Skip navigation

Monthly Archives: Oktober 2008

Kemaren malam sebelum pulang, kusempatkan untuk membeli soto ayam di Warnas Citra Islamic Balio. Sesampai kostan, setelah berbenah diri rencananya aku mau makan soto ayam yang kubeli. Sebelumnya, kulihat dulu handphoneku, ternyata ada 1 panggilan tak terjawab dan 1 sms. Mmmm, panggilan dari nomor yang tak kukenal (karena HP-nya error). Satu lagi, ada pesan dari nomor tak dikenal itu…

“Melisa, soto’y ktnggln”

Hah,,, aku langsung kaget,, melihat di sekeliling kamarku, ternyata soto ayam yang kubeli memang tidak ada… Sms itu dari teteh Warnas Citra Islamic. Hoho… Niat makan ditunda karena harus kembali ke warnas untuk mengambil soto…

Kejadian di atas bukan baru kali ini, mungkin sudah lebih dari 5 kali. Habis beli makan, bayar, makanan yang dibeli ditinggalkan. Parahnya, aku bener-bener lupa kalau makanannya ketinggalan. Malah bersikap biasa aja seperti tidak terjadi sesuatu… Sempat dulu di suatu malam ketika aku sedang menonton TV, habis pulang dari kampus dan membeli makanan, teteh Warnas Citra mengantarkan makananku yang ketinggalan ke kostan. Parahnya lagi, aku bener-bener ga’ tau kalau makananku ketinggalan… Bisa bingung sendiri, makananku kok ilang….

Ngomong-ngomong tentang pelupa, sering banget kejadian konyol terjadi. Misalnya, aku lupa dimana meletakkan buku yang baru 5 menit aku letakkan atau mungkin kurang dari 5 menit. Kalau HP tidak bisa dipanggil, mungkin sudah lama HP-ku hilang karena lupa diletakkan dimana.

Pelajaran penting buat orang-orang pelupa

  • letakkan sesuatu pada tempatnya biar ga’ lupa
  • buat list kegiatan yang akan dilakukan
  • catat kegiatan-kegiatan penting
  • coba fokus pada setiap kegiatan biar tak ada yang terlupakan
Iklan

http://melisa.co.nr, domain gratisan yang lupa bikinnya kapan….

barusan, iseng pengen liat apa isinya, ternyata….

Hahahahaha…. Malu-maluin ajah….

Fatal Error: bla…bla…

Kasian banget neh situs… lagi-lagi pemborosan…

Kapan-kapan akan kuperbaiki agar lebih baik lagi…. Sambil belajar juga….

Habis nge-vote, kasih alasan yah…

*lagi iseng neh

Menjelang ujian…..

Suasana mencekam…

Awalnya cukup kaget melihat jadwal ujian tengah semester yang terpampang di papan pengumuman departemen Statistika… Di sebuah kertas itu tertulis bahwa UJIAN KOMPREHENSIF akan diadakan tanggal 12 November 2008. Suatu kabar yang mengagetkan semua mahasiswa khususnya Statistika 42… Gimana ga’??? Persiapan buat ujian ajah masih minim…. Semua kaget atau pengen ketawa…. Campur-campur rasanya…

Setelah dikonfirmasi ke bu Markonah, ternyata jadwal ujian yang dipampang itu hanya plot jadwal dari IPB saja, bukan jadwal yang disusun oleh Departemen Statistika. Usut punya usut, ujian kompre akan diadakan menjelang UAS. Alhamdulillah,,, bisa sedikit bernafas lega…. 😀

Tinggal mempersiapkan diri untuk ujian-ujian lainnya, ex: MPTP, Analisis Perancangan Survey (APS), Simulasi Statistika… karena MK Topik Khusus tidak ada Ujiannya hanya ada tugas pengganti UTS…

Kabar gembira pun datang kembali tepat kemarin dan hari ini. UTS MPTP dan APS tidak ada. Sebagai gantinya, tugas individu dan kelompok yang bejibun, menyongsong kedatangan UTS…

Ga’ tau pengen senang atau sedih… Tapi yang pasti, waktu ujian = waktu mengumpulkan tugas….

UTS seminggu lagi… Tugas-tugas pun belum ada yang kelar…

Refreshing dulu kayaknya… Solusi yang terbaik menjelang waktu-waktu yang akan terpakai untuk mengerjakan tugas…

Kalau dulu Statistika dirasa cukup santai tanpa laporan-laporan tiap minggunya…

Sekarang semua terasa beda…

Kuliah boleh cuma 2 hari, Selasa dan Jumat… Diskusi tentang tugas malah sepanjang hari, sampai hari libur pun berada di kampus IPB tercinta ini…

Semua ini pasti ada maknanya… Semua ini akan terasa manfaatnya….

Tak ada suatu kegiatan yang sia-sia jika kita menjalankannya dengan sungguh-sungguh….

Semangat itu akan selalu ada disini….

Di dalam diri kita sendiri

World Class University, suatu kalimat yang mendengung dan menggema di sekitar kampus kita tahun lalu, 2007. Institut Pertanian Bogor dengan bangga mengumumkan bahwa pada tahun 2007, IPB terdaftar sebagai 500 besar Universitas Kelas Dunia (World Class University) menurut versi Time Higher Education Supplement (THES) World Universty Rangking. Spanduk berukuran besar ucapan selamat kepada universitas ini terpampang di dekat pintu masuk IPB. Suatu prestasi yang menggembirakan mengingat IPB tidak pernah sebelumnya berada dalam jajaran 500 universitas kelas dunia ini. Namun apa yang terjadi pada tahun 2008 ini, berbeda dengan universitas-universitas nasional lainnya seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadja Mada (UGM), IPB terlempar dari jajaran 500 universitas kelas dunia menjadi urutan ke-545. Ketiga universitas tersebut, UI, ITB, UGM, berhasil meningkatkan posisi mereka dari tahun 2007. Bahkan, UI berhasil menduduki posisi ke-287 yang meningkat jauh dari posisi tahun lalu yaitu 395. Kemerosotan peringkat IPB ini membuat kita bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di balik Universitas Kelas Dunia ini.

World Class University ialah suatu ukuran yang dipakai untuk menentukan peringkat perguruan tinggi di dunia menggunakan survei yang dikenal dengan The Times Higher Education Supplement (THES) yang setidaknya 13000 perguruan tinggi masuk dalam survey ini. Suatu survei dengan kriteria-kriteria tertentu. Adapun kriteria-kriteria tersebut ialah academic peer review dengan bobot 40 %, employer review dengan bobot 10%, faculty student ratio dengan bobot 20%, citations per faculty dengan bobot 20%, international faculty dengan bobot 5%, dan international student dengan bobot 5%. Academic peer review dilakukan dengan survei secara online yang disebar ke akademisi-akademisi di seluruh dunia. Employer review dilakukan sama seperti academic peer review yaitu dengan survei online ke para pekerja. Perbandingan mahasiswa dan pengajar, penghargaan yang diperoleh oleh para pengajar di suatu universitas, serta faktor internasional seperti banyaknya pengajar dan mahasiswa luar juga mempengaruhi peringkat suatu universitas.

Ada empat pilar kunci dari pendekatan universitas kelas dunia, yaitu research quality, teaching quality, graduate employability, dan international outlook. Research quality ialah indikator yang menunjukkan seberapa baik publikasi hasil penelitian suatu universitas. Jika suatu universitas merupakan pusat keunggulan dari multidisiplin ilmu maka universitas tersebut akan dikenal oleh seluruh dunia karena telah berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Indikator ini juga dapat dilihat dari kualitas peneltian, produktivitas (banyaknya paper yang dipublikasikan), penghargaan yang diperoleh, bahkan awards seperti penerima hadiah Nobel atau fields medals. Teaching quality ialah seberapa baik metode pengajaran yang dilakukan termasuk fasilitas pengajaran. Graduate employability ialah indikator yang menunjukkan seberapa baik lulusan universitas dapat bekerja dalam berbagai bidang serta seberapa besar gaji mereka. International outlook ialah indikator yang menunjukkan apakah universitas tertentu dapat berkontribusi tidak hanya bagi negaranya tetapi juga bagi negara lain yang dilihat dari proporsi mahasiswa asing, staf asing, mahasiswa pertukaran pelajar, serta kekuatan hubungan internasional dengan universitas lainnya di seluruh dunia.

Tujuan dari adanya Time Higher Education Supplement (THES) World Universty Rangking ini ialah mengetahui dan mengenali universitas-universitas sebagai organisasi multidimensi serta untuk menyediakan perbandingan secara global agar menjadi universitas berkelas dunia. Adanya World Class University ini tentu dirasakan manfaatnya bagi universitas-universitas di seluruh dunia. Suatu universitas akan lebih dikenal oleh dunia internasional yang imbasnya bisa pada berbagai hal. Misalnya, dengan adanya peringkat ini, banyak calon mahasiswa asing yang ingin belajar di universitas top dunia tersebut. Selain itu, peringkat universitas ini akan berimbas pada peningkatan kualitas dari universitas itu sendiri. Dengan adanya peringkat universitas ini, banyak upaya yang dilakukan universitas-universitas di seluruh dunia agar universitas-universitas tersebut dapat berstandar internasional. Penelitian-penelitian dalam berbagai bidang pun digalakkan, pembenahan kualitas dosen dan mahasiswa melalui metode pengajaran yang selalu diperbaiki pun dilakukan. Peringkat dalam World Class University ini seharusnya dapat bermanfaat bagi perkembangan pendidikan terutama di universitas di seluruh dunia tidak hanya menjadi suatu kebanggaan atau ‘gelar bergengsi’ semata.

Institut Pertanian Bogor sebagai salah satu universitas di negeri ini juga terkena dampak dari adanya peringkat dalam World Class University. Isu yang mulai berkembang sejak IPB masuk ke 500 peringkat dunia. Namun tahun ini, IPB tidak berhasil mempertahankan peringkat tersebut. Jika kita lihat dari indikator-indikator World Class University, banyak hal yang menyebabkan IPB belum mampu setaraf universitas-universitas luar negeri yang bertaraf internasional seperti Harvard University. Publikasi hasil penelitian di IPB masih minim. Jarang hasil penelitian IPB tersebar luas di masyarakat Indonesia apalagi sampai bertaraf internasional. Ironis sekali memang ketika tiap tahunnya ratusan bahkan ribuan hasil penelitian mahasiswa tidak dipublikasikan sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Begitu juga dengan fasilitas belajar di IPB yang masih belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh mahasiswanya. Jika ditinjau dari banyaknya mahasiswa asing di IPB, rasio/perbandingannya dengan seluruh mahasiswa IPB masih sangat kecil. Dosen IPB pun jarang sekali terdengar yang menerima penghargaan baik itu berupa penghargaan atas karya ilmiah yang dibuat atau penghargaan sebagai penerima hadiah Nobel.

Peningkatan kualitas pendidikan ke arah yang lebih baik terus diupayakan oleh IPB. Tidak hanya untuk menjadi universitas yang bertaraf internasional tetapi untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat, IPB selalu berusaha memberi yang terbaik. Berbagai usaha telah dilakukan oleh IPB untuk menyongsong universitas bertaraf internasional. IPB akan meningkatkan mutu atau kualitas pusat-pusat di bawah naungan LPPM IPB menuju World Class University. Diantaranya dengan meningkatkan publikasi jurnal internasional dan meningkatkan kualitas sistem informasi terutama database. Begitu juga dengan diadakannya Lomba Situs Web Unit Kerja IPB agar situs web IPB dan unit-unit di dalamnya dapat ditingkatkan dan disesuaikan dengan standar internasional yang ada sehingga dapat mendukung tujuan IPB agar termasuk dalam World Class University.

Upaya-upaya lain yang seharusnya dilakukan oleh IPB menuju World Class University ialah menawarkan paket-paket kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan kepada mahasiswa dari perguruan tinggi luar negeri yang ingin melakukan International Exchange di Indonesia. IPB juga dapat memfasiltasi mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan International Exchange dengan bekerja sama dengan KBRI dan universitas di negara tujuan. Selain itu juga, IPB harus segera menggalakkan publikasi internasional. IPB juga harus mengembangkan dan menerapkan IPTEK pertanian yang bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa dan seluruh umat manusia. Peran pemerintah pun akan cukup andil dalam perwujudan IPB menuju World Class University dengan kebijakannya mengenai dana pendidikan. IPB yang merupakan salah satu universitas yang membebankan biaya yang murah bagi mahasiswanya akan sangat terbantu dengan adanya peningkatan dana pendidikan dari pemerintah.

World Class University jangan dijadikan tujuan utama bagi IPB. Jangan sampai IPB melakukan jalan pintas untuk menuju World Class University. Tujuan utama IPB ialah mampu memberikan ilmu yang dapat bermanfaat bagi perkembangan IPTEK dan sumber daya manusia. Sesuai dengan motto IPB, IPB harus mencari dan memberi yang terbaik bagi bangsa dan masyarakat di seluruh dunia. Seluruh civitas akademika IPB hendaknya berpartisipasi dan memberikan persembahan terbaik bagi IPB. Sebagai mahasiswa, kita harus menyikapi bahwa World Class University ialah suatu tujuan demi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Mari kita dukung perwujudan IPB sebagai universitas bertaraf internasional.

*)suatu pandangan seorang mahasiswa

Lagi-lagi, kejadian yang terlupakan olehku di Jumat, 17 Oktober 2008. Pagi itu, aku mencoba mengingat apa saja yang akan kulakukan. Oh, jam 9.30 ada Halal Bihalal Statistika, jam 10.30 praktikum Simulasi Statistika, jam 13.15 kuliah Simulasi Statistika, sorenya mau ngumpulin anak-anak sekelompok buat ngomongin tugas MPTP. Habis sholat Shubuh, kuhabiskan waktu untuk melihat lembaran bertumpuk-tumpuk yang dari semalam ada di kasurku. Sambil mengkoreksi semua tugas itu, aku pun masih sempat-sempatnya smsan dengan teman-temanku anak Statistika juga. Jam 7 kurang 10 menit, hp berdering, ada 3 sms masuk, 2 sms dari temanku dan satu sms lagi dari seseorang mahasiswa TPB angkatan 45. Apa isi smsnya….???

Lupa Lagi

Aslkm. Mb’, ntar jam 7 jadi kan?

Heh,, sumpah,, aku lupa kalau hari itu aku ada janji dengannya, Iyank namanya. Seorang mahasiswi baru yang beberapa hari yang lalu menghubungiku untuk privat Pengantar Matematika. Iyank adalah teman dari salah seorang yang pernah ikut privat denganku. Dulu, aku bersama teman-teman memang pernah membuka kelas belajar terbuka untuk mata kuliah Pengantar Matematika seperti yang banyak dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa FMIPA lainnya dengan tujuan mencari sedikit tambahan penghasilan dan mengisi waktu luang. Sekarang sebenarnya kami tidak mempromosikan lagi kelas belajar tersebut. Mahasiswa, apakah layak ikut bimbingan belajar? Saya juga pernah ikut bimbingan belajar waktu TPB, maklum saya masih belum percaya diri, belum percaya pada kemampuan diri waktu itu…

Kembali ke agenda yang terlupakan, kegiatan mengajar pertama yang seharusnya ada pagi itu jam 7 pagi. Aku langsung panik dan membalas sms tersebut,

Jadi, tapi mulainya jam setengah delapan aja, aku masih ada urusan di kostan…

Sebenarnya hanya untuk mengulur waktu untuk mandi dan bersiap-siap, sayangnya Iyank sudah berada di kortan ketika itu. Aku segera ke kamar mandi,,, tet tot,,, airnya mati,,, terpaksa mandi dengan air seadanya yang masih tersisa di bak mandi. Setelah itu aku sibuk mencari-cari catatan kuliah PM dulu serta modul yang telah kami persiapkan waktu dulu. Berangkat ke kampus dengan tergesa-gesa sambil membaca catatan, tidak lupa pula untuk fotokopi modul terlebih dahulu. Masih inget ga’ ya PM itu kayak gimana,,,, Pertemuan pertama sudah menimbulkan kesan yang tidak baik, mana belum baca lagi bahannya. Ya Allah, mudah-mudahan aku masih inget…

Jam 7 lebih 25 menit sampai juga di kortan, tempat pertemuan. Kulihat seorang mahasiswi yang sedang duduk sambil mengerjakan soal-soal ujian PM. Itu pasti Iyank. Kutemui dia dan berkenalan, maapkan aku karena telat. Untung saja ini baru pertemuan pertama, baru membahas logika matematika. Modul yang dulu kami susun sangat membantu. Kegiatan mengajar pun berjalan lancar… 😀

Curhat

Setelah mengajar privat, rencananya aku mau ikut halal bihalal tapi kok ga’ mulai-mulai yah??? Akhirnya waktu dihabiskan dengan mengobrol dan curhat…Curhat hanya untuk sekedar menenangkan hati dan pikiran. Hari ini, banyak temanku yang curhat dengan segala permasalahan yang ada. Level 7 FMIPA merupakan tempat terbaik untuk merenung dan curhat ketika kepenatan melanda. Tempat andalan ketika aku dan teman-temanku merasa bosan, penat, sedih ataupun senang. Tempat yang asik untuk memandang keadaan sekitar untuk menghilangkan rasa jenuh. Turun dari level 7 akan membuat hati menjadi lebih tenang.

Masalah halal bihalal terlewatkan begitu saja.

Mengingatkan Kembali

Kuliah siang itu membahas pembangkitan bilangan acak normal dari bilangan acak seragam. Aku belum baca bahan kuliah sama sekali (memang selalu begini sih sebenarnya). Kami diminta mengingat kembali mata kuliah semester 3 dan 4 karena masih berhubungan dengan bahasan kali ini. Waktu membahas Jacobian, teman-teman bilang kalau itu ada di mata kuliah Teori Statistika 1. Emang ada yah? Perasaan di Kalkulus 3 deh, apa di Analisis Numerik yah. Kenapa aku ingetnya di mata kuliah non-Statistika bukan di mata kuliah Statistika seperti yang dipikirkan teman-temanku. Pasti teman-teman sudah mempersiapkan diri untuk ujian komprehensif pikirku, lah aku? Apa udah belajar???

Ketika ditanya suatu pertanyaan sederhana tentang Teori Statistika 1, ada yang menjawab dengan benar. Aku bertanya kepadanya dengan seriusnya, ”emang kenapa jawabannya kayak gitu?”.”Gw gitu loh”, jawabnya sambil ketawa dan agak-agak narsis. Aduh, bukan jawaban itu yang aku inginkan…Huh,,, harus belajar lagi neh…

Hari itu aku diingatkan pada ujian komprehensif yang akan diadakan semester ini. Sudah sampai mana persiapkanku??? Masih 5%, ga’ lebih…

Aku juga jadi sadar kalau UTS itu sebentar lagi, tugas-tugas kelompok dan individu tiap minggu untuk semua mata kuliah belum dikerjakan. Apa saja yang telah kulakukan selama ini? Belajarkah? Ngerjain tugaskah? Atau sibuk memikirkan penelitian? Ga’ juga…

Change!

Aku harus berubah… pikirku…

Kapan lagi mau mulai? Jangan hancurkan usaha 3 tahunku ini hanya dengan kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting. Aku harus melawan semua rasa malas dan jenuh… Perjuanganku belum selesai… Target semester ini harus tercapai… Ujian komprehensif jangan sampai gagal, begitu juga dengan mata kuliah lainnya. Penelitian? Lupakan dulu untuk sementara setelah ujian komprehensif selesai…

Ya Ya,,, apakah IP 4 semester ini hanya menjadi impian??? Impian yang harus kuwujudkan…

Smangat!!!

Hari ini, liat-liat lagi friendsterku yang udah lama banget ga’ diliat karena waktu itu teman SMA bilang, “kok ga’ dibales komenku”…
Setelah agak sorean, emang lagi ujan sih, jadi liat n bales komen temen…
Pas liat profilnya, eh udah lama banget ga’ diupdate…
di bagian tengah, ada blognya juga ternyata…
Hohoho… Blog pertamaku…
http://lee-cha.blog.friendster.com/ dengan judul coba-coba, emang lagi nyoba-nyoba sih bikin blog…
baru pertama kalinya tau blog…
Isinya cuma 3 tulisan…
Lalu aku bikin lagi blog di wordpress…
Blog yang tetap aku update selama ini, ya ini
https://visakana.wordpress.com/
Pengen juga nyoba-nyoba bikin blog di tempat laen, mampirlah ke blogspot n bikin blog baru
http://jeruk-orange.blogspot.com/
dengan judul evaluasi diri, awalnya dibuat untuk evaluasi diri, ternyata sampe sekarang cuma ada 2 tulisan…
Kasian 2 blog yang ga’ aku urus ini… cuma jadi sebuah nama…

Kemaren malam ketika waktu makan malam tiba…

Ibuku mengajak makan semua yang sedang berada di rumah kami termasuk aku, adik-adikku, kakakku dan sepupu-sepupu kecilku.

Ibuku: “Ayo semuanya makan dulu…”

Tiba-tiba sepupuku, Oza, mengatakan sesuatu yang mengagetkanku

Oza: “Ga’ ah, kami lagi diet…”

Aku ga’ bisa menahan ketawa karena ini memang kejadian langkah. Kutanya balik ke sepupuku, Oza…

Aku: “Emang siapa yang diet Za?”

Oza: “Kami bertiga, Aku, Dona sama Gilang”

Tambah pengen ketawa lagi deh…

Oza, sepupuku yang masih berumur 11 tahun, sekarang ia masih duduk di kelas 5 SD..

Dona, adik perempuanku, masih berumur 13 tahun, sekarang sudah kelas 3 SMP. Adikku ini emang paling sehat di antara kami berempat.

Gilang, sepupuku juga, umurnya baru 8 tahun, masih kelas 3 SD.

Mereka bertiga emang kelihatan sehat diantara kurcaci-kurcaci lainnya (kurcaci=sebutan untuk anak2 kecil di keluarga besarku termasuk adik-adikku serta sepupu2ku). Ada banyak kurcaci-kurcaci lain seperti adekku Tika, sepupu2ku Yoga, Kiki, dan Odi yang sekarang udah tambah gede aja.

Lalu aku bertanya kembali pada Oza,

Aku: “Emang diet itu kayak gimana Za?”

Oza: “Ya makan cuma 2 kali sehari, olahraga, dan maen monopoli”, jawab Oza dengan polosnya…

Aku: “Buat apa emangnya diet itu?”

Gilang: “Biar langsiiiing”

Oza: “Mau ngecilin perut dan biar langsing”

Hahahah…. Aneh-aneh aja itu anak-anak… Padahal lagi dalam masa pertumbuhan udah tau diet aja. Mereka jadi ga’ mau makan malam karena diet. Bahkan malam2 pun mereka masih aja lari-larian dengan alasan olahraga. Dasar anak-anak, padahal Aku sedang berjuang keras buat nambah berat badan, eh malah mereka dengan gampangnya bilang mau diet. Hahahaha…. Aneh-aneh aja….

Entah mungkin kata itu yang pantas kukatakan pada kondisiku saat ini… Yah, aku memang kecanduan… Tak tau ini virus darimana asalnya, aku pun terjebak didalamnya dan tidak bisa dihentikan. Tiap hari rasanya harus kulakukan jika tidak ada perasaan aneh yang muncul…

Tiap hari rasanya pengen banget ngenet, terutama ngejunk alias nyampah di forum IPB. Awalnya aku ikut forum ini karena melihat temanku nur andi yang sudah ikut duluan pada pertengahan tahun 2007. Waktu itu aku bersama temanku, Itcieh, register atas nama bersama yaitu jeruk. Aku dan Itcieh diskusi dahulu untuk posting sesuatu di forum IPB. Lama kelaman hanya aku yang mengelola si jeruk sampai-sampai sempat dibanned oleh moderator karena menggunakan nama samaran. :p

Aku pun kembali register dengan nama asli dengan nickname m3l1sh. Forum kugunakan untuk mendapatkan info yang kurasa cukup berguna bagiku. Di awal tahun 2008, aku sangat merasakan kegunaan forum IPB. Forum IPB telah membantuku mengerjakan tugas/proyek kelompokku yang sedang dikejar deadline. Thanks banget bagi yang udah membantuku mengerjakan tugas RPL.

Liburan awal tahun 2008 menjadi awal mula perubahan postingku di forum. Dulu aku tidak pernah memposting sesuatu yang tidak terlalu berguna (junk), bahkan tidak berani untuk melakukan hal itu seperti yang dilakukan oleh orang2 sebelumnya. Namun semenjak liburan itu, aku pun sering posting yang ga’ berguna hanya untuk menghabiskan waktu. Sampai sekarang aku pun sering melakukannya walau sudah agak dikurangi karena liburan di rumah (malu soalnya, mahasiswi kok gitu yahhh). Gimana ini?!! Harus dikurangi atau dipertahankan? Yang jelas aku tidak bisa lepas dari internet. Tidak bisa lepas dari semua ini, entah sampai kapan….