Skip navigation

Monthly Archives: Februari 2009

Menyambung report sebelumnya di minggu pertama, ga’ kerasa, sudah berjalan 2 minggu kegiatan praktik lapang. Ayo kita lihat aja kegiatan per harinya di minggu kedua…

Senin, 23 Februari 2009, menyambung kerjaan minggu sebelumnya

Hari itu aku berangkat dari Bogor sekitar pukul setengah 6 pagi, bareng Nunung dan Akang yang mau ke sawah besar. Nyampe di stasiun sekitar jam 6 lewat, naek KRL ekonomi. Setelah jalan menyusuri gerbong demi gerbong, tibalah di gerbong paling depan, tetap ga’ dapat tempat duduk. Berdirilah kami bertiga di dekat pintu dan tak lama muncul mb Ning, di dalam gerbong yang sama. Mb Ning alias Itcieh mau berangkat ke MARS, tempat PL-nya. Maklum, tiap hari bolak-balik Bogor-Jakarta. Nunung membuka tas dan membagikan roti tawar. Laper euy,, ga’ tahan deh kalo bolak-balik PL-nya tiap hari.. Stasiun demi stasiun dilalui, gerbong semakin padat dengan orang-orang yang mau ke Jakarta, semakin terjepit, dan kayaknya bakalan susah banget buat keluar. Sementara aku membawa tas yang berisi laptop dan pakaian serta sebuah meja kecil yang terbuat dari kayu yang harganya 10ribu rupiah waktu matrikulasi TPB dulu. Bingung, gimana cara keluarnya yah, sempat terpikir meja akan dikeluarkan dari jendela dibantu oleh mb Ning dan Nunung yang sudah mendapatkan tempat duduk di kereta. Hmmm tinggal satu stasiun lagi menuju Pasar Minggu, mencoba beranjak semakin dekat ke pintu, huh panas,,, gotong-gotong meja, nyelip-nyelip, alhamdulillah bisa keluar dari KRL. Udah pasrah kalo kelewat stasiunnya, ntar naik KRL arah sebaliknya karena memang sangat padat kondisinya. Jam 7.30 pagi sudah sampai di kostan dan bersiap-siap untuk ke kantor/tempat PL. Seperti biasanya, masih mencari data desa/kelurahan, kecamatan di provinsi, tinggal 12 provinsi lagi. Ga’ seperti minggu lalu, pencarian terasa lebih mudah karena tidak sampai ke level desa. Alhamdulillah, hari itu tinggal provinsi Papua Barat yang belum selesai…

Selasa, 24 Februari 2009, copy foto caleg dan Papua Barat

Hari itu, kami mendapat kerjaan tambahan yaitu menyalin foto caleg Provinsi Banten dari pdf ke excel. Setelah menyelesaikannya, lanjut ke data Papua Barat. Data desa di kecamatan baru di Papua Barat tidak tersedia. Wah,, seharian cuma mencari data itu dan ga’ ketemu, sudahlah ku tinggalkan sajalah. Sorenya, kami diberi data hasil survei untuk daerah pemilihan di Jawa Tengah. Rencananya, besoknya kami disuruh eksplorasi data tersebut. Asik, ketemu sama aplikasi statistika.

Rabu, 25 Februari 2009, Eksplorasi sendiri

Hari itu bertepatan dengan hari wisuda, teman se-PL, Dicky, izin ke Bogor untuk mengunjungi wisuda saudaranya :P. Aku sendiri di ruangan yang biasanya ada empat orang. Kemanakah 2 orang lainnya? Ada yang ke Jawa Tengah dan satunya lagi ke Makasar untuk kerja pastinya, ketemu klien disana. Pagi itu, kudapatkan email berisi petunjuk eksplorasi yang harus kulakukan dari hasil survei tersebut. Setelah kubaca-baca, tak lama kemudian, Kak Kanta, pembimbing PL-ku disana datang dan menjelaskan apa yang harus kulakukan. Eksplorasi data dengan SPSS. Ada 40 lebih slide yang berisi tabel-tabel yang harus diisi. Kumulai semuanya, tapi tak tau kenapa, penat banget rasanya. Ada bagian yang salah interpretasi dan harus diulang. Hari itu terasa melelahkan dan kulanjutkan di malam harinya eksplorasi data tersebut.

Kamis, 26 Februari 2009, Melanjutkan Eksplorasi

Karena ada beberapa yang tidak sesuai antara template dan data, hari itu kulanjutkan lagi eksplorasi data. Setelah selesai membuat laporannya rencananya mau melanjutkan pembuatan database yang tertunda. Ternyata, menjelang jam pulang barulah selesai laporannya. Pembuatan database harus ditunda.

Jumat, 27 Februari 2009, Frame Sampling

Eksplorasi data sudah selesai dan itu hanya latihan. Pembuatan laporan sesungguhnya akan dimulai setelah data survei di Banten selesai. Hari itu, kuputuskan untuk merancang database dan apa aja yang akan ditampilkan dalam sistem yang akan kubuat nantinya. Baru membuat rancangannya, pembimbingku menjelaskan apa saja yang kurang dalam laporan eksplorasi data yang kbuat kemarin. Masih ada yang perlu diperbaiki. Setelah itu, aku diajarkan cara membuat sampling frame untuk survei yang sering dilakukan disana. Tugas selanjutnya ialah membuat sampling frame untuk beberapa daerah mulai dari kabupaten, daerah pemilihan, provinsi sampai untuk survei nasional. Hari itu juga kusadari bahwa pembuatan database sepertinya merupakan pekerjaan rumah karena di tempat PL selalu ada yang bisa dikerjakan selain browsing, chatting, dsb.

Sabtu, 28 Februari 2009, Back to Bogor

Yup, hari ini kembali lagi ke Bogor. Kenapa?

  • Akses internet di kostanku di Jakarta susah, walau di Bogor akses internetku juga udah dicabut, seenggaknya bisa nebeng ke temen atau lari ke kampus
  • Ga’ ada TV walaupun teman depan, samping kamar punya TV tapi kan ga’ enak ga’ bisa bebas nontonnya, ga’ bisa mindahin channel.
  • Makanan mahal disana
  • Sepi, walaupun ada teman sekostan
  • Janji mau ngasih installan software ke temen di Bogor
  • Ada makan-makan di kostan di Bogor, ultah pernikahan bapak ma ibu kost, hehehe
  • Pengen ke pasar kaget
  • Pengen mandi di aer yang agak ademan

Sekarang harus bikin rencana selanjutnya… Baca-baca lagi dan banyak belajar lagi,, Semangat

Iklan

Ga’ mau kalah dengan Nadya dan Dini yang udah bikin report PL selama seminggu ini, aku yang juga lagi PL mau bikin report juga selama seminggu ini..

Minggu Pertama

Hari Pertama, Senin, 16 Februari 2009, Mau ngapain yah hari ini?

Berangkat jam 8 pagi dari kostan bareng si Dicky, lewat jalan tikus yang pernah dilalui dulunya. Nyampe jam 8.30, mmm kepagian.. Masih lumayan sepi disana, JSI. Kami duduk di sofa sambil menunggu seorang bapak yang menyapa kami tadi.  Kami menuju ke ruangan yang terdapat meja-meja. Seorang office boy menawarkan minuman ke kami, yup, segelas teh hangat. Sebuah komputer baru belum terpasang. Kami membantu menata ruangan dan komputer pun selesai dipasang. Baru satu komputer dan itu ialah komputer yang akan kupakai selama 7 minggu PL. Sementara satu komputer lagi besok baru akan dipasang. Jam 9.30, kami mencoba internetnya, langsung instal menginstall software yang dibutuhkan. Karena merasa menganggur, kami ke atas mencari pembimbing yang akan memberikan tugas…

Jam 11 WIB, pembimbing pun datang dan memberikan tugas…

Mmmmm….

Tugas kami ialah mencari data nama desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota terbaru di semua provinsi di Indonesia diinternet, tentu saja ada data awal untuk tahun 2005. Ada 33 provinsi, kumulai dengan data Sumsel, sedangkan Dicky Sumbar sesuai dengan daerah asal masing-masing…

Satu hari belum selesai untuk satu provinsi, dilanjutkan di hari kedua

Hari Kedua, Selasa, 17 Februari 2009, Makanan banyak banget, Kenyang deh

Berangkat jam 8.30, karena perjalanan kurang lebih ditempuh dalam waktu 20 menit (untuk jalan kaki yang agak cepat). Melanjutkan kembali pekerjaan kemaren, alhamdulillah selesai satu provinsi dan dilanjutkan ke provinsi lain…

Hari itu cukup spesial, karena banyak makanan yang disediakan.

Pagi, seperti biasa minum teh hangat.

Jam 10.30, sebuah kue yang cukup banyak (ga’ tau nama kuenya, bentuknya bulat, manis)

Jam 11-an, makan siang seperti biasa lengkap disajikan.

Sorenya, Wingko Babat juga datang menghiasi meja kami..

kenyang banget hari itu,, nyaammmmm

Hari Ketiga, Rabu, 18 Februari 2009, Masih berkutat dengan data,, ahhh

Masih melanjutkan pekerjaan sebelumnya…

Baru dua provinsi dan belum selesai…

Hari Keempat, Kamis, 19 Februari 2009, Monitor Meledak

Masih mencari data, dua provinsi beres, Horeeee,, lanjut ke provinsi selanjutnya, NAD…

Ketika makan siang dengan asiknya, sambil membaca-baca data yang ada, tiba-tiba terdengar suara seperti ledakan kecil, monitor pun mati.. tercium bau kabel gosong dari dalam monitor.. What happen??? segera kumatikan komputer itu dan melanjutkan makan. Pembimbingku pun datang dan melihat keadaan komputer…

Ya sudahlah,, komputer kumatikan dulu daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Karena nganggur ga’ punya komputer dan laptop pun ga’ dibawa, akhirnya chatting pake hape… Karena bosen, masih 3 jam menunggu jam pulang, akhirnya kuputuskan untuk izin pulang duluan dan mengerjakan di kostan. Namun sebelumnya, aku telah mencari data dahulu di komputer temanku..

Hari Kelima, Jumat, 20 Februari 2009, Kerjaan diperringan, alhamdulillah

Seperti biasanya, kerjaan masih sama, yang beda ialah setelah diberi tahu apa yang akan kami kerjakan selanjutnya setelah data ini selesai (membuat database dari data tersebut dan ditampilkan dalam bentuk web),  kerjaan mencari data desa diperringan, hanya sampai level kabupaten dan kecamatan. Alhamdulillah,,, hari itu kuselesaikan data 4 provinsi…

Target selanjutnya

Menyelesaikan pencarian data terbaru di minggu kedua serta menyelesaikan database dan web di minggu ketiga dan keempat. Setelah itu baru aplikasi statistika diterapkan, di tiga minggu terakhir…

Pengen mencicipi aplikasi statistikanya seperti temen-temen yang laen…

Semangat Buat PL…

Sabtu, 14 Februari 2009, menjelang praktik lapang pada hari senin, kuputuskan untuk mengangkut barang-barang dari Dramaga ke Warung Buncit. Satu tas besar yang kubawa dari rumah saat pertama kali datang ke IPB sudah berisi baju-baju, buku-buku, bahkan sepatu. Cukup berat bagiku untuk mengangkatnya, tapi selama masih bisa diangkat niat pindahan tetap dijalankan. Pukul 9.30 WIB aku berangkat dari kostan, di depan kostan langsung naik angkot kampus dalam dan berhenti di depan Al Amin karena saya harus mengambil uang dulu di ATM. Di depan Al Amin, terlihat temanku Nunung dan Isna dengan barang-barang bawaannya. Sebuah monitor di dalam kardus besar dan tas punggung yang dikenakan Nunung, sedangkan Isna terlihat membawa tas kecil dan membawakan tas yang nyaris sama besarnya dengan punyaku yang berisikan baju-baju dan barang-barang punya Nunung. Isna hanyalah membantu Nunung untuk membawakan barang-barang. Kasihan Nunung yang harus memindahkan komputernya dari Dramaga ke Kemayoran apalagi kalau sendirian. Setelah mengambil uang di ATM yang rencananya buat membayar kostan di Jaksel selama sebulan, kami bertiga “The Power Puff Girls” siap berangkat menuju Stasiun Kota Bogor. Satu angkot setengahnya penuh dengan barangku dan Nunung. Sesampai di stasiun, huff, harus berjalan agak tertatih membawa tas besar tersebut. Aku dengan tas punggung dan tas besar yang dijinjing. Isna dengan tas besar yang juga dijinjing dan Nunung dengan monitor dan tas punggungnya serta ada bungkusan sepatu di atasnya. Tawaran dari beberapa orang bayaran untuk membawakan kami tolak. Setelah membeli karcis kereta ekonomi Bogor-Jakarta kami kembali membawa barang masuk ke dalam kereta menyusuri gerbong demi gerbong mencari tempat duduk yang kosong. Alhamdulillah, ada bangku yang masih kosong, setelah meletakkan barang di bawah kursi, kami pun duduk dengan penuh keringat. Fuih,, jualan keringat kali yah, capek banget pokoknya.

Stasiun demi stasiun dilalui, gerbong pun penuh dengan orang-orang yang berjejalan di dalamnya. Tibalah di Stasiun Pasar Minggu Baru dan akupun harus turun meninggalkan Isna dan Nunung yang masih di dalam karena mereka akan turun di Stasiun Sawah Besar. Setelah berpamitan, aku melangkah sendiri kembali dengan tertatih-tatih mencoba keluar dari Stasiun Pasar Minggu. Baru beberapa meter membawa tas besar tersebut aku pun berhenti sejenak karena kecapekan. Tibalah seorang ibu yang baik hati yang menawarkan jasa membantuku membawa tas besar tersebut tanpa pamrih. Terimakasih Allah, kau kirimkan bantuanmu melalui seorang ibu yang baik hati. Ibu tersebut juga ingin ke Daerah Buncit ingin menyusul suaminya yang sedang kerja disana. Ibu tersebut membantuku membawakan barang sampai di pasar Pasar Minggu dekat dengan Metro Mini 75. Keringat kembali bercucuran. Belum hilang rasa capek tersebut, aku turun dari metro mini dan ternyata gang tempat kostan baruku berada terlewati mungkin sejauh 30 meter. Ku kumpulkan sisa-sisa kekuatanku untuk membawa tas besar tersebut. Memasuki gang kugendong tas tersebut. Alhamdulillah, sampai juga di kostan. Sepi terlihat disana, kucoba mengetuk pintu dan mengucapkan salam, tak ada balasan. Handphone pun kukeluarkan dan kuhubungi orang yang punya kostan, Bang Judin namanya. Ternyata Bang Judin sedang berada di luar rumah dan tak lama kemudian Bang Imron kakaknya Bang Judin datang dan membukakan kostan dan kamar yang akan kutempati. Masih ada dua kamar kosong dan kuputuskan untuk memilih kamar yang jauh dari pintu. Kurasa itu pukul 13.00 aku tiba disana dan membereskan kamarku. Setelah sholat dan menata baju-baju ke dalam lemari dan barang-barang lainnya. Kuputuskan untuk beristirahat sejenak. Pukul 14.30 aku meninggalkan kostan tersebut untuk kembali ke Bogor dan membeli setrikaan disana. Betapa kagetnya aku saat membeli sebuah Teh Kotak di dekat kostan karena harganya Rp 3500. Teh Kotak termahal yang pernah aku beli.

Sesampai di Stasiun Pasar Minggu, perutku mulai bereaksi alias kelaparan, beberapa potong kue kubeli di stasiun untuk mengganjal perut sambil menunggu kereta ekonomi mampir ke stasiun. Seperti biasanya, kereta ekonomi penuh sesak dengan orang-orang yang tak tau mau kemana. Aku berdiri diantara orang-orang dengan berbagai macam bau keringat. Keringatku pun mengucur karena pengapnya suasana kereta ekonomi. Berdesak-desakan dan kunikmati dengan senyuman. Tak tau kenapa, setiap kuberdiri di atas kereta yang sedang melaju kencang, aku membayangkan bahwa aku adalah manusia pengendali kereta layaknya Avatar pengendali angin yang sedang berdiri di atas awan. Hahaha, goncangan-goncangan itu serasa tabrakan awan-awan kecil di atas langit dan tugasku adalah menstabilkan goncangan awan maksudnya menstabilkan diri agak tidak jatuh dan bergoyang di dalam kereta. Ingin rasanya aku foto suasana kereta tersebut.

Satu stasiun sebelum stasiun Kota Bogor. Tiba-tiba terdengar suara yang cukup mengagetkan, “tok”, seperti suara serpihan. Ibu-ibu yang tadinya bergelantungan di dalam kereta tiba-tiba pindah ke gerbong lain. Bapak-bapak berkumpul menuju sumber suara dan kulihat darah berceceran dekat dengan gerombolan bapak-bapak tersebut. Apa yang terjadi? Suara tadi adalah suara batu yang mengenai kepala penumpang kereta yang sedang duduk dengan tenangnya. Tak tahu sengaja atau tidak sengaja, batu itu terlempar dari luar kereta yang sedang melaju kencang mengenai kepala salah satu penumpang. Darahnya banyak sekali berceceran, tak sanggup aku melihat kesana. Ternyata bukan hanya bapak tersebut yang terkena lemparan batu tersebu, tepat di belakangku, duduk seorang pemuda yang kepalanya dekat bagian telinga sedang di kompres menggunakan kain. Ternyata pemuda tersebut juga mengalami nasib yang sama. Kepalanya bocor karena batu yang tak tau sengaja atau tidak sengaja terlempar tersebut. Suasana kereta jadi mencekam buatku. Syukur aku masih selamat dan tidak terkena lemparan batu tersebut. Tak taulah apa yang terjadi jika aku duduk di kereta dan tiba-tiba batu mengenai kepalaku disertai kucuran darah segar yang mengalir. Hidup ini memang penuh resiko. Tak hanya di dalam kereta, di dalam kamar yang nyaman pun masih ada resikonya. Kita sebagai manusia tidak punya kuasa apapun terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya.

Akhirnya sampai juga di pemberhentian terakhir, yup, Stasiun Kota Bogor. Dengan meninggalkan kondisi mencekam di dalam gerbong itu aku berjalan keluar stasiun dan menuju Pasar Anyar untuk membeli setrika karena takut tokonya tutup. Berjalan menyusuri pasar, tak kutemukan Toko Niaga Baru, atas rekomendasi temanku Myu. Kutelpon Myu dan pulsaku pun tinggal 247 rupiah. Mmm tiba juga di Toko Niaga Baru yang ternyata tertulis Toko Niaga Anyar. Kubeli sebuah setrikaan Philips yang sama persis dengan setrikaan yang ada di rumahku. Dipikir-pikir kenapa baru beli sekarang karena selama ini selalu pinjem punya teman. Setelah itu aku mampir ke Masjid Agung Bogor karena sudah jam setengah 5 dan aku belum sholat Ashar. Lelahku cukup terasa saat di angkot menuju Dramaga. Setengah 6 sore aku tiba di kostan dan segera melahap soto ayam nan lezat. Esok masih harus pindahan lagi dengan membawa laptop, setrika, dan barang-barang lainnya. Kerjaan praktik lapang sepertinya sudah melambaikan tangannya padaku. Ayo Semangat Buat Semuanya. Petualangan ini takkan sia-sia.

ga’ tau kenapa…
jadi cemas gini…
Why,, karena sebentar lagi PL…
Yup tepatnya hari senin tanggal 16 Fabruari 2008…
Sedih harus meninggalkan Bogor, menemukan hal lain yang ada di luar sana…
besok,, mulai pindahan tahap 1, disusul tahap 2 hari minggunya…
ah,,,
Semangat…
Kerjaan pertama selama sebulan : bikin database yg diintegrasikan sama web…
kerjaan selanjutnya : Olah data…
Semangat Semangat…
Yakinlah kalau aku pasti bisa dan memang bisa…

Baru tau kalau ada program Chatbox dari telkomsel, yang intinya kita dapat chatting pake account Yahoo! selama 30 hari dengan membayar cuma 9900 rupiah…

Agar dapat keep in touch bareng temen-temen saat praktik lapang nanti selama 2 bulan, saya ikutan layanan chatbox ini. Lumayanlah, 30 hari cuma bayar 10 ribu, kalo diitung-itung perhari cuma 330 rupiah. Daripada saya harus chatting via wap atau internet Telkomsel seperti biasanya yang Rp. 5,- / Kb.  Sekali chatting mungkin bisa nyampe 1000 rupiah, klo tiap hari saya chatting selama praktik lapang bisa nyampe 30000 rupiah per bulannya…

Caranya mudah banget, baca aja di http://www.telkomsel.com/web/chatbox atau ketik CHAT ON kirim SMS ke 2467. Untuk info bisa dilihat dengan mengakses *899#. Btw, dibayar berapa neh sama Telkomsel kan udah promosiin chatboxnya, hahahaha….

Setelah mendaftar dapat user ID dan password, download aplikasinya, ganti jalur akses, login deh… Seperti inilah tampilannya….

Setelah saya coba, lumayanlah tapi  ga’ tau kenapa, mungkin settingan di HP saya yang selalu ada security warning gitu yang harus diklik mulu kalo kelamaan ga’ diapa-apain. Masalah ini cukup mengganggu.  Selain itu, kalau pertama kali login chatbox, account Yahoo!-nya harus login ulang ga’ bisa otomatis. Yah kita lihat aja perkembangan aplikasi ini, mudah-mudahan koneksinya lancar-lancar aja….

Selamat Mencoba bagi yang mau…

Baru saja sehari melewati hari-hari penat penuh tekanan karena ujian, aku dan teman-teman disuguhi kenangan indah nan manis tak terlupakan. Yup, makrab lagi buat Statistika 42, horeee, yang sebelumnya nyaris ga’ jadi karena perdebatan panjang. Trade-off antara kenangan dan uang, antara kepentingan dan kepuasan, semua terasa menyulitkan. Pilihan berat antara beli baju dengan secercah kebersamaan, uang makan dan biaya PL, kuliah dengan foto-foto penuh canda dan tawa. Yah memang sebuah pilihan. Salut aku dengan teman-temanku panitia makrab (angga, hafiz, 3mi, 3zar, nur, dan yang lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-satu) yang telah mengorbankan banyak waktunya untuk acara ini. Panitia yang mengusahakan biaya minim untuk sebuah acara kebersamaan kita menjelang praktik lapang selama 2 bulan. Terima kasih buat kalian semua, yah, you are the best…!!!

Makrab kali ini memang sedikit berbeda dari makrab yang nyaris setahun sebelumnya, setidaknya dilihat dari jumlah peserta yang hanya 60%. Sedikitnya peserta tak membuat sepi karena semua kesenangan ada disini. Seneng banget rasanya, melalui hari-hari indah penuh canda.

Sesampai disana disuguhkan dengan pemandangan indah di depan villa, yah sebuah bukit yang disebut dengan Gunung Kapur. Gunung nan hijau begitu segar dipandang mata. Awan-awan menyelimuti menambah kesahduan bukit itu. Yah, langsung aku letakkan tas di dalam villa dan bergegas main Badminton buat pemanasan. Pokoknya hari ini buat senang-senang. Ayo main!.

mels-f0t0655

Acara pun berlanjut sampai malam harinya, setelah sholat maghrib ada acara ngobrol-ngobrol sampai waktu adzan isya tiba. Acara dalam kegelapan malam menguak perasaan  tentang temen-temen di Statistika, bangganya aku. Acara itu tak tau kenapa, diakhiri dengan isak tangis haru sambil bermaaf-maafan dengan yang lainnya. Yah maafin aku teman. Air mata mengalir tak tahan rasanya membendung semua kesalahan selama ini.

Setelah sholat isya, acara kembali dilanjutkan dengan games-games kocak yang seru abis pokoknya. Kami dibagi menjadi 6 kelompok. Games pertama: tarik tambang pake sarung, peserta masuk ke sarung yang diikat dan kemudian mencoba menarik sarung hingga peserta yang di ujung dapat menggapai sebuah tongkat. Horee,, kelompokku menang, padahal cuma 5 orang. Beruntung sekelompok sama Sigit dan Yasin yang badannya gede jadi bisa menang dengan cepat, hahahaha. Games kedua: Acara rayu-rayuan gombal yang diciptakan oleh masing-masing kelompok buat lucu-lucuan, yang paling gomballah yang menang. Dengan susah payah, akhirnya berhasil membujuk Sigit dan Yasin buat rayu-rayuan gombal, hahahaha, yakin deh, mereka ngomong aja dah lucu, apalagi pake gombal-gombalan. Improvisasi mereka keren menurutku, lucu parah, hahahaha. Hmmm setelah games-games dan nulis2 tentang kesan-pesan buat temen, acara selanjutnya bakar-bakar ayam dan jagung. Asik menunggu jagung bakar sambil nonton,, seru dah (sori ga’ ngebantuin yang masak2 kan dah banyak yang lagi masak,, jadi nonton aja,,, ah). Nonton ampe ketiduran di karpet depan TV sampe pagi.

Keesokan harinya, hiking ke Gunung Bukit Kapur. Denga memakai “Sendal Shopping” kayak di blognya Nadya, aku ikutan hiking. Diperingatin sama Arie, ntar putus sendalnya, dengan santai aku menjawab,”Ga’palah sekalian beli yang baru, hehehe”. Setelah sampai dengan mendaki tanjakan berbatu, kami bingung harus kemana lagi. Akhirnya diputuskan untuk mencari pemandangan yang lebih oke dari atas Gunung Kapur. Berjalan beberapa menit dari puncak Gunung Kapur, melewati semak-semak hutan yang lebat. Dan yang paling menegangkan ialah pada tanjakan terakhir, sebuah batu yang tingginya lebih dari 3 meter harus kunaiki. Perasaan gemetar mulai terasa, takut rasanya berada di ketinggian seperti itu. Gimana ini, dengan merangkak seperti laba-laba spiderwoman aku sampai pada puncak bebatuan tajam itu. Namun sebelumnya, “Sendal Shopping” itu nyangkut di bebatuan dannnn putus,, gemetar rasanya,, subhanallah, indah sekali, pemandangan dari puncak Gunung Kapur. Hutan hijau yang menyegarkan, rumah-rumah tersusun bertebaran, sekali lagi indah sekali. Takut rasanya untuk berdiri di atas bebatuan curam dan tajam itu.

Putusnya sendal membuatku harus turun gunung bukit dengan bertelanjang kaki, lumayan tergores-gores kaki ini. Turun dari puncak sampai ke villa dengan bertelanjang kaki, sakit rasanya meninjak batu-batuan itu. Luka kecil di kaki tak menurunkan semangat untuk main-main lagi hagis turun gunung, kolam renang, badminton pun masih dijamahi. Asik, seru, menyenangkan…

mendaki gunung lewati lembah

mels-f0t0663

mels-f0t0666Sampai pada puncaknya

mels-f0t0677

mels-f0t0708
Semua terasa menyenangkan jika berada di tengah-tengah kalian…

Akankah kenangan ini akan kurasakan lagi…

Senang dan bangga berada di dekat kalian, teman-temanku di Statistika 42.

Tragedi itu,, masih kuingat… Yah tragedi itu kamis, 29 Januari 2009, sehabis ujian simulasi statistika, aku dan teman-teman datang ke seminar hasil penelitian kakak kelas, seminar kak Ihsan dan kak Romy,, Yang ditunggu-tunggu tentu saja ialah snack sehabis seminar, lumayan laper banget habis ujian,, sebuah donat coklat dari Bateng cukup membuat perutku kenyang,, ternyata masih ada lagi, yah Beng-Beng, dibagikan setelah donat dibagikan,, Aku pun segera meminta temanku untuk mengambilkan Beng-Beng. Banyaknya orang yang tidak tau kalau ada makanan membuatku meminta kembali Beng-Beng. Permasalahannya adalah Beng-Beng itu jatuh ke kolong meja. Dengan perjuangan nyelip-nyelip ke kolong meja bundar, aku ambil Beng-Beng itu, fuih, hore, dapet Beng-Beng lagi. Tak sampai satu menit di tanganku, Beng-Beng tersebut disambar oleh Anton, si orang super-duper jail, kebetulan ada Indah disana, aku pun segera meminta Indah untuk mengambilkan Beng-Beng yang disambar si Anton dan jatuh ke lantai. Sebelnya, Indah memang mengambil Beng-Beng itu, tapi bukannya dibalikin eh malah diambil sama dia dan kabur. Aku sempet manggil-manggil cukup lama, “Balikin dunk Beng-Bengnya, woiiiii”… Tapi celotehku sia-sia, mereka berlalu sambil tertawa puas…

Setelah di lab kecil, aku kembali bertemu dengan mereka berdua, yah, dengan wajah tanpa dosa mereka menghiraukanku. Akupun meminta kembali Beng-Bengku, “Eh, gw ga’ ikhlas, balikin, gw doain ga’ langgeng deh”, saking sebelnya. Tanpa ada kemauan dari mereka untuk mengembalikan terbesit pikiran jahatku melalui cara lain. Yah, melalui blognya Anton yang belum di-log-out di salah satu komputer. Kebetulan komputer itu sedang dipake oleh Anto. Langsung saja aku bajak bentar komputernya Anto, mulai membuka blognya Anton dan menuliskan sebuah tulisan berjudul “Aku Pencuri Beng-Beng”. Isi dari tulisan tersebut kurang lebih seperti ini

Aku telah mencuri Beng-Beng dari seseorang

Mudah-mudahan ga’ langgeng hubungan pencuri Beng-Beng ini
Aminn

Setelah itu aku sebar ke milist stk42 melalui email Anto dengan subjek “Pencuri Beng-Beng” yang isinya hanya sebuah link ke tulisan yang kubuat tadi, http://antonkisworo .wordpress. com/2009/ 01/29/aku- pencuri-beng- beng/. Setelah itu aku memberi komentar pada tulisan tersebut, “By Melisa sebagai korban”. “Eh temen-temen, liat milist deh, ada yang baru”. Aku pulang meninggalkan lab dengan perasaan lega udah bales dendam atas kejailan mereka, hahaha, jahat bener dah. Yang penting setelah mempublikasikan tulisan itu, aku sudah mengikhlaskan Beng-Beng tersebut.

Sesampai di kostan, selang beberapa jam kemudian, Indah mulai mencoba menawarkan Beng-Beng tadi kepadaku, sayang sekali, udah ga’ minat tuh. Ya, yah, memang agak kejam, tapi tak apalah… Tulisan itu pun udah dihapus sama pemilik blog selang beberapa menit.  Keesokan harinya, ketemu lagi sama Indah yang kembali menawarkan Beng-Beng itu, hahahaha, pengen ketawa rasanya, ambil aja, makan aja, beneran udah ga’ minat. Beng-Beng pun dilahap temen-temen yang berada di Lab.

Hari ini, secara tidak sengaja kutemui lagi tulisan “Pencuri Beng-Beng” tapi bukan di milist atau di blognya Anton, ada di blognya Indah…

pencuri beng-beng…
Januari 29, 2009· Tidak ada Komentar
melicul ku harap kau membacanya…

aq hanya berniat iseng..

tidakkah kau mau mengambil beng-beng itu dariqu

a..k..u..i..k..h..l..a..s..

ntar kapan2 klo ketemu qu balikin

(k..l..o..m..a..s..i..h..a..d..a)

Kategori: Uncategorized

Aihhh, ternyata Indah cukup terluka, sini tak obatin pake obat merah. Aku sudah melupakannya,, untuk itu aku beri komentar manis buat tulisan ini…

visakana // Februari 2, 2009 pada 8:51 am

hahahahahahahahahaha
gw dah ikhlas seikhlas-ikhlasnya kok
nyantai aja
gw tarik ucapan gw,,,
Ya ALLAH
Moga Hubungan I dan A semakin membaik…
Semakin langgeng
Semakin diridhoi
Semakin mantap menuju pernikahan
Sampe kakek-nenek
Sampe akhirat kelak
Aminnn

Komentar anda sedang menunggu moderasi.

Hehehe,, *lebai mode : ON*  sori dori stoberi temen-temenku, pasangan hasil ceng-cenganku,, tak bermaksud buat kalian sedih, hanya ungkapan emosi sesaat,, Ya, ya, ya,,, mana mungkin aku ngedoain yang jelek-jelek buat pasangan yang kutunggu-tunggu jadiannya,, Otre otre otre,, keep smiling,, hehehe,, jangan jail, yang boleh jail cuma aku,,, :p :p :p