Skip navigation

Sore ini, sepulang kerja, di dalam angkot yang panas bagai dalam oven, aku duduk di pojok, lesu, berkeringat, dan mengantuk.  Melihat di sekelilingku, ramai dengan kendaraan lainnya. Gerah sekali rasanya dan inginku segera sampai ke kostan untuk beristirahat.  Di depan stasiun, seorang penumpang naik ke angkot tersebut, wajahnya tak asing bagiku. Yah, Beliau adalah dosenku waktu kuliah dulu. Dosen yang telah mengajar 3 mata kuliah kepadaku waktu itu. Aku hanya tersenyum 🙂 dan kulihat Beliau membalas senyumku. Mungkin Beliau ingat padaku, atau mungkin hanya membalas senyumku walau tak tau siapa aku….

Aku pun menghiraukan dosenku. Mataku pun sayup-sayup dan aku tertidur sejenak tapi tetap bisa mendengar keadaan di sekelilingku. Di dalam angkot, kudengar dosenku sedang ditelpon. Aku pun terjaga, karena ini pemberhentian terakhir. Aku harus melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot yang lainnya.

Di terminal, kulihat dosenku berjalan ke kanan dan aku melangkah ke kiri untuk mencari angkutan lain. Tak kusangka, Beliau menyapaku. Beliau masih ingat kalau aku ialah anak didiknya. Malu aku karena Beliau menyapaku duluan. Karena perjalanan kami searah, kami menaiki angkutan yang sama, dan ngobrol-ngobrol di dalam angkutan.

To be continued… *mau nonton workshop Indonesian Idol dulu yah 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: