statistics


Iseng lagi nyari paket R yang jumlahnya bejibun, tiba-tiba liat paket yang namanya Sudoku, Sudoku Puzzle Generator and Solver. Dengan paket ini, kita dapat maen Sudoku, bikin sendiri Sudoku, atau menyelesaikan game Sudoku yang ada. Paketnya bisa didonlot disini dan manualnya juga dapat didonlot disini.

Cara maennya sama aja kayak maen Sudoku biasanya. Langkah awal yah install dulu R, download paket Sudoku, install paket Sudoku, lalu panggil paket Sudoku.
Untuk maen, tulis di R console:

playSudoku()

Kira-kira gini tampilannya

sudoku

Selamat mencoba! (maen Sudoku gratisan pake R)

R
Apa itu R?

R is a language and environment for statistical computing and graphics. It is a GNU project which is similar to the S language and environment which was developed at Bell Laboratories (formerly AT&T, now Lucent Technologies) by John Chambers and colleagues. R can be considered as a different implementation of S. There are some important differences, but much code written for S runs unaltered under R.

Yah itulah kira-kira R (disalin dari http://www.r-project.org/).  Sebuah software statistika yang gratis dan public license. Pastinya software ini punya kelebihan lain dibanding software lainnya (SAS, Minitab, SPSS, dll) terutama karena gratisnya itu.

R provides a wide variety of statistical (linear and nonlinear modelling, classical statistical tests, time-series analysis, classification, clustering, …) and graphical techniques, and is highly extensible. The S language is often the vehicle of choice for research in statistical methodology, and R provides an Open Source route to participation in that activity.

Kita juga bisa mengembangkan software ini, misalnya dengan membuat package-package baru yang tentunya dapat memudahkan dalam analisis data. Saat ini, sudah 1713 package yang terdaftar dan dapat didownload gratis di situs resmiya ditambah yang belum terdaftar. Bagi yang mau belajar, silahkan mulai dari sekarang. Download-Install-Belajar deh. Mulai dari pengenalan objek di R. Bisa dibaca disini. Saya sendiri masih tahap belajar. Ayo belajar R!

Baru saja sehari melewati hari-hari penat penuh tekanan karena ujian, aku dan teman-teman disuguhi kenangan indah nan manis tak terlupakan. Yup, makrab lagi buat Statistika 42, horeee, yang sebelumnya nyaris ga’ jadi karena perdebatan panjang. Trade-off antara kenangan dan uang, antara kepentingan dan kepuasan, semua terasa menyulitkan. Pilihan berat antara beli baju dengan secercah kebersamaan, uang makan dan biaya PL, kuliah dengan foto-foto penuh canda dan tawa. Yah memang sebuah pilihan. Salut aku dengan teman-temanku panitia makrab (angga, hafiz, 3mi, 3zar, nur, dan yang lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-satu) yang telah mengorbankan banyak waktunya untuk acara ini. Panitia yang mengusahakan biaya minim untuk sebuah acara kebersamaan kita menjelang praktik lapang selama 2 bulan. Terima kasih buat kalian semua, yah, you are the best…!!!

Makrab kali ini memang sedikit berbeda dari makrab yang nyaris setahun sebelumnya, setidaknya dilihat dari jumlah peserta yang hanya 60%. Sedikitnya peserta tak membuat sepi karena semua kesenangan ada disini. Seneng banget rasanya, melalui hari-hari indah penuh canda.

Sesampai disana disuguhkan dengan pemandangan indah di depan villa, yah sebuah bukit yang disebut dengan Gunung Kapur. Gunung nan hijau begitu segar dipandang mata. Awan-awan menyelimuti menambah kesahduan bukit itu. Yah, langsung aku letakkan tas di dalam villa dan bergegas main Badminton buat pemanasan. Pokoknya hari ini buat senang-senang. Ayo main!.

mels-f0t0655

Acara pun berlanjut sampai malam harinya, setelah sholat maghrib ada acara ngobrol-ngobrol sampai waktu adzan isya tiba. Acara dalam kegelapan malam menguak perasaan  tentang temen-temen di Statistika, bangganya aku. Acara itu tak tau kenapa, diakhiri dengan isak tangis haru sambil bermaaf-maafan dengan yang lainnya. Yah maafin aku teman. Air mata mengalir tak tahan rasanya membendung semua kesalahan selama ini.

Setelah sholat isya, acara kembali dilanjutkan dengan games-games kocak yang seru abis pokoknya. Kami dibagi menjadi 6 kelompok. Games pertama: tarik tambang pake sarung, peserta masuk ke sarung yang diikat dan kemudian mencoba menarik sarung hingga peserta yang di ujung dapat menggapai sebuah tongkat. Horee,, kelompokku menang, padahal cuma 5 orang. Beruntung sekelompok sama Sigit dan Yasin yang badannya gede jadi bisa menang dengan cepat, hahahaha. Games kedua: Acara rayu-rayuan gombal yang diciptakan oleh masing-masing kelompok buat lucu-lucuan, yang paling gomballah yang menang. Dengan susah payah, akhirnya berhasil membujuk Sigit dan Yasin buat rayu-rayuan gombal, hahahaha, yakin deh, mereka ngomong aja dah lucu, apalagi pake gombal-gombalan. Improvisasi mereka keren menurutku, lucu parah, hahahaha. Hmmm setelah games-games dan nulis2 tentang kesan-pesan buat temen, acara selanjutnya bakar-bakar ayam dan jagung. Asik menunggu jagung bakar sambil nonton,, seru dah (sori ga’ ngebantuin yang masak2 kan dah banyak yang lagi masak,, jadi nonton aja,,, ah). Nonton ampe ketiduran di karpet depan TV sampe pagi.

Keesokan harinya, hiking ke Gunung Bukit Kapur. Denga memakai “Sendal Shopping” kayak di blognya Nadya, aku ikutan hiking. Diperingatin sama Arie, ntar putus sendalnya, dengan santai aku menjawab,”Ga’palah sekalian beli yang baru, hehehe”. Setelah sampai dengan mendaki tanjakan berbatu, kami bingung harus kemana lagi. Akhirnya diputuskan untuk mencari pemandangan yang lebih oke dari atas Gunung Kapur. Berjalan beberapa menit dari puncak Gunung Kapur, melewati semak-semak hutan yang lebat. Dan yang paling menegangkan ialah pada tanjakan terakhir, sebuah batu yang tingginya lebih dari 3 meter harus kunaiki. Perasaan gemetar mulai terasa, takut rasanya berada di ketinggian seperti itu. Gimana ini, dengan merangkak seperti laba-laba spiderwoman aku sampai pada puncak bebatuan tajam itu. Namun sebelumnya, “Sendal Shopping” itu nyangkut di bebatuan dannnn putus,, gemetar rasanya,, subhanallah, indah sekali, pemandangan dari puncak Gunung Kapur. Hutan hijau yang menyegarkan, rumah-rumah tersusun bertebaran, sekali lagi indah sekali. Takut rasanya untuk berdiri di atas bebatuan curam dan tajam itu.

Putusnya sendal membuatku harus turun gunung bukit dengan bertelanjang kaki, lumayan tergores-gores kaki ini. Turun dari puncak sampai ke villa dengan bertelanjang kaki, sakit rasanya meninjak batu-batuan itu. Luka kecil di kaki tak menurunkan semangat untuk main-main lagi hagis turun gunung, kolam renang, badminton pun masih dijamahi. Asik, seru, menyenangkan…

mendaki gunung lewati lembah

mels-f0t0663

mels-f0t0666Sampai pada puncaknya

mels-f0t0677

mels-f0t0708
Semua terasa menyenangkan jika berada di tengah-tengah kalian…

Akankah kenangan ini akan kurasakan lagi…

Senang dan bangga berada di dekat kalian, teman-temanku di Statistika 42.

Bingung, ga’ ngerti, yah, itulah yang dirasakan saat ini. Saya memegang beberapa fotokopian soal UAS Simulasi Statistika tahun lalu. Karena bingung,, ga’ ngerti,, akhirnya tanya-tanya ke yang lagi OL, kebetulan ada nadya disitu. Suatu obrolan dua mahasiswa Statistika di tengah-tengah Ujian AKhir Semester diadakan melalui YM.
Kondisi saat itu:
Saya sedang sangat kebingungan,, mau diapain yah soal-soal ini…
Nadya sedang setengah ngantuk…

Percakapan dimulai…

mel (22:54): nad
nadya_romanisti (22:55): knp?
mel (22:57): misalnya waktu keberangkatan seseorang ke kampus dr kostan menyebar normal dgn rata2 20 dan simpangan baku 3,6. Kuliah dimulai jam 9. terus dibangkitin data sebanyak 20 buah sesuai sama sebaran data di atas: 18, 26, 19, …., 19. jika mahasiswa ingin selalu tepat waktu, jam berapa sebaiknya mahasiswa berangkat dr tempat kost????
mel
(22:57): soal ujian simstat tahun 2003
nadya_romanisti (22:59): hahhh?? di apain tuh….
nadya_romanisti (22:59): kaya soal dr bu erfi pas uts kemaren…
mel (22:59): menurut lo pake apa?? SK atau pengujian hipotesis yah???
mel (22:59): bingung
mel (23:00): baru nomor 1.a nih
nadya_romanisti (23:00): pake SK kali yah…..
mel (23:00): SK 100 % gitu
mel (23:00): apa 95%?
nadya_romanisti (23:01): klo pengen tepat waktu mah kaya’nya 100%….
nadya_romanisti (23:01): klo 95% kan ada kemungkinan telat, ato kecepetan, ya ngga sih..?
mel (23:02): iyaaaa
mel (23:02): kata2 tepat waktu itu bisa berarti dia nyampe maksimal jam 9 bukan?
Lanjut bacanya yah^^

