Skip navigation

Monthly Archives: Januari 2009

Pagi ini, ujian MPTP diadakan. Ada 10 soal,, mau tau waktu pengerjaannya berapa jam????
Hohoho…
Cuma 40 Menit !!!!
Karena ada catatan bahwa nomor yang dijawab harus berurut, terpaksa satu nomor saya tulis ulang…
Ketika sedang asiknya mengerjakan soal nomor 4, terdengar suara lantang Bu Tri, pengawas ujian…

Waktunya 15 menit lagi…..

Oh,, tidaaaakkkk masih 6,5 soal lagi,,, apa yang harus kulakukan?!!!!
Tulisan yang tadinya rapi berubah jadi acak-acakan…
Berusaha mengerjakan sebisanya…

5 menit lagi…

Suara itu terdengar lagi,,, masih 3 soal lagi…
Waktunya habis dan masih 2 soal lagi….
Langsung saja mengarang tanpa mikir karena 2 nomor terakhir memang saya ga’ bisa mengerjakan…
Ahhhh…….
Bete Bete Bete Bete Bete Bete Ahhhhh
Bikin soal ga’ disimulasiin dulu apa waktunya…
Huh,, sudahlah,,,
2 nomor sudah salah…
Yang lain juga belum tentu bener,, acak-acakan…
Masih ada satu lagi,, besok, Simulasi Statistika…
Yang ini harus dapat 100, hohohoho

Iklan

newstat

Tepat satu tahun lamanya, kejadian 26 Januari itu. Minggu-minggu itu ialah minggu terakhir ujian akhir semester ganjil, waktu itu aku masih semester V. Ada apa dengan 26 Januari 2008? Waktu itu, aku tidak lagi ada ujian karena ujian terakhir ialah dua hari sebelumnya, 24 Januari 2008, ujian mata kuliah komputasi statistika waktu itu. Hari itu hari yang spesial, persis kayak martabak spesial pake telor. Hari yang penuh kesibukan karena hari itu ialah deadline pengumpulan tugas akhir praktikum Rekayasa Perangkat Lunak.

Setelah ujian terakhir berlalu pada hari kamis sebelumnya, kami segera membicarakan bagaimana menyelesaikan tugas tersebut. Kami yang tidak mengerti bagaimana membuat suatu program diwajibkan membuat suatu program sederhana. Yah, Newstat namanya, sebuah E-Learning mengenai mata kuliah Metode Statistika dilengkapi dengan cara perhitungan sederhana statistika deskriptif seperti rata-rata dan standar deviasi. Dengan modal nekat, kami kelompok Orange (aku, nadya, icad, modjo, k’hermawan) akan membuat suatu e-learning. Php ga’ ngerti, cuma dengan bekal basis data saja yang baru dipelajari semester sebelumnya. Untung saja banyak orang-orang baik yang mau membantu seperti nur andi, k’ fikri, dan lain-lain yang ga’ bisa dipersebutkan satu per satu karena saking banyaknya.

Menjelang pengumpulan tugas tersebut, tekanan hebat melanda, karena keterbatasan pengetahuan kami sehingga kami bingung bagaimana menyelesaikannya. Bahkan hari jumatnya, 25 januari 2008, kami malah sempat menonton film Ratatouille di Student Center FMIPA. Menjelang pengumpulan tugas pada hari itu, 26 Januari 2008, kami sudah stand by di SC FMIPA untuk mengerjakan tugas dibantu oleh temen-temen 42 yang mau meminjamkan laptopnya (Erwin, Poppy). Mencoba menyelesaikan program yang belum jadi, memperbaiki yang sudah ada, bahkan DPPL pun belum jadi, begitu juga dengan DUPL. Malam menjelang, kami masih berada di SC FMIPA. Malam itu sepi, ujian sudah berakhir. Tak ada yang memperingatkan kami kalau sudah jam malam. Suasana semakin mencekam. Di sekret GSB, terdapat juga kelompok lainnya, yah itu kelompok Meebox yang bernasib sama dengan kelompok Orange. Malam mencekam tugas pun belum selesai, kami sudah berbagi tugas. Aku masih mencoba memperbaiki sintaks-sintaks yang tak kumengerti itu. Nadya sedang sibuk membereskan DPPL sedangkan Irsyad telah menyelesaikan User Manualnya. Menjelang jam 24.00, kami segera mencoba mengirimkan tugas kami tersebut, tapi apa daya, tugas belum selesai, belum lagi ditambah dengan lamanya waktu attach file. Kami baru beres mengirimkan tugas pada hari berikutnya, 27 Januari 2008 pada pukul setengah dua pagi berbeda dengan kelompok Meebox yang sudah pulang sekitar jam setengah satu…. Sungguh berat malam itu…

Untuk mengenang hari bersejarah itu, berikut hasil kutipan sebuah halaman yang berjudul profil.php

PM

irsyadIrsyad, our PM. Mahasiswa Statistika semester V yang berasal dari Tanjung Pandan, Babel. Keuletan dan kecerdasannya tidak diragukan lagi, terbukti dengan hasil belajarnya yang cukup memuaskan. Selain kuliah di Statistika IPB, irsyad juga disibukkan dengan kegiatannya sebagai pengajar. Ga’ hanya ngajarin anak SMA, tapi juga anak kuliahan, mulai dari PM, Kalkulus, Metstat, dll. Selain lumayan sibuk dalam bidang akademiknya, ternyata dibalik sosoknya yang keliatannya rajin banget, irsyad juga menciptain lagu dan punya band juga lowh. Terbukti waktu kita ngerjain newstat ini bareng2, lagunya irsyad diputer, lumayanlah cukup menghibur dikala kestressan mulai melanda,hehe.

Analyst

melMelisa, Mahasiswi Statistika semester V IPB yang sekarang lagi liburan semester. Walaupun liburan, ternyata masih ada dua tugas kuliah lagi yang harus dikerjakan. Benar, memang salah satunya ialah newstat ini, yang cukup membuatku kadang-kadang pusing mendadak, kadang-kadang juga bikin bahagia, atau bikin emosi jadi labil. Whateverlah, semua ini memang berguna banget, sebuah pelajaran hidup yang dari ga’ tau jadi tau yang akan membuat suatu pengalaman berharga tentang kehidupan. Ga’ hanya tentang software, semuanya campur aduk disini. Skill, kerjasama, perasaan, moral semuanya jadi suatu kesatuan yang kompleks. Ya, memang itulah RPL, more than ordinary lesson. Setuju????!!!!

Programmer

modjoModjo, yang satu ini juga merupakan pribadi yang unik di STK42. Stylenya yang keliatannya nyantai dan kadang2 emang udah terlalu nyantai bikin modjo tambah unik. Gimana ga’, kuliah aja ga’ pernah bawa buku (maksudnya jarang banget), bisa ya…. Walaupun begitu, modjo neh, juga bisa serius juga terutama kalo ada proyek atau di organisasi, bener ga’?…. Terbukti dalam beberapa taun ini(kayak udah lama aja sampe bertaun-taun).

Tester

hermawanHermawan, mahasiswa STK 40. Ga’ terlalu tau banyak tentang k’ hermawan, tapi kayaknya k’ hermawan itu orang yang super sibuk…. pernah memimpin berbagai organisasi.




Documentation

nadyaNadya, mahasiswi STK 42. Nadya, sama seperti yang laennya (maksudnya anak stk) punya pribadi yang unik. Selain kuliah, Nadya ini juga anggota DPM FMIPA lowh yang hobinya rapat itu(heheheh)…. Nadya juga merupakan orang yang punya komitmen tinggi dan tanggung jawab(makanya jadi anggota DPM:)) terhadap apa yang dikerjakannya. Nadya juga punya rencana mau ngambil double minor, smangat Nad, jangan sampai tugas ini membuat nadya berpikir 2 kali. Selain itu, nadya itu tidurnya suka malem2 banget(apa ga’ ngantuk ya).

Bingung, ga’ ngerti, yah, itulah yang dirasakan saat ini. Saya memegang beberapa fotokopian soal UAS Simulasi Statistika tahun lalu. Karena bingung,, ga’ ngerti,, akhirnya tanya-tanya ke yang lagi OL, kebetulan ada nadya disitu. Suatu obrolan dua mahasiswa Statistika di tengah-tengah Ujian AKhir Semester diadakan melalui YM.
Kondisi saat itu:
Saya sedang sangat kebingungan,, mau diapain yah soal-soal ini…
Nadya sedang setengah ngantuk…

Percakapan dimulai…

mel (22:54): nad
nadya_romanisti (22:55): knp?
mel (22:57): misalnya waktu keberangkatan seseorang ke kampus dr kostan menyebar normal dgn rata2 20 dan simpangan baku 3,6. Kuliah dimulai jam 9. terus dibangkitin data sebanyak 20 buah sesuai sama sebaran data di atas: 18, 26, 19, …., 19. jika mahasiswa ingin selalu tepat waktu, jam berapa sebaiknya mahasiswa berangkat dr tempat kost????
mel
(22:57): soal ujian simstat tahun 2003
nadya_romanisti (22:59): hahhh?? di apain tuh….
nadya_romanisti (22:59): kaya soal dr bu erfi pas uts kemaren…
mel (22:59): menurut lo pake apa?? SK atau pengujian hipotesis yah???
mel (22:59): bingung
mel (23:00): baru nomor 1.a nih
nadya_romanisti (23:00): pake SK kali yah…..
mel (23:00): SK 100 % gitu
mel (23:00): apa 95%?
nadya_romanisti (23:01): klo pengen tepat waktu mah kaya’nya 100%….
nadya_romanisti (23:01): klo 95% kan ada kemungkinan telat, ato kecepetan, ya ngga sih..?
mel (23:02): iyaaaa
mel (23:02): kata2 tepat waktu itu bisa berarti dia nyampe maksimal jam 9 bukan?
Lanjut bacanya yah^^

Musim ujian sudah tiba, UAS semester ganjil awal tahun ini sudah seminggu diadakan. Saya masih tetap ada ujian walau cuma 3 mata kuliah. Daripada ujian ga’ ada kerjaan mending ngawas ujian aja, lumayan buat makan siang…

Saya telah mendaftarkan diri sebagai pengawas untuk empat mata kuliah TPB dan rencananya mau diperbanyak lagi dengan mengawas mata kuliah dari departemen. Namun apa daya, dari empat mata kuliah TPB ada satu mata kuliah yang ditolak yaitu Pengantar Matematika. Mata kuliah yang satu ini memang banyak peminatnya untuk jadi pengawas, gosipnya bayarannya lumayan gede. Lagian pada hari senin saya memang tidak bisa mengawas karena ada pengumuman praktik lapang. Harapan lainnya ialah ngawas mata kuliah dari departemen seperti Metode Statistika, Aljabar Matriks, dsb. Ternyata mulai sekarang ini yang mengawas ialah staf tata usaha dan seorang mahasiswa dan itupun sudah ditentukan oleh staf tata usaha, siapa yang akan mengawas.

Akhirnya setelah mendaftar menjadi pengawas dimana-mana (sebenernya temen yang daftarin), jadwal ngawas pun sudah ada untuk empat mata kuliah : Fisika, PPKN, Metstat, dan PIP.

Rabu, 21 Januari 2009, tepat pukul 10 pagi, saya bergegas ke Lab Fisika untuk briefing pengawas. Ternyata sudah mulai dari tadi briefingnya dan saya mengawas di RK C4 bersama kedua temen saya (Nadya dan Arie). Lama menunggu jemputan untuk ke FPIK dan akhirnya telat datang ke tempat ujian. Ternyata yang saya awasi saat itu ada 13 orang mahasiswa Statistika angkatan 45. Karena cukup bosan mengawas ujian Fisika, lebih baik foto-fotoin anak yang lagi ujian. Sayangnya, kamera HP saya itu ga’ bisa candid camera, suara kamera dan flashnya ga’ bisa dimatiin walau sudah dalam kondisi off. Untuk meredam suara kamera, saya tutup pakai jari speakernya (tempat keluarnya suara). Lucunya mereka, ada yang ngerjain soal Fisika sambil ‘makan’ KTM dan ada juga yang mukanya ketutupan rambut waktu ngerjain ujian…

mels-f0t0522(yang sebelah kanan lagi ngunyah KTM dan yang di belakangnya lagi nunduk ampe semua lembar jawaban ketutupan rambut)

Kamis, tepatnya jam 1 siang, saya bersama pengawas lainnya menuju GWW untuk ngawas ujian PPKN. Saya kebagian mengawasi di lantai dasar. Uh ga’ enak deh ngawas di ruangan besar seperti GWW, ga’ bisa duduk-duduk kelamaan atau sambil baca-baca di belakang. Ada dosen yang mengawasi serta pengawas-pengawas lain yang berseliweran. Untungnya waktu ujian cuma 90 menit dan ada HP yang selalu setia menemani. Ngawas ujian sambil dengerin musik, asik deh, walau pegel juga muter-muter ga’ jelas di tengah-tengah peserta ujian…

Hari ini, jumat jam setengah 2 siang, saya bergegas menuju tata usaha Departemen Statistika untuk mengambil soal dan lembar jawaban metode statistika. Ternyata soalnya baru diprint dan baru mau difotokopi, capek deh… Bentar lagi jam 2. Hari ini mengawas anak Manajemen 44 di HREK 1, cukup jauh dari departemen. Dengan tergesa-gesa, sampai juga di HREK 1 dan ujian baru dimulai pada pukul 2 lewat 6 menit. Kali ini mahasiswanya agak bandel, ada yang contek-contekan, tanya sana-sini, lirik kanan-kiri. Udah ruangan sumpek panas banget ditambah kebandelan mereka jadinya saya ga’ bisa santai-santai mengawas kali ini. Akibatnya saya sering mondar-mandir, bolak-balik sambil berdiri nyaris di setiap waktu ngawas. Duduk sebentar saja sudah ada yang tengak-tengok kanan kiri. Pegel banget rasanya, ga’ istirahat, berdiri dan bolak-balik demi uang 15 ribu rupiah. Wah capeknya,, sampai sekarang masih pegel-pegel rasanya… Kalau MK TPB saya bisa dapat 25 ribu sekali ngawas, untuk MK Statistika cuma dapet 15 ribu. Sore ini, uang tersebut udah tinggal 6 ribu karena 9 ribunya sudah saya belikan soto ayam dan jus jambu…

Tinggal satu lagi yang belum dilaksanakan, mengawas ujian PIP, selasa depan…

Hari ini, Senin 19 januari 2009, di tengah-tengah sunyinya kampus karena ujian, kami mahasiswa Statistika 42 malah ngumpul-ngumpul di Departemen. Mau ngapain sih??? Tentu saja hari ini ada pengumuman tentang BPMK dan penempatan daerah Praktik Lapang untuk semester delapan nanti…

Jam 10 pagi, kami sudah berada di ruangan seminar Statistika. Walau hujan deras kami tetap datang untuk mendengarkan pengumuman yang disampaikan… Deg-degan rasanya menunggu pengumuman penepatan Praktik Lapang. Ada 4 wilayah besar dan 1 wilayah tambahan tempat praktik lapang yaitu Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Tengah… Alhamdulillah,, saya ditempatkan di Jakarta, tepatnya di Perusahaan Jaringan Suara Indonesia, Jakarta Selatan.. Saya memang sudah siap ditempatkan dimana saja… Setelah pengumuman selesai, akan ada acara makan-makan bareng sebagai wujud kebersamaan kami semua disertai dengan pemberian kenang-kenangan pada Departemen Statistika sebelum kami berangkat praktik lapang…

Pemberian kenang-kenangan secara simbolis oleh komti mewakili stk 42 ke Bu Tami mewakili departemen

Pemberian kenang-kenangan secara simbolis

temen-temen lagi sibuk ngambil kertas pengumuman PL,, walau udah tau pada ditempatin dimana

Sibuk euy

Setelah pengumuman PL, saatnya makan-makan, nasi tumpengnya masih utuh… yummy

nasi tumpeng

Sekarang udah dibagi-bagi ke piring-piring,, ga’ sabar pengen makan…

mels-f0t0481

Makan-makan asikkk

mels-f0t0484Habis tak bersisa….

mels-f0t0488

Kalau pengen liat
ngumpul-ngumpul stk42 lainnya sok ada disini…

Yup, bagi Statistics Loverzz pasti akrab banget dengan judul di atas, Dalil Limit Pusat. Kebetulan saya ada tugas kuliah buat mensimulasikan dalil tersebut, terbesit di benak saya untuk menulis tentang Dalil Limit Pusat. Dari literatur yang saya baca, Dalil Limit Pusat ialah ialah suatu teorema yang menyatakan bahwa jika Sn merupakan jumlah dari peubah acak yang saling bebas maka fungsi sebaran dari Sn akan mendekati normal jika n menuju tak hingga. Kalau dari pengertian tersebut yang terbayang di pikiran saya ialah pendekatan bilangan normal dari penjumlahan n bilangan uniform. Yang saya ingat waktu kuliah tingkat dua, Dalil Limit Pusat itu menyatakan bahwa semua peubah acak jika jumlahnya banyak alias mendekati tak hingga maka peubah acak tersebut akan menghampiri sebaran normal. Di bukunya Walpole, Pengantar Statistika terdapat dalil yang menyatakan bahwa

Bila semua kemungkinan contoh acak berukuran n diambil dengan pemulihan dari suatu populasi berhingga berukuran N yang mempunyai nilai tengah µ dan simpangan baku σ, maka untuk n yang cukup besar sebaran penarikan contoh bagi nilai tengah μ dari xbar = µ dan simpangan baku σ dari xbar = σ/akar(n).

Dalil tersebut berlaku untuk pengambilan contoh dengan pemulihan. Ada lagi dalil untuk pengambilan contoh tanpa pemulihan, yaitu:

Bila semua kemungkinan contoh acak berukuran n diambil tanpa pemulihan dari suatu populasi berhingga berukuran N yang mempunyai nilai tengah µ dan simpangan baku σ, maka untuk n yang cukup besar sebaran penarikan contoh bagi nilai tengah μ dari xbar = µ dan simpangan baku σ dari xbar = (σ/akar(n))(akar((N-n)/(N-1)))

Kedua dalil di atas membentuk suatu dalil yang dinamakan dalil limit pusat karena untuk N yang relatif besar dibandingkan n maka N-nN-1 (akar((N-n)/(N-1))) akan mendekati satu. Isi dalil limit pusat yaitu

Bila contoh acak berukuran n ditarik dari suatu populasi yang besar atau tak hingga dengan nilai tengah µ dan ragam σ2, maka nilai tengah contoh x ( μ dari xbar) akan menyebar menghampiri sebaran normal dengan nilai tengah μ dari xbar = µ dan simpangan baku σ dari xbar = σ/akar(n) . Dengan demikian

z = (xbar-µ)/(σ/akar(n))

merupakan suatu nilai bagi peubah acak normal baku Z.

Dari dalil tersebut berarti apapun sebaran dari data yang ada, jika n cukup besar maka rataan dari data tersebut akan menyebar normal (µ,σ2). Sampai seberapa besarkah nilai n tersebut sehingga sebaran dari nilai tengahnya akan menyebar normal? Itulah pertanyaan yang sering kita lontarkan selama ini. Di buku Walpole menyatakan bahwa dalil tersebut akan berlaku untuk n ≥ 30. Untuk itu, mari kita simulasikan untuk melihat berapakah nilai n sehingga dalil tersebut berlaku. Algoritma untuk simulasi ini ialah:

  • Bangkitkan N data dengan sebaran tertentu, misal sebaran chi-square
  • Ambil contoh sebanyak n (mulai dari angka 1) dengan pemulihan atau tanpa pemulihan sebanyak k kali
  • Cari nilai tengah dan simpangan baku masing-masing contoh
  • Cari nilai rataan dan simpangan baku dari nilai tengah contoh tersebut
  • Buatlah histogram dari nilai tengah contoh-contoh tersebut atau lakukan pengujian formal untuk menguji kenormalan
  • Periksa apakah nilai tengah contoh tersebut menyebar normal
  • Lakukan berulang-ulang untuk n+1
  • Lakukan juga untuk k=N, k<N, k>N
  • Lakukan untuk sebaran yang berbeda-beda

Hasil simulasi menyusul…

*soalnya masih belum bikin macronya