Skip navigation

Monthly Archives: November 2008

Suatu event besar yang sudah lama aku nanti-nanti yang jatuh pada tanggal 22-23 november 2008. Suatu rangkaian acara seminar dan kompetisi statistika nasional yang sudah 4 kali diadakan oleh himpunan keprofesian Gamma Sigma Beta. Kalau tahun lalu aku menjadi panitia, staf seksi khusus tepatnya yang mengurusi masalah kompetisinya, sekarang aku mengikuti acara ini sebagai peserta tentunya yang tahun lalu tidak bisa kuwujudkan karena menjadi panitia. Tantangan terbesar bagiku karena harus berkompetisi dengan mahasiswa-mahasiswa Statistika di seluruh Indonesia apalagi aku didanai departemen untuk mengikuti acara ini. Aku beserta ke delapan temanku (Monik, Nur H, Andi S, Dini, Arie, Indah, Trimi, Ningsih) berjuang untuk mempertahankan piala bergilir Andi Hakim Nasoetion.

Hari Pertama Statistika Ria 2008

Registrasi dimulai dari pukul 7 pagi. Aku dan temanku, Arie, sebenarnya ingin datang tepat pada waktu tersebut. Sayangnya pagi itu, kondisi fisikku sedang tidak baik. Kepalaku sangat pusing dan badanku juga panas mungkin karena kelelahan sehabis pembekalan praktik lapang selama 2 hari sebelumnya. Ketika aku tiba di Auditorium rektorat, suasana kompetisi mulai terasa namun sayangnya kondisiku semakin buruk dan mukaku keliatan pucat sekali. Walaupun begitu aku memaksakan diri untuk tetap mengikuti seminar sebelum babak penyisihan dimulai. Namanya orang sakit jadi tidak terlalu memperhatikan isi seminar. Ketika seminar berlangsung, aku tertidur dengan lelapnya sambil sedikit membaca bahan kuliah regresi. Setelah tidur, pusing pun berkurang dan Alhamdulillah kondisiku sudah membaik. Aku sangat berterima kasih kepada teman-temanku terutama Arie yang telah menemani setiap saat, tanzil yang bersedia mijitin, andi yang memberiku tolak angin, temen-temen 42 baik peserta maupun SC (Monik, Nur H, Andi S, Dini, Arie, Indah, Trimi, Ningsih, Trizar, Anton K, Viar, Nur Andi, Sigit, Wiwit, Lola, Myu, Nadya, Verry, dll) yang sudah memberi perhatian, semangat, panitia yang sudah memberi minyak kayu putih dan member semangat, supi yang menemani sholat zhuhur, segenap warga Statistika yang telah memberikan dukungan dan semangat melalui sms, komti yang telah mengusahakan dana untuk mengikuti acara ini.

Kompetisi dimulai

Tepatnya pukul 2 lebih 15 menit, kami kembali memasuki ruangan untuk babak penyisihan. Aku mendapatkan nomor urut yang ke-45. Ketika lomba dimulai, adrenalin meningkat dan Alhamdulillah aku sembuh (yeah). Kubaca soal demi soal yang tertulis dalam bahasa Inggris. Soal pertama tentang uji yang digunakan untuk pengujian parametrik dan nonparametrik. Untuk yang parametrik aku masih ingat untuk nonparametrik sayang sekali aku sudah lupa dan belum membaca lagi mengenai analisis data kategorik. Soal selanjutnya lebih ke konsep peluang dan teori statistika. Lagi-lagi aku belum belajar teori statistika 2 sehingga tidak bisa mengerjakan dan untuk soal peluang pun aku masih salah menjawabnya. Pada soal bagian kedua terdapat dua soal lagi berbahasa Indonesia. Dengan harapan bisa mengerjakan soal bagian kedua, jawaban pada bagian pertama aku kumpulkan walau belum selesai, 30 menit sebelum waktu babak penyisihan habis. Kaget melihat kedua soal tersebut, pada soal pertama ialah menghitung nilai harapan kuadrat tengah. Saya tahu prosedurnya tapi lupa aturannya, lagi-lagi karena belum belajar Rancob 2. Untuk soal kedua pun mencari nilai harapan dari simpangan baku pun saya salah. Harapan untuk lolos ke babak selanjutnya pun mengecil walau peluang menjadi semifinalis ialah sepertiga.

Hari Kedua, Kompetisi Selanjutnya

Dengan wajah yang lebih ceria, kusiapkan mental untuk menerima kenyataan. Apapun yang terjadi aku harus tetap tegar dan bersyukur. Alhamdulillah, aku masuk ke babak semifinal walau hanya mendapatkan skor 62 untuk babak penyisihan. Babak semifinal ini ialah menguji kemampuan kita dalam menganalisis data menggunakan software statistika. Saya agak kecewa setelah panitia yang menyatakan bahwa software yang digunakan sudah ditentukan di soal padahal sebelumnya disediakan 3 software yang boleh digunakan yaitu SAS 9.1, SPSS 13, dan Minitab 14. Setelah melihat soal babak semifinal hanya terdapat sebuah kasus yang harus dikerjakan dengan Excell atau SPSS 13. Untuk memahami soal saja membutuhkan waktu yang lama. Untuk soal pertama saja yang seharusnya menggunakan Excell malah kukerjakan menggunakan SPSS 13. Untuk menguji valid atau tidaknya suatu kuesioner aku hanya bisa menganalisis menggunakan SPSS dengan mencari Alfa Cronbach. Ternyata ada metode lain yang lebih sederhana menggunakan korelasi dan itu di luar jangkauan pengetahuanku yang seharusnya aku cari tahu lagi. Untuk soal kedua pun aku ragu-ragu menjawabnya antara memakai analisis regresi atau korelasi saja dan kuputuskan untuk menggunakan korelasi biasa. Soal yang ketiga kujawab dengan asal-asalan yang penting ada isinya saja. Peluang untuk masuk final sepertinya semakin menurun.

Langkahku Pun Terhenti

Pengumuman finalis pun ditayangkan. Aku merasa gugup namun siap menghadapi kenyataan karena buruknya tes babak semifinalku. Babak final yang kuharap-harapkan ternyata bukan milikku. Mereka ialah pemilik keenam peserta lainnya yang empat diantaranya ialah teman-temanku yaitu Ningsih, Arie, Monik, dan Dini. Babak final yang merupakan puncak dari Statistika Ria kunikmati dengan menjadi penonton dan memberikan semangat kepada teman-temanku. Jujur, aku ingin sekali berada di depan panggung dan presentasi dihadapan para juri dan audience. Aku ingin ditanya-tanya oleh juri seperti mereka. Aku ingin merasakan heningnya auditorium dan terpecah oleh presentasi dariku. Tapi langkahku harus terhenti sampai babak semifinal. Maafkan aku teman-teman telah mengecewakan kalian semua.

The Winner

Setelah mendengarkan presentasi dari keenam finalis, aku yakin bahwa yang akan menjadi juara 1 ialah monik dan yang masuk 3 besar lainnya ialah ningsih dan mahasiswa STIS. Ternyata prediksiku dan juga teman-temanku salah, yang menjadi juara pertama ialah mahasiswa STIS, I Gusti Ayu Nyoman Sawitri, juara kedua Monica Halim, dan juara ketiga Widya Ningsih. Aku turut bersuka cita atas kemenangan ini walau piala Andi Hakim Nasoetion berpindah tangan ke STIS. Teringat janjiku pada diri sendiri yang kuucapkan bersama ningsih yaitu kami harus menang. Walaupun aku tidak bisa mewujudkan hal tersebut, temanku ningsih sudah membuktikan dan memenuhi janjinya. Janjiku diwakilkan saja olehnya. Aku yakin tahun depan Statistika IPB akan merebut piala bergilir yang menjadi tugas mahasiswa angkatan 43. Buat angkatan 44, siap-siap jadi panitianya.

Pelajaran Hari Ini

Banyak pelajaran yang kudapat dari Statistika Ria 2008 ini, diantaranya:

  • Luruskan niatmu dalam melaksanakan sesuatu. Tergiur dengan hadiah yang ditawarkan, niat menjadi juara SR pun berorientasi pada hadiahnya. Niat buruk saya untuk mendapatkan uang tambahan untuk membeli HP baru sepertinya tidak direstui oleh yang di atas. Hendaknya kita punya niat yang baik dalam menjalankan sesuatu agar diridhoi.
  • Butuh tekad dan keberanian untuk melakukan sesuatu, jangan membatasi diri dengan pikiranmu sendiri. Banyak teman-teman saya yang belum berani untuk mengikuti SR 2008 karena terbatas oleh pemikirannya sendiri akan kemampuan mereka, padahal belum tentu apa yang mereka pikirkan itu akan terjadi. Aku pun dengan modal nekad saja bisa masuk ke babak semifinal apalagi teman-temanku yang lain yang tidak mengikuti kompetisi, kurasa teman-temanku pasti lebih baik daripada aku. Jangan takut menerima tantangan. Kesempatan hanya sekali dan jangan disia-siakan.
  • Kemauan yang tinggi serta tekad yang keras saja tidak cukup untuk mencapai suatu tujuan. Dibutuhkan usaha yang keras serta ibadah kepada sang pencipta. Kemauanku yang tinggi dan semangat yang menggebu-gebu tanpa diiringi dengan belajar yang sungguh-sungguh tidak cukup untuk menjadi sang juara SR 2008. Keinginan harus dibarengi usaha yang keras. Tak ada suatu tujuan yang akan tercapai dengan sendirinya jika kita hanya sangat menginginkannya tanpa berusaha melakukan sesuatu.
  • Belajar menerima kekalahan ialah suatu pembelajaran. Kekalahan adalah suatu batu loncatan agar menjadi lebih baik lagi di kemudian hari. Jangan biarkan kekalahanmu terulang. Jadikan sebagai suatu semangat baru dan upaya untuk memperbaiki diri. Kekalahanku di SR 2008 jangan sampai terulang di ujian komprehensif yang akan diadakan 2 minggu lagi (semangat buat kompre!!!).
  • Perbanyak evaluasi diri agar menjadi pribadi yang tangguh.
  • Jangan pernah puas terhadap ilmu yang telah didapat.
Iklan

Iseng-iseng ngebuka file di folder semester III dan tibalah saat ngubek-ngubek folder yang namanya algor_latihan_smuanyaaaa. Di dalam folder tersebut ada 10 folder lagi yang isinya tugas-tugas, bahan kuliah, pembahasan tugas, latihan-latihan mandiri maupun dari kegiatan praktikum. Yang menarik ialah file-file yang terdapat dalam folder notepad yang di dalamnya ialah file-file .txt yang digunakan sebagai test case tugas mingguan Algoritma dan Pemrograman. Setelah kubuka, isinya ternyata….

File a2.txt digunakan untuk menguji tugas entitas.c

Aku ingin makan NasiGorengPedasPakeLalapIkanAsintapi Aku

gak punya DUIT Seperak PUN; tolongin aku dong!!!.

Tapi Aku yakin bgt: A.. Pa Yach??? aku pasti KENyanG Makan Program-program

ALGOR. Ya Gak, temen_Temen pada SETUJU Khannn?

Hahaha… Saking stressnya sampe-sampe ngerjain tugas algor pun jadi kenyang


File a4.txt

Hari ini Aq kuliah Algor, Aq tidak mengerti dan akhirnya Aq mencontek Tugas dari ANTON

di Lab Komputer. Dan Aq Mengedinya di Kamar Melisa.

Kayaknya kalau yang ini bukan aku yang buat…. Tapi aku juga sering nyontek ma Anton terutama setelah UTS (sebelum UTS juga sering sih :p)


File data.txt

melisa yang bikin loh

eh maksudnya tinggal nyalin, ngedit dikit, compile deh

hihihihihi akhirnya jadi juga ni file

Hehehe,,, kebiasaan nyontek tugas jadi gini deh. Maklum editor yang baik emang kayak gini kerjaannya. Copy>Edit>Compile>testing lagi>kumpulin deh… Outputnya nilai 100 buat semua tugas mingguan, Hohoho…

File melisa_emm_apa_yach.txt

Aku Hanya Aku

Melisa, S.Stat

1

Klo ini setaun lagi kayaknya baru terwujud… Amin

Yang lainnya cuma  test case biasa yang biasanya disediakan di soal. Mudah-mudahan tulisan ini tidak mengurangi nilai Algorku…

Rp. 70000 yang seharusnya aku dapet tiba-tiba ilang entah kemana . Bukan hilang dalam arti sebenernya, tapi semacam keuntungan yang seharusnya diperoleh. Kalau di ekonomi, Rp. 70000 itu seperti dead weight lost (DWL) dalam penerapan pasar monopoli. Dipikir-pikir Rp.70000 udah lumayan banyak bisa buat makan beberapa hari…

Hari ini, dapat kabar dari temen kalau SPP kami udah dikirim dan bisa diurusin tapi…

Yang dibayarin cuma SPP dari KRS-A aja. Berhubung kemaren ikut KRS-B karena ada satu mata kuliah yang belum muncul di KRS-A makanya SPP bertambah lagi sebesar Rp. 70000. Harapan sih duit SPP dibalikin full. Ternyata eh ternyata,,, KRS-B kami tidak diperhitungkan. Rp. 70000-ku lenyap sudah… Karena SPP itu sumbangan,,, jadi SPP yang Rp. 70000 itu dibayar dari duit tunjangan…

Kalau dipikir-pikir, emang salahku juga kenapa ga’ bilang kalau ikut KRS-B dan ga’ ngasih fotokopian KRS-B ke rektorat… Syukur-syukur ada yang mau ngebayarin SPP… Mungkin Tuhan menyuruhku untuk berzakat atas rezeki yang sudah aku peroleh selama ini…