Yup, bagi Statistics Loverzz pasti akrab banget dengan judul di atas, Dalil Limit Pusat. Kebetulan saya ada tugas kuliah buat mensimulasikan dalil tersebut, terbesit di benak saya untuk menulis tentang Dalil Limit Pusat. Dari literatur yang saya baca, Dalil Limit Pusat ialah ialah suatu teorema yang menyatakan bahwa jika Sn merupakan jumlah dari peubah acak yang saling bebas maka fungsi sebaran dari Sn akan mendekati normal jika n menuju tak hingga. Kalau dari pengertian tersebut yang terbayang di pikiran saya ialah pendekatan bilangan normal dari penjumlahan n bilangan uniform. Yang saya ingat waktu kuliah tingkat dua, Dalil Limit Pusat itu menyatakan bahwa semua peubah acak jika jumlahnya banyak alias mendekati tak hingga maka peubah acak tersebut akan menghampiri sebaran normal. Di bukunya Walpole, Pengantar Statistika terdapat dalil yang menyatakan bahwa

Bila semua kemungkinan contoh acak berukuran n diambil dengan pemulihan dari suatu populasi berhingga berukuran N yang mempunyai nilai tengah µ dan simpangan baku σ, maka untuk n yang cukup besar sebaran penarikan contoh bagi nilai tengah μ dari xbar = µ dan simpangan baku σ dari xbar = σ/akar(n).

Dalil tersebut berlaku untuk pengambilan contoh dengan pemulihan. Ada lagi dalil untuk pengambilan contoh tanpa pemulihan, yaitu:

Bila semua kemungkinan contoh acak berukuran n diambil tanpa pemulihan dari suatu populasi berhingga berukuran N yang mempunyai nilai tengah µ dan simpangan baku σ, maka untuk n yang cukup besar sebaran penarikan contoh bagi nilai tengah μ dari xbar = µ dan simpangan baku σ dari xbar = (σ/akar(n))(akar((N-n)/(N-1)))

Kedua dalil di atas membentuk suatu dalil yang dinamakan dalil limit pusat karena untuk N yang relatif besar dibandingkan n maka N-nN-1 (akar((N-n)/(N-1))) akan mendekati satu. Isi dalil limit pusat yaitu

Bila contoh acak berukuran n ditarik dari suatu populasi yang besar atau tak hingga dengan nilai tengah µ dan ragam σ2, maka nilai tengah contoh x ( μ dari xbar) akan menyebar menghampiri sebaran normal dengan nilai tengah μ dari xbar = µ dan simpangan baku σ dari xbar = σ/akar(n) . Dengan demikian

z = (xbar-µ)/(σ/akar(n))

merupakan suatu nilai bagi peubah acak normal baku Z.

Dari dalil tersebut berarti apapun sebaran dari data yang ada, jika n cukup besar maka rataan dari data tersebut akan menyebar normal (µ,σ2). Sampai seberapa besarkah nilai n tersebut sehingga sebaran dari nilai tengahnya akan menyebar normal? Itulah pertanyaan yang sering kita lontarkan selama ini. Di buku Walpole menyatakan bahwa dalil tersebut akan berlaku untuk n ≥ 30. Untuk itu, mari kita simulasikan untuk melihat berapakah nilai n sehingga dalil tersebut berlaku. Algoritma untuk simulasi ini ialah:

  • Bangkitkan N data dengan sebaran tertentu, misal sebaran chi-square
  • Ambil contoh sebanyak n (mulai dari angka 1) dengan pemulihan atau tanpa pemulihan sebanyak k kali
  • Cari nilai tengah dan simpangan baku masing-masing contoh
  • Cari nilai rataan dan simpangan baku dari nilai tengah contoh tersebut
  • Buatlah histogram dari nilai tengah contoh-contoh tersebut atau lakukan pengujian formal untuk menguji kenormalan
  • Periksa apakah nilai tengah contoh tersebut menyebar normal
  • Lakukan berulang-ulang untuk n+1
  • Lakukan juga untuk k=N, k<N, k>N
  • Lakukan untuk sebaran yang berbeda-beda

Hasil simulasi menyusul…

*soalnya masih belum bikin macronya

Suatu event besar yang sudah lama aku nanti-nanti yang jatuh pada tanggal 22-23 november 2008. Suatu rangkaian acara seminar dan kompetisi statistika nasional yang sudah 4 kali diadakan oleh himpunan keprofesian Gamma Sigma Beta. Kalau tahun lalu aku menjadi panitia, staf seksi khusus tepatnya yang mengurusi masalah kompetisinya, sekarang aku mengikuti acara ini sebagai peserta tentunya yang tahun lalu tidak bisa kuwujudkan karena menjadi panitia. Tantangan terbesar bagiku karena harus berkompetisi dengan mahasiswa-mahasiswa Statistika di seluruh Indonesia apalagi aku didanai departemen untuk mengikuti acara ini. Aku beserta ke delapan temanku (Monik, Nur H, Andi S, Dini, Arie, Indah, Trimi, Ningsih) berjuang untuk mempertahankan piala bergilir Andi Hakim Nasoetion.

Hari Pertama Statistika Ria 2008

Registrasi dimulai dari pukul 7 pagi. Aku dan temanku, Arie, sebenarnya ingin datang tepat pada waktu tersebut. Sayangnya pagi itu, kondisi fisikku sedang tidak baik. Kepalaku sangat pusing dan badanku juga panas mungkin karena kelelahan sehabis pembekalan praktik lapang selama 2 hari sebelumnya. Ketika aku tiba di Auditorium rektorat, suasana kompetisi mulai terasa namun sayangnya kondisiku semakin buruk dan mukaku keliatan pucat sekali. Walaupun begitu aku memaksakan diri untuk tetap mengikuti seminar sebelum babak penyisihan dimulai. Namanya orang sakit jadi tidak terlalu memperhatikan isi seminar. Ketika seminar berlangsung, aku tertidur dengan lelapnya sambil sedikit membaca bahan kuliah regresi. Setelah tidur, pusing pun berkurang dan Alhamdulillah kondisiku sudah membaik. Aku sangat berterima kasih kepada teman-temanku terutama Arie yang telah menemani setiap saat, tanzil yang bersedia mijitin, andi yang memberiku tolak angin, temen-temen 42 baik peserta maupun SC (Monik, Nur H, Andi S, Dini, Arie, Indah, Trimi, Ningsih, Trizar, Anton K, Viar, Nur Andi, Sigit, Wiwit, Lola, Myu, Nadya, Verry, dll) yang sudah memberi perhatian, semangat, panitia yang sudah memberi minyak kayu putih dan member semangat, supi yang menemani sholat zhuhur, segenap warga Statistika yang telah memberikan dukungan dan semangat melalui sms, komti yang telah mengusahakan dana untuk mengikuti acara ini.

Kompetisi dimulai

Tepatnya pukul 2 lebih 15 menit, kami kembali memasuki ruangan untuk babak penyisihan. Aku mendapatkan nomor urut yang ke-45. Ketika lomba dimulai, adrenalin meningkat dan Alhamdulillah aku sembuh (yeah). Kubaca soal demi soal yang tertulis dalam bahasa Inggris. Soal pertama tentang uji yang digunakan untuk pengujian parametrik dan nonparametrik. Untuk yang parametrik aku masih ingat untuk nonparametrik sayang sekali aku sudah lupa dan belum membaca lagi mengenai analisis data kategorik. Soal selanjutnya lebih ke konsep peluang dan teori statistika. Lagi-lagi aku belum belajar teori statistika 2 sehingga tidak bisa mengerjakan dan untuk soal peluang pun aku masih salah menjawabnya. Pada soal bagian kedua terdapat dua soal lagi berbahasa Indonesia. Dengan harapan bisa mengerjakan soal bagian kedua, jawaban pada bagian pertama aku kumpulkan walau belum selesai, 30 menit sebelum waktu babak penyisihan habis. Kaget melihat kedua soal tersebut, pada soal pertama ialah menghitung nilai harapan kuadrat tengah. Saya tahu prosedurnya tapi lupa aturannya, lagi-lagi karena belum belajar Rancob 2. Untuk soal kedua pun mencari nilai harapan dari simpangan baku pun saya salah. Harapan untuk lolos ke babak selanjutnya pun mengecil walau peluang menjadi semifinalis ialah sepertiga.

Hari Kedua, Kompetisi Selanjutnya

Dengan wajah yang lebih ceria, kusiapkan mental untuk menerima kenyataan. Apapun yang terjadi aku harus tetap tegar dan bersyukur. Alhamdulillah, aku masuk ke babak semifinal walau hanya mendapatkan skor 62 untuk babak penyisihan. Babak semifinal ini ialah menguji kemampuan kita dalam menganalisis data menggunakan software statistika. Saya agak kecewa setelah panitia yang menyatakan bahwa software yang digunakan sudah ditentukan di soal padahal sebelumnya disediakan 3 software yang boleh digunakan yaitu SAS 9.1, SPSS 13, dan Minitab 14. Setelah melihat soal babak semifinal hanya terdapat sebuah kasus yang harus dikerjakan dengan Excell atau SPSS 13. Untuk memahami soal saja membutuhkan waktu yang lama. Untuk soal pertama saja yang seharusnya menggunakan Excell malah kukerjakan menggunakan SPSS 13. Untuk menguji valid atau tidaknya suatu kuesioner aku hanya bisa menganalisis menggunakan SPSS dengan mencari Alfa Cronbach. Ternyata ada metode lain yang lebih sederhana menggunakan korelasi dan itu di luar jangkauan pengetahuanku yang seharusnya aku cari tahu lagi. Untuk soal kedua pun aku ragu-ragu menjawabnya antara memakai analisis regresi atau korelasi saja dan kuputuskan untuk menggunakan korelasi biasa. Soal yang ketiga kujawab dengan asal-asalan yang penting ada isinya saja. Peluang untuk masuk final sepertinya semakin menurun.

Langkahku Pun Terhenti

Pengumuman finalis pun ditayangkan. Aku merasa gugup namun siap menghadapi kenyataan karena buruknya tes babak semifinalku. Babak final yang kuharap-harapkan ternyata bukan milikku. Mereka ialah pemilik keenam peserta lainnya yang empat diantaranya ialah teman-temanku yaitu Ningsih, Arie, Monik, dan Dini. Babak final yang merupakan puncak dari Statistika Ria kunikmati dengan menjadi penonton dan memberikan semangat kepada teman-temanku. Jujur, aku ingin sekali berada di depan panggung dan presentasi dihadapan para juri dan audience. Aku ingin ditanya-tanya oleh juri seperti mereka. Aku ingin merasakan heningnya auditorium dan terpecah oleh presentasi dariku. Tapi langkahku harus terhenti sampai babak semifinal. Maafkan aku teman-teman telah mengecewakan kalian semua.

The Winner

Setelah mendengarkan presentasi dari keenam finalis, aku yakin bahwa yang akan menjadi juara 1 ialah monik dan yang masuk 3 besar lainnya ialah ningsih dan mahasiswa STIS. Ternyata prediksiku dan juga teman-temanku salah, yang menjadi juara pertama ialah mahasiswa STIS, I Gusti Ayu Nyoman Sawitri, juara kedua Monica Halim, dan juara ketiga Widya Ningsih. Aku turut bersuka cita atas kemenangan ini walau piala Andi Hakim Nasoetion berpindah tangan ke STIS. Teringat janjiku pada diri sendiri yang kuucapkan bersama ningsih yaitu kami harus menang. Walaupun aku tidak bisa mewujudkan hal tersebut, temanku ningsih sudah membuktikan dan memenuhi janjinya. Janjiku diwakilkan saja olehnya. Aku yakin tahun depan Statistika IPB akan merebut piala bergilir yang menjadi tugas mahasiswa angkatan 43. Buat angkatan 44, siap-siap jadi panitianya.

Pelajaran Hari Ini

Banyak pelajaran yang kudapat dari Statistika Ria 2008 ini, diantaranya:

  • Luruskan niatmu dalam melaksanakan sesuatu. Tergiur dengan hadiah yang ditawarkan, niat menjadi juara SR pun berorientasi pada hadiahnya. Niat buruk saya untuk mendapatkan uang tambahan untuk membeli HP baru sepertinya tidak direstui oleh yang di atas. Hendaknya kita punya niat yang baik dalam menjalankan sesuatu agar diridhoi.
  • Butuh tekad dan keberanian untuk melakukan sesuatu, jangan membatasi diri dengan pikiranmu sendiri. Banyak teman-teman saya yang belum berani untuk mengikuti SR 2008 karena terbatas oleh pemikirannya sendiri akan kemampuan mereka, padahal belum tentu apa yang mereka pikirkan itu akan terjadi. Aku pun dengan modal nekad saja bisa masuk ke babak semifinal apalagi teman-temanku yang lain yang tidak mengikuti kompetisi, kurasa teman-temanku pasti lebih baik daripada aku. Jangan takut menerima tantangan. Kesempatan hanya sekali dan jangan disia-siakan.
  • Kemauan yang tinggi serta tekad yang keras saja tidak cukup untuk mencapai suatu tujuan. Dibutuhkan usaha yang keras serta ibadah kepada sang pencipta. Kemauanku yang tinggi dan semangat yang menggebu-gebu tanpa diiringi dengan belajar yang sungguh-sungguh tidak cukup untuk menjadi sang juara SR 2008. Keinginan harus dibarengi usaha yang keras. Tak ada suatu tujuan yang akan tercapai dengan sendirinya jika kita hanya sangat menginginkannya tanpa berusaha melakukan sesuatu.
  • Belajar menerima kekalahan ialah suatu pembelajaran. Kekalahan adalah suatu batu loncatan agar menjadi lebih baik lagi di kemudian hari. Jangan biarkan kekalahanmu terulang. Jadikan sebagai suatu semangat baru dan upaya untuk memperbaiki diri. Kekalahanku di SR 2008 jangan sampai terulang di ujian komprehensif yang akan diadakan 2 minggu lagi (semangat buat kompre!!!).
  • Perbanyak evaluasi diri agar menjadi pribadi yang tangguh.
  • Jangan pernah puas terhadap ilmu yang telah didapat.

Habis nge-vote, kasih alasan yah…

*lagi iseng neh

Ini hasil tugas kelompok simulasi Statistika (mel, lola, dimas, anto). Karena sudah 2 kali berturut-turut maju ke depan mulu buat diskusi, ga’ tau kenapa, jadi aku posting deh disini.

Pengertian

Peubah Acak Seragam Diskret
Bila peubah acak x mempunyai nilai x1, x2,..,xk dengan peluang yang sama
Fungsi massa peluang peubah acak seragam diskret
f(x;k)=1/k, untuk x=x1, x2, … , xk
Contohnya, peluang suatu angka pada mata dadu segi enam ialah sama yaitu 1/6.

Peubah Acak Seragam Kontinu
X merupakan peubah acak seragam selang (θ1, θ2) jika fungsi kepekatan peluangnya ialah
f(x)=1/( θ2, θ1 )
Contohnya, peluang seseorang menunggu kedatangan kereta api di stasiun pada selang jam 7.00 sampai jam 07.30 pagi dengan selang kedatangan kereta api 15 menit mulai jam 07.00.
Penggunaan Bilangan Acak Seragam
• Untuk membangkitkan contoh acak
• Untuk mengalokasikan perlakuan-perlakuan dalam percobaan Statistika
• Untuk menentukan pemenang suatu undian

Pembangkitan Bilangan Acak Seragam
1. Konvensional
Pembangkitan bilangan acak seragam secara sederhana dapat dilakukan dengan beberapa alat yaitu :
- Koin
- Dadu
- Bola dalam kantong
- Disk
- Electronic noise dari tabung neon
- Noise dari diode Zener
- Digit dari nomor telepon yang masuk pada suatu hari
Kelemahannya:
Ketidaksesuaian antara model dengan kenyataan, koin bisa jadi tidak seimbang, dadu bisa menimbulkan bias sehingga perlu dilakukan serangkaian uji.
2. Komputasi
Pembangkitan bilangan acak dengan komputasi dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu :
• Pseudo random numbers
Metode ini dapat membangkitkan bilangan acak seragam dengan menggunakan formula rekursif
un+1= bagian pecahan dari (π + un)^5 atau
un+1=(π + un)^5 (mod 1)
dengan
n ≥ 0, nilai u0 terletak di antara 0 sampai 1 (0 < u0 < 1) yang merupakan nilai awal
metode ini biasanya digunakan untuk membangkitkan bilangan acak seragam pada kalkulator.
Bilangan acak yang dihasilkan dengan rumus tersebut adalah bilangan acak semu (pseudo), karena pembangkitan bilangannya dapat diulang kembali.
Algoritmanya:
• Tentukan nilai U0 sebagai nilai awal, 0<U0<1
• Hitung U1 dengan formula, U1=(π+U0)^5 (mod 1), n≥0
• Ulangi langkah kedua dengan menghitung Un+1=(π+Un)^5 (mod 1), n≥0 sampai diperoleh bilangan acak sebanyak yang diinginkan
kemungkinan siklus maksimum dari metode ini dengan panjang m diperoleh jika dan hanya jika memenuhi hubungan sebagai berikut:
a. b dan m tidak punya faktor selain satu
b. (a – 1) dapat dibagi dengan semua faktor prima dari m
c. (a – 1) adalah kelipatan 4 jika m adalah kelipatan 4
d. m > maks(a, b, x0)
e. a > 0, b > 0
Untuk b = 0, panjang siklus maksimum yang dapat diperoleh ialah 2k-2.
Keunggulan metode pembangkitan ini terletak pada kecepatannya dan hanya membutuhkan sedikit operasi bit.
Kriteria bilangan acak yang baik untuk metode ini ialah mempunyai siklus yang terpanjang dan mempunyai korelasi yang rendah antar pengamatan yang berurutan.

Algoritma pembangkitan bilangan acak dengan metode congruential pseudo-random number generator:
• Tentukan nilai x0 sebagai nilai awal, a, b, dan m
• Hitung x1 dengan formula, x1=(ax0+b) (mod m)
• Ulangi langkah kedua dengan menghitung xn+1=(axn+b) (mod m) sampai diperoleh bilangan acak sebanyak yang diinginkan

Minggu kemaren dapet tugas MPTP pertama. Selain disuruh baca buku, kami juga disuruh membuat suatu karangan serta biodata. Intinya kayak gini:

Nama : Melisa

NRP : G14050149

Asal SMA : SMA Negeri 1 Pagaralam, Sumatera Selatan

Minor : Ekonomi dan Studi Pembangunan

SC : Rekayasa Perangkat Lunak dan Sistem Informasi

IP TPB : 3 koma sekian lah

Nilai Bahasa Inggris TPB : A

Harapan nilai MPTP : 9,5 (A)

Tugas

  1. Mengapa mengambil Departemen Statistika dengan minor Ekonomi dan Studi Pembangunan?
  2. Mengapa mengambil Departemen Statistika dengan supporting course Rekayasa Perangkat Lunak dan Sistem Informasi?
  3. Bagaimana kira-kira pemanfaatan Statistika dalam minor atau SC tersebut?

Okay, ada beberapa alasan yang mendasar mengapa aku memilih departemen Statistika:

1. Aku suka matematika…

Loh kenapa ga’ masuk matematika aja… Kan katanya suka matematika…???

2. Aku tidak terlalu suka pelajaran yang sifatnya hafalan karena akan membosankan….

Mata kuliah hafalan akan membuatku belajar pada saat ujian saja atau yang disebut dengan SKS (sistem kebut semalam). Mata kuliah yang seperti ini akan cenderung membuatku untuk menghafal saja, tidak memhami ke dasar dan intinya, cepet hafalnya cepet juga hilangnya…

3. Lapangan pekerjaan untuk statistikawan cukup luas, tidak terbatas. Harapanku setelah lulus aku dapat pekerjaan dengan cepat. Yah, apalagi yang kita cari selain ilmu….

4. terkesan eksklusif karena statistika juga merupakan salah satu departemen favorit di IPB

5. Departemen Statistika hanya berada di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, Statistika langkah…

Awalnya hanya itu yang terpikir di benakku tentang Statistika namun aku juga punya alasan lain yaitu

6. Membantu menyelesaikan permasalahan di bidang lain.

Selain menimba ilmu di departemen Statistika, aku diwajibkan untuk mengambil minor atau supporting course untuk memenuhi kebutuhan minimal sks untuk menjadi sarjana S1 IPB. Bingung sebenarnya,… Awalnya aku ingin mengambil minor sistem informasi namun setelah dilihat mata kuliahnya ada yang sama dengan mata kuliah interdept mayor Statistika sehingga jika mengambil minor tersebut aku juga hrus mengambil dua mata kuliah lagi di luar mayor dan minor. Untuk sc aku belum memikirkannya. Setelah pertemuan pertama aku dengan PA aku memutuskan minor-minor yang mungkin kupilih, yaitu Ekbang, SI, riset operasi dan ilmu konsumen. Ekbang punya 7 mata kuliah yang berjumlah 21 sks sehingga total sks yang kubutuhkan sudah lebih dari 144 sks. Setelah melalui proses krs online yang menegangkan, aku berhasil mengambil minor ekbang….

Kenapa Ekbang???

1. Ekbang, berhubungan dengan perekonomian Indonesia menarik untuk dikaji

2. Aku dapat mengetahui ilmu-ilmu ekonomi secara lebih dalam

3. Aku juga suka mk ekonomi

4. Aku bisa menerapkan ilmu statistika dalam bidang ekonomi. Apalah artinya statistika tanpa ilmu lain.

Hubungan Statistika dan Ekonomi???

Statistika dan ekonomi berhubungan erat lah…

Statistika digunakan sebagai alat analisis permasalahan ekonomi. Dengan statistika, kita dapat menyelesaikan permasalahan ekonomi, membantu mengambil keputusan dalam bidang ekonomi yang tentunya dapat digunakan sebagai parameter untuk mengambil suatu kebijakan ekonomi. Pokoknya Statistika itu digunakan dalam pengkajian suatu teori ekonomi, mulai dari pengumpulan data, pengujian hipotesis, analisis, sampai pada peramalan.

Selain mengambil mata kuliah minor, aku juga mengambil dua mata kuliah sc dari ilmu komputer. Tidak dapat dipungkiri bahwa statistika erat hubungannya dengan ilmu komputer. Ilmu komputer dapat digunakan untuk mempermudah perhitungan Statistika. Kerumitan perhitungan Statistika sulit dilakukan secara manual. Akan lebih cepat dan efisien jika menggunakan bantuan komputer.

Sudah seminggu perkuliahan dimulai, perkuliahan di semester 7. Semester ini aku mengambil 14 sks, tapi yang tercantum di KRS-ku hanya 12 sks. Tepatnya ada 5 mata kuliah yang kuambil, yaitu Topik Khusus Statistika, Analisis Perancangan Survey, Metode Penelitian dan Telaah Pustaka, Simulasi Statistika, dan Ujian Komprehensif.
Topik Khusus Statistika (3 sks)
Mata kuliah ini baru ada secara independent pada semester 7 angkatan 42. Dulunya mata kuliah ini disatukan dengan penyusunan laporan Praktik Lapang di semester 8. Kami juga belum tahu awalnya bagaimana nantinya mata kuliah ini. Setlah kuliah pertama dengan Pak Hari, aku tahu apa inti dari mata kuliah ini. Selama setengah semester atau periode sebelum UTS kami tidak ada kuliah dan praktikum. Semua itu diganti dengan usaha kami untuk memperkenalkan lab analisis data dan menjadi konsultan mulai dari konsultasi desain penelitian sampai dengan analisis datanya. Hal ini sudah kami mulai di lingkungan IPB dengan membuat stand-stand analisis data di tempat-tempat tertentu di IPB (Lab Analisis Data, FEMA, LSI, Rektorat, Fahutan, FPIK-FAPET, dan FKH). Selain di IPB, rencananya kami akan merambah ke universitas lain di luar IPB di sekitar Jabodetabek. Tiap orang harus mendapatkan minimal 2 orang klien yang nantinya akan dibuat laporan hasil konsultasi tersebut. Periode selanjutnya setelah UTS, kami baru akan mendapatkan kuliah mengenai aplikasi Statistika di bidang lain seperti penginderaan jauh, keuangan dan lainnya dengan mendatangkan pembicara atau praktisi di luar dosen Statistika.
Analisis Perancangan Survey (3 sks)
Berbeda dengan mata kuliah Topik Khusus Statistika, mata kuliah ini ada kuliah di setengah semeter awal atau periode sebelum UTS dan terjun lapang di periode UAS. Kuliah ini berisi bagaimana cara mendesain sebuah survey mulai dari rancangannya, instrumen penelitian, metode pengambilan sampel serta sampai ke pembuatan form entry data. Di periode UAS, kami secara berkelompok akan melakukan suatu survey berdasarkan teori yang sudah kami peroleh sebelumnya.
Metode Penelitian dan Telaah Pustaka (3 sks)
Mata kuliah ini sesuai dengan namanya, berisikan bagaimana sih cara menjadi peneliti atau ilmuwan itu? Apa saja yang harus dilakukan? Intinya membiasakan kami untuk menulis ilmiah apalagi sebentar lagi kami akan menyususn karya ilmiah di semester 8. Ada beberapa bentuk tugas mata kuliah ini yaitu tugas pribadi, tugas kelompok, dan tugas kelas selain penilaian juga dilihat dari UTS dan UAS. Tugas pribadi pertama yaitu kami disuruh membuat data pribadi berisi nama, nrp, asal, IP TPB, dan sebagainya, membuat karangan satu lembar berisi alasan masuk Statistika dengan minor tertentu serta kaitan minor dan mayor. Tak kalah pentingnya kami juga disuruh membaca kompas terbitan rabu 27 Agustus 2008 serta buku teks seperti ”Nasihat untuk Ilmuwan Muda”, buku karangan Pak Andi H.N lainnya, serta buku ”The Craft for Research”. Yang menarik ialah tugas kelas yang wajib ada, jika tidak ada maka nilai kami untuk mata kuliah ini tidak akan keluar. Kalau angkatan 40 melakukan survey tentang kajian peringkat departemen di IPB sedangkan angkatan 41 meresmikan pustak Pak Andi Hakim Nasution. Tugas apakah yang akan dijalankan angkatan 42? Masih menjadi misteri hingga saat ini.
Simulasi Statistika (3 sks)
Bentuk kuliah ini ialah simulasi permasalahan Statistika, baik itu sebaran-sebaran Statistika maupun metode-metode Statistika menggunakan software-software Statistika. Dengan Simulasi Statistika, kami dapat membuktikan dengan simulasi teori-teori Statistika, hubungan keterkaitan antar sebaran-sebaran Statistika dan lainnya.
Ujian Komprehensif (2 sks)
Masih belum jelas akan diadakan kapan, biasanya di waktu UTS. Yang jelas mata kuliah ini tidak ada kuliahnya. Kalau tahun-tahun lalu, ujian komprehensif merupakan ujian tertulis selama 4 jam close book mengenai 6 mata kuliah yaitu metstat 1, mestat 2, rancob, TS 1, TS 2 dan MPC. Namun, pada kurikulum mayor-minor terjadi perubahan mata kuliah sehingga banyak mata kuliah baru. Kemungkinan mata kuliah yang akan diujikan ada 9 yaitu mestsat, pengantar peluang, mpc, TS 1, TS 2, anreg 1, anreg 2, rancob 1 dan rancob 2. Belajarnya harus mulai dari sekarang nih…. 9 mata kuliah gitu… Smangat…!!!!

Semester 7 seru-seru neh…
Aplikatif dan turun lapang….
Smangat!!!

Halaman Berikutnya »