Skip navigation

Sore yang mendung, aku berjalan seperti biasanya. Menyusuri jalanan menuju tempatku berteduh. Berjalan dengan penatnya. Entah mengapa kepala ini terasa berat, dada ini terasa sesak. Seakan-akan memasuki ruang hampa udara. Bergejolak dengan semua pikiran-pikiran aneh. Seolah-olah akulah manusia yang paling hina, dari negeri yang tidak terjamah. Akupun bertanya, mengapa?

Kususuri jalanan itu, Terdengar bisingnya kendaraan yang lalu lalang, melintas dengan cepat seakan ingin meninggalkan jalanan ini sesegera mungkin. Debu pun berterbangan menambah kehirukpikukan jalanan ini. Kulihat mereka, yang sedang berlomba menggapai ujung jalan. Mereka harus terhenti karena sebuah benda yang memancarkan warna merah itu, benda yang membuat kemacetan panjang. Mereka pun berjalan perlahan, perlahan, sampai pada waktunya mereka akan berlari lagi.

Kulihat juga orang-orang lainnya di pinggir jalan. Sebagian menjajakan tumpangan menuju ujung jalan, sebagian lagi sibuk mencari dan menunggu tumpangan itu. Semua berhamburan, keluar dari kotaknya masing-masing. Menuju kotak lain di luar sana yang membuat mereka nyaman, tenang, dan merasa terlindungi… Yah, kotak itu adalah tempat sebaik-baiknya kotak, kotak yang penuh dengan kehangatan dan cinta, rumah mereka.

Kupandangi lagi sekelilingku, kunikmati semua alur cerita ini. Kurasakan nafasku setiap detiknya. Aku masih bisa bernafas, bernafas dengan cuma-cuma. Alhamdulillah….
Aku masih bisa melihat betapa indahnya lukisan Sang Pencipta.
Aku masih bisa mendengar harmoni kehidupan penyejuk jiwa.
Dan aku masih bisa menggerakkan kakiku untuk melangkah, mencari ujung jalan itu.
Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillahirobbilalamin..

Kau berikan aku nikmat yang tiada ternilai…
Kau berikan aku keluarga yang menyayangiku
Kau berikan aku teman-teman yang setia menemaniku
Kau berikan aku tempat persinggahan di kala panas dan hujan
Kau berikan aku anggota tubuh yang lengkap
Kau berikan aku akal pikiran untuk memecahkan permasalahan
Kau berikan aku perasaan sayang kepada ciptaan-Mu
Kau berikan aku pelajaran tentang kehidupan
Kau berikan aku segalanya…

Jadi, tak sepantasnya aku mengingkari takdir-Mu… Tak sepantasnya!
Terima kasih ya Allah atas nikmat setiap detiknya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: