup. Aku bersekolah dari SD, TK mungkin, hingga dapat mengenyam pendidikan di strata 1. Apakah masih terasa biasakah???

Kadang kuberpikir,, apakah aku nyaman dengan kondisiku ini? Apakah ini kehidupan yang aku cari?

Kadang aku minder, sering sekali malah, kadang menyesali keadaan karena ketidakberdayaan.

Melihat kesana terlalu indah rasanya. Akankah tetap hidup seperti ini tentunya saaaangat biasa-biasa saja…

Sekolah-Kerja(mengabdi pada orang tua)-Nikah-Punya Anak-Mendidik Anak-…-dan akhirnya kembali pada-Nya

Inikah inti dari kehidupan???

-Minder-

Satu kata yang menyelimuti jiwa. Ketika melihat sesuatu yang sangat besar, hebat, dan sepertinya tak bisa digapai. Aku pun bertanya-tanya… mengapa? mengapa mereka bisa? bukankah kita sama-sama manusia? hidup di bumi yang sama? diciptakan oleh Tuhan yang sama? bahkan kita ada di lingkungan yang sama? siapa yang salah? aku… tentu saja aku…

-Semangat-

Kata yang menyejukkan jiwa. Ketika gundah, resah atas ketidakberdayaan bukankah masih ada harapan? sebuah semangat. Semangat yang selalu menyerukanku, “Yah, Aku Bisa”. Tidakkah kita semua sama saja? Sebuah semangat itu meracuni pikiranku untuk selalu berpikir positif. Akankah aku tetap seperti ini, biasa-biasa saja.

Senyum, tawa, dan canda mereka masih jelas terpancar…

Merekah penuh sabar menanti secercah kejayaan…

Langkah-langkahmu tiap detiknya tak akan ku sia-siakan…

Setetes peluhmu cambukkan bagiku..

Aku harus lebih baik…

Aku harus lebih baik…

Aku harus lebih baik…

Takkan kubiarkan semua ini sia-sia…

Takkan ku menyerah pada keadaan…

Terima kasih Tuhan…

Kan kuberikan semua yang terbaik untuk kalian….

Hanya senyummu yang kuharapkan.

Kamis, 23 April 2009, masih dalam rangkaian kegiatan praktik lapang karena mulai hari senin hingga jumat diadakan presentasi kelompok. Presentasi sesi II dimulai yang akan menampilkan 3 instansi yang bisa dibilang berhubungan sama media komunikasi yaitu metro TV, Telkom, dan Tempo. Seperti biasa, ketika presentasi awal berlangsung, saya membuka laptop saya. Untuk apa??? sebenernya cuma buat browsing nyari bahan padahal saya duduk langsung berhadapan dengan dosen yang jadi moderator (Pak Farit).

Awalnya biasa saja, tidak terjadi apa-apa. Hari semakin sore dan presentasi kelompok terakhir pun dimulai. Saya dan teman-teman lain mendengarkan. Tibalah sesi tanya jawab. Hanya ada satu penanya mungkin karena sudah sore mendekati jam 3 (jam pulang). Setelah pertanyaan pertama dijawab, saya pun kaget dan tersentak.

“Notulen juga boleh nanya”, (semua orang melihat ke arahku)

Bingung, karena sang dosen juga melihat ke arahku yang memang dari tadi fokus ke laptop (lagi baca file  hasil download). Nanya ke Nadya yang kebetulan ada di samping,,

“Lo Mel”, indikasi bahwa saya harus nanya ke presentator, Dewi dan Anto.

Segera sadar dari tadi dilihat dosen karena kelakuan buruk (buka-buka laptop sampai dibilang notulen segala) langsung saja saya jawab… kira-kira beginilah (panik mode=ON)

“Assalamualaikum wr wb”, (sambil mikir mau nanya apa yah….)

“Tadi saya lihat ada kegiatan surveinya juga,, bisa diceritain gag gimana metode samplingnya??? terus gimana kesan-kesannya selama PL disana?”

Untung masih memperhatikan pas penyajiannya tapi tetep malu juga.

Pelajaran pertama

  1. Jangan buka-buka laptop ketika menyimak presentasi nanti dikira notulen (untuk gag ditanya coba sebutkan kesimpulan presentasi kali ini)
  2. Jangan buka-buka laptop lagi apalagi udah tau dosennya suka nunjuk-nunjuk orang buat nanya
  3. Jangan buka-buka laptop lagi buat hari berikutnya saat dengerin presentasi kalo gag mau ditunjuk-tunjuk lagi

So,, jangan maen-maen mulu…

Lagi-lagi,, kena deh!!!

Akhirnya, report terakhir praktik lapang dibikin juga setelah 2 minggu seusai PL. Mudah2an masih inget apa aja yang dikerjakan selama minggu ke-7 kemaren..

Senin, 30 Maret 2009
Waktu itu diisi dengan coding pertanyaan-pertanyaan survei,, seperti biasanya karena memang kerjaan dah menipis banget. Mulai juga mikirin laporan individu dan kelompok. Laporan individu mau pake data apa yah…

Selasa, 31 Maret 2009
Yang pasti, ini hari ulang tahunku. Yup, ultah yang ke-21 (makin tua aja nih). Aku inget kalau hari itu rencananya mau nyatuin pertanyaan-pertanyaan survei buat laporan individu, karena terlalu asik internetan jadi lupa waktu… Yah, hari dimana aku ga’ ngapa2in selain ngenet.(tapi masih makan sholat ma ke kamar mandi kok ^^)

Lanjutin yah bacanya ^^

Awalnya mau nulis tentang report terakhir praktik lapang yang sudah 2 minggu berlalu,, tapi sepertinya harus dipending dulu untuk tulisan yang satu ini…

Olahraga,,, mmm,, musuh besar bagi saya,, ga’ tau kenapa,, dari sejak SD saya ga’ suka yang namanya pelajaran Olahraga,,

Sebagian orang menganggap olahraga itu menyenangkan,,, apalagi dibandingkan pelajaran lainnya,, Yah,, emang menyenangkan bermain-main di halaman yang luas,, berlari-larian mengejar bola,,, hanya untuk memukul,, manangkap,, ataupun menendang bola tersebut,, ataupun sekedar mengeluarkan keringat dengan pemanasan-pemanasan ringan yang dilakukan…

Saya juga senang bermain-main,, berlari-larian,, sekedar mengucurkan keringat,, bercanda tawa dengan teman-teman lainnya,, tapi kenapa,, nilai olahraga saya sejak dulu sangat buruk,, dari SD hingga SMA,, nilai 6 pasti ada untuk pelajaran yang satu ini…
Pikiran….