Skip navigation

Sudah 6 bulan lebih lamanya, tidak pernah menulis sepatah kata pun disini. Tepat tanggal 13 April yang lalu, tulisan terakhir  terpampang disini. Aku pun membisu setelah itu.

Delapan Bulan

Saat tulisan ini kuketik, nyaris delapan bulan aku berada disini, melakukan, mengamati, melihat, mendengar, merasakan, memikirkan sesuatu. Aku berusaha keras memikirkannya bahkan terlalu memikirkannya hingga kadang tak masuk logikaku sebagai makhluk yang berakal. Aku berpikir, berpikir mencoba memahami apa yang sebenernya terjadi di diriku, di mereka, di lingkungan sekitarku. Aku mencoba menganalisis peristiwa, tapi kadang tercampur-aduk dengan perasaan. Aku mencoba berontak, berlari, dan bersembunyi. Tapi kusadari, itu hanya sia-sia. Kulihat mereka tenang-tenang saja, lebih tenang dari air di dalam sumur yang tak tersentuh. Walau kadang mereka ricuh, bagai ombak di tepi karang curam. Ah, aku terlalu bimbang!.

Aku hanya bisa tersenyum :), tertawa :D, dan menangis :'(.

Kehidupan memang rangkaian kompleks. Mungkin sekompleks rumus-rumus yang ada di statistika dasar. Bahkan tidak mempunyai pola, sungguh menakjubkan. Semuanya ialah kejutan. Kejutan-kejutan kecil dari Tuhan.

Belajar Memaknai

Kejutan yang Ia berikan tiap detiknya, membuatku belajar dari waktu ke waktu. Aku mencoba bagaimana menyikapi kejutan itu. Kadang aku meledak, meledak memerah bagaikan sebuah bom waktu. Kadang aku tenggelam, bagai jangkar kapal yang terbenam. Kadang aku membatu. Tak tau mau berbuat apa lagi. Rangkaian peristiwa membuatku berpikir, aku harus berjuang, aku harus bersabar, aku harus tersenyum, aku harus bersyukur. Kapan pun dan dimana pun aku berada.

Terima Kasih Tuhan :).

Iklan

5 Comments

  1. Berpikir, berjuang, bersabar, menangis, tersenyum, tertawa serta berusahalah untuk selalu bersyukur adalah rangkaian dalam kehidupan yang penuh misteri ini ca. Sebab dengan kite bersyukur sera bersabar maka kite akan merasakan keindahan hidup ini…!!!

  2. nyelah nian kak, walau kadang nyagu, anye harus tetap bersabar

  3. mel teruslah belajar hidup, belajar agar hidup tidak sekedar untuk hidup, tapi hidup agar semua orang bisa hidup, agar semua orang disekeliling mel bisa hidup tanpa dibutakan oleh kepentingan-kepentingan picik manusia, tanpa dibutakan oleh kemauan binatang manusia, mulailah dari yang terkecil di sekeliling mel.

  4. hmmm…bisa jadi referensi nih mba…udah mau lu2s nih…ga nyangka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: