Skip navigation

Pada suatu hari, seorang anak, yang punya banyak keinginan dan impian, berharap dengan sangat agar keinginannya terkabul. Ia menunggu, menunggu, dan menunggu akankah semua mimpinya terkabul. Ia berharap pada suatu keajaiban. Seperti di film-film yang Ia sering lihat di televisi. Sang tokoh utama, beruntung karena seperti mendapatkan keajaiban. Mendapatkan kebahagian, kesenangan, seperti yang tokoh utama inginkan. Cerita-cerita yang happy ending sesuai dengan impian sang anak tersebut.

Di kehidupan nyata, anak tersebut juga memimpikan kebahagiaan. Ia terlalu percaya pada sebuah keajaiban. Keajaiban yang akan muncul, jika ia menunggunya. Mungkin seperti mengharapkan sesuatu yang tidak pasti, bagaikan mengikuti sebuah undian. Ia tak tau kapan akan memenangkan undian tersebut. Hanya menunggu dan menunggu…

Pada suatu ketika, Ia sangat berharap pada keajaiban tersebut. Ia sangaaat berharap dan yakin bahwa keajaiban itu akan datang. Namun yang Ia alami, keajaiban itu tidak kunjung datang juga. Yah, mungkin belum waktunya keajaiban itu datang :). Ia hanya tersenyum kecil. Berharap keajaiban akan menemuinya di lain waktu. Kedua kalinya Ia menanti keajaiban, ternyata keajaiban itu juga tak kunjung datang. Ketiga, keempat, kelima kalinya, bahkan berkali-kali Ia menanti keajaiban, namun keajaiban tersebut masih tak menghampirinya… Sang anak pun menjadi sedih dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri, mengapa ini terjadi. Ia pun bertanya pada penciptanya, mengapa tak Kau beri juga keajaiban itu padaku. Mengapa Kau tak adil padaku… Mengapa kau berikan keajaiban itu pada mereka, bukan padaku..

Dengan isak tangis dalam kesenduan, sang anak pun kembali merenung. Mengapa seperti ini? Ia mulai memikirkan, apa yang salah dengan harapan dan keajaiban yang Ia tunggu tersebut. Ia pun segera mengusap air mata di pipinya. Ia pun berjanji, takkan lagi menunggu keajaiban tersebut. Ia mulai tidak percaya pada keajaiban.

Ia tetap menyimpan mimpi-mimpinya, tanpa hanya dengan menunggu, tapi dengan mengusahakannya. Lambat laun, ia belajar banyak hal. Belajar hal-hal baru yang tidak Ia ketahui. Belajar untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang Ia punya. Ia pun mulai bisa menghadapi realita, walau kadang tidak semulus yang diharapkan, tak seindah film-film yang ia lihat.

Sang anak, tetap yakin, kalau keajaiban itu bukan untuk ditunggu tapi harus diusahakan. Keajaiban bukanlah bilangan acak, bukan juga bagai menunggu melihat bintang jatuh. Keajaiban adalah hasil dari serangkaian proses panjang yang harus Ia lalui, dengan semangat, kerja keras, pantang menyerah, dan doa.

Iklan

mudah2an diberi yang terbaik ya Allah

Dah lama banget ga posting lagi,, bingung juga mau posting apa,, dan akhirnya posting asal2an lagi..

Report aja kali yah,, *hihihi kayak LPJ -Laporan Pertanggungjawaban- aja*

Kegiatan akhir2 ini,, yaitu :

Pertama, Alhamdulillah, setelah setahun lamanya *setahun kurang sebenarnya*, bisa mudik juga ke rumah, lebaran bersama keluarga. Lumayan puas berada di rumah sekitar 3 minggu lebih :).

Kedua, Alhamdulillah lagi, minggu depan -13 Oktober 2009-, insya Allah saya akan mengikuti wisuda, tentu saja bersama teman2 lainnya. Walaupun, yang datang nantinya hanya Mama dan Yuk Vivi tanpa Papa (karena ada pelatihan selama seminggu lebih) dan Adik2ku tersayang (karena lagi rajin2nya ujian tiap bulan :p). Buat Papa dan adik2ku,, moga berhasil ujiannya. Doaku menyertaimu. Amin.

Ketiga, Alhamdulillah juga masih diberi akal dan pikiran *sama aja kali yah akal=pikiran* buat ‘kebingungan’ pasca lulus dari S1. Alhamdulillah lagi banyak sekali lowongan kerja untuk statistisi yang akhirnya membuat bingung kami2 ini menentuan arah dan tujuan *kayaknya bukan kami deh tapi saya*. Bingung mau melamar kerja ke perusahaan swasta atau melamar cpns yang sekarang lagi berseliweran, datang silih-berganti, atau mau bikin usaha sendirikah. Bingungnya mirip waktu TPB -Tingkat Persiapan Bersama- dulu mau menentukan departemen/mayor/jurusan, bingung karena masih kurang informasi dan belum memantapkan hati. Masih banyak pertanyaan yang mengganjal,, mau melakukan apa saja diri ini 3-5 tahun lagi, 10 tahun lagi, bahkan 20 tahun lagi *kalau masih diberi umur oleh yang di Atas*. Mudah2an kebingungan ini berangsur-angsur menghilang dengan semakin fokusnya tujuan hidup. Amin.

Daripada berbingung-bingung ria,, mending kita berbahagia menyambut wisuda dan menikmati waktu2 luang ini. Kapan lagi bisa seperti ini??? Karena hidup ini terlalu sayang untuk dilewati tanpa dinikmati.

Salam Damai Selalu ^__^

Luv U All

Baru kepikiran sekarang….

Ada yang punya ide????

Yang pasti mau mudik dulu yang agak lamaan.

^_^

Pertanyaan atas tulisan sebelumnya alhamdulillah sudah terjawab. Minggu lalu, tepatnya 20 Oktober 2009, seminar hasil penelitian ku sudah dilaksanakan.

Besok, Kamis, 27 Agustus 2009, insyaAllah sidang tugas akhir. Deg-degan terutama karena pengujinya ialah seorang profesor yang sangat ahli dalam bidang regresi.

Mudah-mudahan semuanya lancar,, sampai akhirnya benar-benar lulus dari Dept. Statistika IPB.

Amin… ^_^

Nyaris saja,, buku asli satu-satunya di perpus STK,, HILANG olehku…

Udah bolak-balik ke TKP ilangnya buku itu,, ATM-Kantin Dilla-Fotokopi ACC

tapi nihil,,

setelah memutuskan memasang pengumuman di sekitar TKP,, dan kembali ke ATM,,

Alhamdulillah bukunya sudah diamankan oleh cleaning service BNI..

Terima Kasih Allah…

Padahal udah takut ga bisa lulus dari IPB karena menghilangkan buku satu-satunya..

Pelajaran penting lagi untuk selalu berhati-hati dan mengingat barang-barang yang dibawa..

Alhamdulillah…

Bismillahirrohmanirrohim…

Yup, pasti bisa!

Semangat!!!!

Menjelang Pemilu yang tinggal 1 hari lagi…
Menjelang deadline dari dosen PS yang tinggal 3 hari lagi…
Menjelang memasuki semester 9 yang tinggal beberapa minggu lagi…
Menjelang pendaftaran wisuda yang katanya tinggal 1,5 bulan lagi…

dengan menimbang dan akhirnya memutuskan untuk Off sejenak dari dunia maya karena internet di kostan akan diputus mulai bulan Juli ini…
*tapi masih bisa internetan di kampus,, padahal gag punya password :P*

Moga semuanya berjalan lancar…

Kolokium yang harusnya dilaksanakan di minggu lalu terpaksa harus hijrah di minggu ini karena beberapa alasan (mungkin harus belajar lagi). Masih dengan judul, pembimbing, dan pembahas yang sama, insyaAllah akan diadakan pada:

Hari : Kamis
Tanggal : 25 Juni 2009
Waktu : 11.30-12.15 WIB
Tempat : Ruang Seminar Statistika

Mudah-mudahan bener-bener jadi kolokiumnya karena hari itu ialah hari terakhir periode kolokium.

Sayang banget bukan jadi penutup kolokium karena masih ada satu lagi setelah kolokiumku…

Yang ada waktu, silahkan datang… ^_^

Iseng lagi nyari paket R yang jumlahnya bejibun, tiba-tiba liat paket yang namanya Sudoku, Sudoku Puzzle Generator and Solver. Dengan paket ini, kita dapat maen Sudoku, bikin sendiri Sudoku, atau menyelesaikan game Sudoku yang ada. Paketnya bisa didonlot disini dan manualnya juga dapat didonlot disini.

Cara maennya sama aja kayak maen Sudoku biasanya. Langkah awal yah install dulu R, download paket Sudoku, install paket Sudoku, lalu panggil paket Sudoku.
Untuk maen, tulis di R console:

playSudoku()

Kira-kira gini tampilannya

sudoku

Selamat mencoba! (maen Sudoku gratisan pake R)