Skip navigation

Monthly Archives: April 2010

Pengen sedikit berbagi cerita mengenai pekerjaan baru saya. Sebut saja tempat ini terdiri dari puluhan orang yang memakai seragam yang sama hampir tiap harinya.

Saya baru enam minggu kerja disini. Dengan status pegawai baru, tentu saya harus beradaptasi dengan lingkungan baru, kerjaan yang baru, orang-orang yang baru. Baru beberapa minggu kerja disini banyak hal yang terjadi, saya amati, saya lihat, dan saya rasakan. Hmmm kadang enak, kadang ga enak.

Dimulai dari yang enak-enak dulu deh. Apa aja sih yang enak menurut saya di tempat kerja ini?

  1. Orangnya ramah-ramah, lingkungan penuh kekeluargaan.
  2. Suka kalau diajak rapat karena akan menambah pengetahuan baru. Walaupun saya cuma mendengarkan tapi dalam hati saya berseru, “finally, ada ilmu baru hari ini!!!”. Seneng bisa tau permasalahan-permasalahan dan solusinya walau nantinya saya disuruh buat notulensi rapat. Selain seneng juga dapet snack pas rapat, hehe. Lumayan pengganjal perut. 😀
  3. Seneng ngedengerin kalau ada yang ngomong bahasa Inggris
  4. Seneng dapet oleh-oleh kalau ada yang pulang dinas di luar provinsi.
  5. Seneng dapet makan pagi. Haha. Lumayan kalau lagi laper.
  6. Seneng masih ada yang suka ngingetin tentang agama.
  7. Seneng kalau tanggal muda, gajian, gajian, hahay, siapa sih yang ga seneng gajian.

Nah sekarang yang ga’ enaknya nih.

  1. Ga’ suka kalau ga’ ada kerjaan, jadi ga’ jelas gitu, sampe bosen, sen, sen dan ngantuk. Hoammmm
  2. Sampe sekarang belum ada kerjaan yang berbau statistik. T_T
  3. Ga’ suka dengan kerjaan yang kadang berbeda sama prinsip. Menyeramkan … >.<
  4. Ga’ suka denger orang ribut-ribut ga’ jelas apalagi ngomongin duit atau saling menyalahkan.
  5. Kadang merasa kayak tahanan. Kerjaan kok itu-itu aja. Saya ingin ilmu baru.

Enak ga enak harus dijalani. Kadang pengen kabur tapi ga tega dan ga pengen juga.  Tetap smangat dan jangan sampai terbawa arus.

Sore ini, sepulang kerja, di dalam angkot yang panas bagai dalam oven, aku duduk di pojok, lesu, berkeringat, dan mengantuk.  Melihat di sekelilingku, ramai dengan kendaraan lainnya. Gerah sekali rasanya dan inginku segera sampai ke kostan untuk beristirahat.  Di depan stasiun, seorang penumpang naik ke angkot tersebut, wajahnya tak asing bagiku. Yah, Beliau adalah dosenku waktu kuliah dulu. Dosen yang telah mengajar 3 mata kuliah kepadaku waktu itu. Aku hanya tersenyum 🙂 dan kulihat Beliau membalas senyumku. Mungkin Beliau ingat padaku, atau mungkin hanya membalas senyumku walau tak tau siapa aku….

Aku pun menghiraukan dosenku. Mataku pun sayup-sayup dan aku tertidur sejenak tapi tetap bisa mendengar keadaan di sekelilingku. Di dalam angkot, kudengar dosenku sedang ditelpon. Aku pun terjaga, karena ini pemberhentian terakhir. Aku harus melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot yang lainnya.

Di terminal, kulihat dosenku berjalan ke kanan dan aku melangkah ke kiri untuk mencari angkutan lain. Tak kusangka, Beliau menyapaku. Beliau masih ingat kalau aku ialah anak didiknya. Malu aku karena Beliau menyapaku duluan. Karena perjalanan kami searah, kami menaiki angkutan yang sama, dan ngobrol-ngobrol di dalam angkutan.

To be continued… *mau nonton workshop Indonesian Idol dulu yah 😀