Tenang, bukan maen judi beneran, tapi men game Poker. Sudah 2 hari ini, saya lagi seneng2nya maen poker. Padahal ga’ terlalu ngerti cara maennya, cuma inget waktu dulu semester 3 di buku pengantar teori peluang kita disuruh nyari peluang seorang pemain mendapatkan kartu fullhouse. Peluang menang kecil banget. Klo qt maen tetep aja nilai harapannya minus…
Btw, fullhouse itu apa ya? Hahaha… lupa euy….
karena saya ga’ tau jadinya search di Google….
Eh udah diitungin peluang menangnya… Buat dapet Straight flush aja peluangnya cuma 0,0015%, buat dapet four of kind aja peluangnya cuma 0,024%, fullhouse 0.14%.
Hahaha… walau begitu, saya masih tetep suka maen…
Mengabaikan teori peluang dan atribut sebagai anak STK, Poker tetep jalan terus, kan judi boongan…
statistics
Agustus 8, 2008
Juli 18, 2008
Uji Asumsi
Posted by visakana under statistics | Tag: statistik, statistika, uji asumsi |[3] Comments
Uji asumsi, suatu uji yang harus dipenuhi sebelum melakukan suatu alat analisis. Misalnya dalam regresi dan perancangan percobaan. Setidaknya ada 3 asumsi yang harus dipenuhi dalam GLM, kenormalan, kehomogenan, dan kebebasan galat. Kenormalan sisaan dibutuhkan dalam pengujian hipotesis. Valid atau ga’ nya suatu uji hipotesis tergantung sama uji kenormalan ini. Inget kan, klo uji F itu berasal dari sebaran normal. Asumsi yang kedua yaitu kehomogenan, ketidakhomogenan ragam sisaan akan menyebabkan penduga parameter mempunyai ragam yang tidak minimum. Asumsi yang ketiga yaitu kebebasan sisaan, ketidakbebasan ragam mempunyai dampak yang sama dengan ketidakhomogenan ragam sisaan yaitu berkurangnya presisi penduga. Walaupun pendugaan parameter tetap tidak bias, namun uji asumsi ini penting dan harus dipenuhi.
Teringat sering kali ada yang minta diolahkan data ataupun hanya mengerjakan tugas, uji asumsi kerap kali terlupakan, terutama dalam perancangan percobaan. Pernah dulu ada seseorang yang minta diolahkan datanya dengan uji ANOVA. Saya pernah bilang ke orang itu kalau harus ada uji asumsi yang harus dipenuhi jika menggunakan ANOVA, tapi dia tidak mau ribet dan mengabaikan asumsi tersebut. Pernah juga ada yang minta dicarikan uji lanjut pada perancangan percobaan, uji asumsi pun diabaikan….
Tadi pagi, ada lagi yang mau konsultasi tentang perancangan percobaan. Orang yang satu ini berbeda dengan orang yang sering minta bantuan terutama tentang perancangan percobaan. Dia malah telah menguji asumsinya dan ternyata asumsi kenormalan itu tidak dipenuhi. Wah, jarang sekali peneliti yang bukan dari
Departemen Statistika menanyakan tentang uji asumsi. Segera saja saya coba lakukan pengujian asumsi untuk melihat apa benar asumsinya tidak dipenuhi? Ternyata memang benar tidak terpenuhi, segera saja dilakukan transformasi terhadap peubah respon. Pertama-tama saya mencoba melakukan transformasi Box-Cox untuk mencari nilai Lambda yang optimal, ternyata masih belum normal sisaannya. Lalu saya mencoba lagi transformasi lainnya, tapi tetap tidak normal. Bingung, harus diapakan data ini. Apa boleh dibuang data pencilannya. Setelah bertanya ke dosen, data pencilan boleh dibuang. Akhirnya ada solusi, mudah-mudahan berhasil.
Bagaimana jika kita mengabaikan asumsi? Dosakah? Apakah itu termasuk manipulasi?
Maret 21, 2008
lagi-lagi, gw dikagetkan dengan sesuatu yang baru. sesuatu yang baru gw tau n gw denger. Yup, sesuai dengan judulnya, sesuatu yang baru itu adalah… VAR dan VECM (Vector Autoregression dan Vector Error Correlation Model). Istilah ini baru gw taw hari ini, kira2 pukul 13.00 WIB. Awalnya, ada yang nelp gw mau minta olahin data. Ada perasaan ragu tapi seneng juga, secara gw lagi butuh yang namanya do it!. Tapi, kesenengan gw terhambat setelah mendengar cerita dari sang klien lewat phone. Dia minta olahin data ekonomi buat jangka panjang n jangka pendek. Apaan tuh!!!. Setelah gw korek2 lebih dalem lagi pake analisis apa, ternyata menggunakan VAR sama VECM. Ah, apa lagi ini? Var? Variabel kaleee… VECM siapa lagi tuh… akhirnya gw putuskan buat untuk ketemuan langsung sorenya. Selagi menunggu sore, gw bisa baca2 dulu atau tanya2 ke kakak kelas biar pas orangnya dateng n ngejelasin, gw ga’ bingung2 amat. Untungnya ada anak ekbang di kostan gw. Seengga’nya gw bisa tanya2 dulu. Alhasil, gw dapet pinjeman bacaan tentang VAR dan VECM (in english c). Bingung itu apaan? Segera mencari bala bantuan dengan sms kakak kelas, ternyata kakak kelas pun ga’ bisa bantu karena lagi di Jakarta. Setelah dibaca2 lagi, gw butuh software Eviews, untung ada. Setelah diinstal, nyoba2, tapi gimana ya cara gunainnya. Ngentri datanya aja masih bingung (hehe).
Hari menjelang sore dan jam udah limit ke angka 4. Apa yang harus gw lakukan? Terbesit di kepala gw, yawdah gw jujur aja, kalo gw ga’ ngerti apa2 tentang VAR dan VECM. Gw putuskan untuk berangkat menemui tuh orang yang mau ngolah data. Setelah ketemu, orangnya langsung panjang lebar memaparkan permasalahannya. Mau nolak ga’ tega dan telah gw putuskan…. gw pelajari dulu teorinya…. jadi emang agak lama ngolahnya. Klien pun setuju n percaya sama gw. Ywdah, VAR dan VECM…. Salam Kenal….
Februari 4, 2008
Structural Equation Model (SEM)
Posted by visakana under statistics | Tag: belajar, SEM |[4] Comments
Beberapa malam yang lalu(malam Sabtu), aku dikejutkan oleh sebuah sms. Sms dari seseorang yang ingin berkonsultasi mengenai SEM(Structural Equation Model). Kutarik nafas sejenak seraya berfikir, SEM. Beberapa malam yang lalu(malam Sabtu), aku dikejutkan oleh sebuah sms. Sms dari seseorang yang ingin berkonsultasi mengenai SEM(Structural Equation Model). Kutarik nafas sejenak seraya berfikir, SEM What??? jadi teringat beberapa hari yang lalu, ketika ku menerima sms dari temanku Dini yang menanyakan hal yang sama kepadaku. Waktu itu, aku langsung menanyakan kepada kakak kelasku mengenai SEM, tapi dia pun menjawab seadanya saja. Aku pun bertanya-tanya, apa sih SEM. Setahuku, itu diolah pakai software Lisrel, tapi apa dan bagaimana SEM itu aku tidak tahu. Kucoba membaca-baca beberapa literatur tentang SEM, ternyata SEM adalah sebuah model antara beberapa variabel(ada variabel laten, ada juga variabel manifest). Kucoba untuk memahami lebih dalam namun apa daya mata mulai capek dan kuputuskan untuk beristirahat tanpa mendapatkan sesuatu yang lebih jauh tentang SEM.
Keesokkan harinya setelah ku mendapat sms dari Dini, aku bertemu dengan Dini. Aku pun langsung menanyakan, “Udah tau banyak tentang SEM din? Gw baru tau dikit-dikit doank”. Dini pun masih tau sedikit-sedikit juga tentang SEM dan Dini segera belajar tentang SEM, karena ada yang akan konsultasi tentang SEM. Akupun menghiraukan masalah SEM dan segera browsing internet, buka ini, buka itu dan akhirnya jaga stang di depan Audit Rektorat. Sampai akhirnya orang yang ingin berkonsultasi dengan Dini dan akupun menemani Dini. Banyak hal yang ditanyakan tentang SEM, tapi aku menjawab dengan diawali kata “kayaknya….gini deh”, “…oh ntar saya cari tau lagi….”. betapa dangkalnya pengetahuanku… setelah itu aku dan Dini ke Departemen Statistika, niatnya mau minta ttd PA, namun karena ada Pak Bagus sekalian saja nanya-nanya tentang SEM. Pak Bagus pun menjelaskan tapi hanya sedikit tentang SEM karena waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB. Masalah SEM pun berlalu….
Malam Sabtu yang lalu, aku bertemu lagi dengan kata “SEM”… Setelah kuterima sms itu,dan berfikir, masa lalu tentang SEM… Owh aku belum mengerti itu, aku pun panik dan segera mencari bantuan, tanya sana sini, tanya keangkatan 41, dll. Namun, kakak kelas 41 semuanya lagi mempersiapkan Praktik Lapang, ada yang mau berangkat, ada yang dalam perjalanan, bahkan ada yang sudah sampai di tempat praktik lapang. Oh my god, mereka belum bisa membantu secara langsung, apa yang harus kulakukan…. Belajar SEM lagi dan menerima tawaran yang ingin berkonsultasi sekaligus mengolah datanya dengan semua resikonya atau menolak tawaran atau menawarkan kepada orang lain yang lebih berkompeten….
Walaupun demikian, tersimpan dalam lubuk hatiku yang paling dalam, apapun keputusan yang kuambil, aku HARUS BELAJAR SEM lagi dan lagi sampai aku BISA karena ku YAKIN aku PASTI BISA.
What??? jadi teringat beberapa hari yang lalu, ketika ku menerima sms dari temanku Dini yang menanyakan hal yang sama kepadaku. Waktu itu, aku langsung menanyakan kepada kakak kelasku mengenai SEM, tapi dia pun menjawab seadanya saja. Aku pun bertanya-tanya, apa sih SEM. Setahuku, itu diolah pakai software Lisrel, tapi apa dan bagaimana SEM itu aku tidak tahu. Kucoba membaca-baca beberapa literatur tentang SEM, ternyata SEM adalah sebuah model antara beberapa variabel(ada variabel laten, ada juga variabel manifest). Kucoba untuk memahami lebih dalam namun apa daya mata mulai capek dan kuputuskan untuk beristirahat tanpa mendapatkan sesuatu yang lebih jauh tentang SEM.
Keesokkan harinya setelah ku mendapat sms dari Dini, aku bertemu dengan Dini. Aku pun langsung menanyakan, “Udah tau banyak tentang SEM din? Gw baru tau dikit-dikit doank”. Dini pun masih tau sedikit-sedikit juga tentang SEM dan Dini segera belajar tentang SEM, karena ada yang akan konsultasi tentang SEM. Akupun menghiraukan masalah SEM dan segera browsing internet, buka ini, buka itu dan akhirnya jaga stang di depan Audit Rektorat. Sampai akhirnya orang yang ingin berkonsultasi dengan Dini dan akupun menemani Dini. Banyak hal yang ditanyakan tentang SEM, tapi aku menjawab dengan diawali kata “kayaknya….gini deh”, “…oh ntar saya cari tau lagi….”. betapa dangkalnya pengetahuanku… setelah itu aku dan Dini ke Departemen Statistika, niatnya mau minta ttd PA, namun karena ada Pak Bagus sekalian saja nanya-nanya tentang SEM. Pak Bagus pun menjelaskan tapi hanya sedikit tentang SEM karena waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB. Masalah SEM pun berlalu….
Malam Sabtu yang lalu, aku bertemu lagi dengan kata “SEM”… Setelah kuterima sms itu,dan berfikir, masa lalu tentang SEM… Owh aku belum mengerti itu, aku pun panik dan segera mencari bantuan, tanya sana sini, tanya keangkatan 41, dll. Namun, kakak kelas 41 semuanya lagi mempersiapkan Praktik Lapang, ada yang mau berangkat, ada yang dalam perjalanan, bahkan ada yang sudah sampai di tempat praktik lapang. Oh my god, mereka belum bisa membantu secara langsung, apa yang harus kulakukan…. Belajar SEM lagi dan menerima tawaran yang ingin berkonsultasi sekaligus mengolah datanya dengan semua resikonya atau menolak tawaran atau menawarkan kepada orang lain yang lebih berkompeten….
Walaupun demikian, tersimpan dalam lubuk hatiku yang paling dalam, apapun keputusan yang kuambil, aku HARUS BELAJAR SEM lagi dan lagi sampai aku BISA karena ku YAKIN aku PASTI BISA.



