Skip navigation

World Class University, suatu kalimat yang mendengung dan menggema di sekitar kampus kita tahun lalu, 2007. Institut Pertanian Bogor dengan bangga mengumumkan bahwa pada tahun 2007, IPB terdaftar sebagai 500 besar Universitas Kelas Dunia (World Class University) menurut versi Time Higher Education Supplement (THES) World Universty Rangking. Spanduk berukuran besar ucapan selamat kepada universitas ini terpampang di dekat pintu masuk IPB. Suatu prestasi yang menggembirakan mengingat IPB tidak pernah sebelumnya berada dalam jajaran 500 universitas kelas dunia ini. Namun apa yang terjadi pada tahun 2008 ini, berbeda dengan universitas-universitas nasional lainnya seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadja Mada (UGM), IPB terlempar dari jajaran 500 universitas kelas dunia menjadi urutan ke-545. Ketiga universitas tersebut, UI, ITB, UGM, berhasil meningkatkan posisi mereka dari tahun 2007. Bahkan, UI berhasil menduduki posisi ke-287 yang meningkat jauh dari posisi tahun lalu yaitu 395. Kemerosotan peringkat IPB ini membuat kita bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di balik Universitas Kelas Dunia ini.

World Class University ialah suatu ukuran yang dipakai untuk menentukan peringkat perguruan tinggi di dunia menggunakan survei yang dikenal dengan The Times Higher Education Supplement (THES) yang setidaknya 13000 perguruan tinggi masuk dalam survey ini. Suatu survei dengan kriteria-kriteria tertentu. Adapun kriteria-kriteria tersebut ialah academic peer review dengan bobot 40 %, employer review dengan bobot 10%, faculty student ratio dengan bobot 20%, citations per faculty dengan bobot 20%, international faculty dengan bobot 5%, dan international student dengan bobot 5%. Academic peer review dilakukan dengan survei secara online yang disebar ke akademisi-akademisi di seluruh dunia. Employer review dilakukan sama seperti academic peer review yaitu dengan survei online ke para pekerja. Perbandingan mahasiswa dan pengajar, penghargaan yang diperoleh oleh para pengajar di suatu universitas, serta faktor internasional seperti banyaknya pengajar dan mahasiswa luar juga mempengaruhi peringkat suatu universitas.

Ada empat pilar kunci dari pendekatan universitas kelas dunia, yaitu research quality, teaching quality, graduate employability, dan international outlook. Research quality ialah indikator yang menunjukkan seberapa baik publikasi hasil penelitian suatu universitas. Jika suatu universitas merupakan pusat keunggulan dari multidisiplin ilmu maka universitas tersebut akan dikenal oleh seluruh dunia karena telah berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Indikator ini juga dapat dilihat dari kualitas peneltian, produktivitas (banyaknya paper yang dipublikasikan), penghargaan yang diperoleh, bahkan awards seperti penerima hadiah Nobel atau fields medals. Teaching quality ialah seberapa baik metode pengajaran yang dilakukan termasuk fasilitas pengajaran. Graduate employability ialah indikator yang menunjukkan seberapa baik lulusan universitas dapat bekerja dalam berbagai bidang serta seberapa besar gaji mereka. International outlook ialah indikator yang menunjukkan apakah universitas tertentu dapat berkontribusi tidak hanya bagi negaranya tetapi juga bagi negara lain yang dilihat dari proporsi mahasiswa asing, staf asing, mahasiswa pertukaran pelajar, serta kekuatan hubungan internasional dengan universitas lainnya di seluruh dunia.

Tujuan dari adanya Time Higher Education Supplement (THES) World Universty Rangking ini ialah mengetahui dan mengenali universitas-universitas sebagai organisasi multidimensi serta untuk menyediakan perbandingan secara global agar menjadi universitas berkelas dunia. Adanya World Class University ini tentu dirasakan manfaatnya bagi universitas-universitas di seluruh dunia. Suatu universitas akan lebih dikenal oleh dunia internasional yang imbasnya bisa pada berbagai hal. Misalnya, dengan adanya peringkat ini, banyak calon mahasiswa asing yang ingin belajar di universitas top dunia tersebut. Selain itu, peringkat universitas ini akan berimbas pada peningkatan kualitas dari universitas itu sendiri. Dengan adanya peringkat universitas ini, banyak upaya yang dilakukan universitas-universitas di seluruh dunia agar universitas-universitas tersebut dapat berstandar internasional. Penelitian-penelitian dalam berbagai bidang pun digalakkan, pembenahan kualitas dosen dan mahasiswa melalui metode pengajaran yang selalu diperbaiki pun dilakukan. Peringkat dalam World Class University ini seharusnya dapat bermanfaat bagi perkembangan pendidikan terutama di universitas di seluruh dunia tidak hanya menjadi suatu kebanggaan atau ‘gelar bergengsi’ semata.

Institut Pertanian Bogor sebagai salah satu universitas di negeri ini juga terkena dampak dari adanya peringkat dalam World Class University. Isu yang mulai berkembang sejak IPB masuk ke 500 peringkat dunia. Namun tahun ini, IPB tidak berhasil mempertahankan peringkat tersebut. Jika kita lihat dari indikator-indikator World Class University, banyak hal yang menyebabkan IPB belum mampu setaraf universitas-universitas luar negeri yang bertaraf internasional seperti Harvard University. Publikasi hasil penelitian di IPB masih minim. Jarang hasil penelitian IPB tersebar luas di masyarakat Indonesia apalagi sampai bertaraf internasional. Ironis sekali memang ketika tiap tahunnya ratusan bahkan ribuan hasil penelitian mahasiswa tidak dipublikasikan sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Begitu juga dengan fasilitas belajar di IPB yang masih belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh mahasiswanya. Jika ditinjau dari banyaknya mahasiswa asing di IPB, rasio/perbandingannya dengan seluruh mahasiswa IPB masih sangat kecil. Dosen IPB pun jarang sekali terdengar yang menerima penghargaan baik itu berupa penghargaan atas karya ilmiah yang dibuat atau penghargaan sebagai penerima hadiah Nobel.

Peningkatan kualitas pendidikan ke arah yang lebih baik terus diupayakan oleh IPB. Tidak hanya untuk menjadi universitas yang bertaraf internasional tetapi untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat, IPB selalu berusaha memberi yang terbaik. Berbagai usaha telah dilakukan oleh IPB untuk menyongsong universitas bertaraf internasional. IPB akan meningkatkan mutu atau kualitas pusat-pusat di bawah naungan LPPM IPB menuju World Class University. Diantaranya dengan meningkatkan publikasi jurnal internasional dan meningkatkan kualitas sistem informasi terutama database. Begitu juga dengan diadakannya Lomba Situs Web Unit Kerja IPB agar situs web IPB dan unit-unit di dalamnya dapat ditingkatkan dan disesuaikan dengan standar internasional yang ada sehingga dapat mendukung tujuan IPB agar termasuk dalam World Class University.

Upaya-upaya lain yang seharusnya dilakukan oleh IPB menuju World Class University ialah menawarkan paket-paket kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan kepada mahasiswa dari perguruan tinggi luar negeri yang ingin melakukan International Exchange di Indonesia. IPB juga dapat memfasiltasi mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan International Exchange dengan bekerja sama dengan KBRI dan universitas di negara tujuan. Selain itu juga, IPB harus segera menggalakkan publikasi internasional. IPB juga harus mengembangkan dan menerapkan IPTEK pertanian yang bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa dan seluruh umat manusia. Peran pemerintah pun akan cukup andil dalam perwujudan IPB menuju World Class University dengan kebijakannya mengenai dana pendidikan. IPB yang merupakan salah satu universitas yang membebankan biaya yang murah bagi mahasiswanya akan sangat terbantu dengan adanya peningkatan dana pendidikan dari pemerintah.

World Class University jangan dijadikan tujuan utama bagi IPB. Jangan sampai IPB melakukan jalan pintas untuk menuju World Class University. Tujuan utama IPB ialah mampu memberikan ilmu yang dapat bermanfaat bagi perkembangan IPTEK dan sumber daya manusia. Sesuai dengan motto IPB, IPB harus mencari dan memberi yang terbaik bagi bangsa dan masyarakat di seluruh dunia. Seluruh civitas akademika IPB hendaknya berpartisipasi dan memberikan persembahan terbaik bagi IPB. Sebagai mahasiswa, kita harus menyikapi bahwa World Class University ialah suatu tujuan demi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Mari kita dukung perwujudan IPB sebagai universitas bertaraf internasional.

*)suatu pandangan seorang mahasiswa

Iklan

6 Comments

  1. Wah…berarti itu teguran buat kita…
    jangan sampai leha-leha..
    harus ikut berjuang untuk jadi lebih baik

  2. Hello. It is test.

  3. Selamat bagi IPB, kami pun di IMT Bandung akan mencoba menuju world class university secara hati-hati, diharapkan tidak lagi menurun bila sudah ada di ranking seperti IPB dan PT lainnya. Sekalipun ranking berubah-rubah bukanlah menjadi ukuran kita untuk kencur, mari kita kejar ketinggalan bangsa ini melalui dunia pendidikan.

  4. Good writting.
    But its better to take an action early.Not talk only.
    Bcause this isn’t just college’s responsibility,but we also.

  5. bagus artikelnya..
    salam kenal

  6. Manusia .. Bagus .. Hebat .. Saya akan bookmark situs Anda dan mengambil alsoI feed puas untuk mencari informasi bermanfaat begitu banyak di sini dalam menyerahkan , kita perlu bekerja keluar teknik lebih lanjut tentang hal ini , terima kasih untuk berbagi . . . . . .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: