Skip navigation

Monthly Archives: Maret 2010

Di suatu pagi di tempat kerja baru. Tempat yang saya sendiri masih ragu dan bertanya-tanya, apakah ini tempat terbaik untukku? Tempat yang diberikan oleh-Nya untukku.

Pagi itu, aku bertemu dengan orang-orang baru, dengan ramahnya saling menyapa. Mereka berbagi cerita, memberi sedikit gambaran. Hari itu, setelah diberi arahan dan dikenalkan dengan beberapa orang, kami diajarkan mengenai penanganan surat. Selanjutnya kami hanya duduk dan bercerita, sampai akhirnya satu persatu temanku dipanggil dan diberi amanah untuk mengerjakan sesuatu. Sedangkan aku, masih duduk terdiam, tanpa mengerjakan sesuatu…

Kulihat di sekelilingku, ruangan yang tidak terlalu besar terdiri dari 9 meja mengisi setiap sisi ruangan, beberapa kursi yang berpasangan dengan meja, 1 buah komputer di meja pojok, dan 1 buah mesin tik di sebelahnya. Meja-meja itu sepertinya sudah ada yang menghuninya. Dari ruangan itu, terlihat ruangan lain di sebelahnya, ukuran dan fasilitasnya kurang lebih sama dengan ruangan lainnya.

Di tengah lamunanku yang berlari entah kemana, seorang Bapak (salah satu petinggi disana) memanggilku untuk sekedar berkenalan dan berdiskusi. Hmm mungkin karena melihatku sendirian yang ga’ jelas dan senyum-senyum doang. Dia bercerita panjang lebar mengenai tempat ini, bagaimana menempatkan diri, bahkan tentang apa yang mungkin bisa dilakukan seorang statistisi disini nantinya.  Pemikirannya sedikit mengobati rasa penasaranku tentang apa yang bisa kulakukan disini dengan ilmu yang sudah kudapat sebelumnya. Ada beberapa nasihat dan pandangannya yang masih kuingat, diantaranya :

  • Belajarlah sebanyak-banyaknya, jika memang belum ada yang bisa dikerjakan, cobalah membaca.
  • Jangan suka milih-milih kerjaan. Walaupun sudah sarjana hendaknya tidak ‘bau’ dengan kerjaan, meskipun hanya membuat amplop ataupun menulis saja.
  • Jika punya keahlian dalam bidang komputer (ngetik-ngetik maksudnya dan skill lainnya) dan dimintai bantuan hendaknya membantu yang lainnya. Jangan asik dengan pekerjaan sendiri. Kita harus juga tahu pekerjaan rekan-rekan lainnya.
  • Berhematlah. Walau gaji tak seberapa, tapi pikirkanlah untuk mulai berhemat. Lihatlah yang lainnya dengan gaji yang sama tapi mampu menghidupi keluarganya. Cobalah sedikit demi sedikit menabung. Belum tentu yang pendapatannya tinggi bisa menabung karena semakin tinggi pendapatan biasanya semakin besar pengeluaran.
  • Bersyukur.

Terima kasih atas nasihatnya…

Iklan