friends


Baru saja sehari melewati hari-hari penat penuh tekanan karena ujian, aku dan teman-teman disuguhi kenangan indah nan manis tak terlupakan. Yup, makrab lagi buat Statistika 42, horeee, yang sebelumnya nyaris ga’ jadi karena perdebatan panjang. Trade-off antara kenangan dan uang, antara kepentingan dan kepuasan, semua terasa menyulitkan. Pilihan berat antara beli baju dengan secercah kebersamaan, uang makan dan biaya PL, kuliah dengan foto-foto penuh canda dan tawa. Yah memang sebuah pilihan. Salut aku dengan teman-temanku panitia makrab (angga, hafiz, 3mi, 3zar, nur, dan yang lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-satu) yang telah mengorbankan banyak waktunya untuk acara ini. Panitia yang mengusahakan biaya minim untuk sebuah acara kebersamaan kita menjelang praktik lapang selama 2 bulan. Terima kasih buat kalian semua, yah, you are the best…!!!

Makrab kali ini memang sedikit berbeda dari makrab yang nyaris setahun sebelumnya, setidaknya dilihat dari jumlah peserta yang hanya 60%. Sedikitnya peserta tak membuat sepi karena semua kesenangan ada disini. Seneng banget rasanya, melalui hari-hari indah penuh canda.

Sesampai disana disuguhkan dengan pemandangan indah di depan villa, yah sebuah bukit yang disebut dengan Gunung Kapur. Gunung nan hijau begitu segar dipandang mata. Awan-awan menyelimuti menambah kesahduan bukit itu. Yah, langsung aku letakkan tas di dalam villa dan bergegas main Badminton buat pemanasan. Pokoknya hari ini buat senang-senang. Ayo main!.

mels-f0t0655

Acara pun berlanjut sampai malam harinya, setelah sholat maghrib ada acara ngobrol-ngobrol sampai waktu adzan isya tiba. Acara dalam kegelapan malam menguak perasaan  tentang temen-temen di Statistika, bangganya aku. Acara itu tak tau kenapa, diakhiri dengan isak tangis haru sambil bermaaf-maafan dengan yang lainnya. Yah maafin aku teman. Air mata mengalir tak tahan rasanya membendung semua kesalahan selama ini.

Setelah sholat isya, acara kembali dilanjutkan dengan games-games kocak yang seru abis pokoknya. Kami dibagi menjadi 6 kelompok. Games pertama: tarik tambang pake sarung, peserta masuk ke sarung yang diikat dan kemudian mencoba menarik sarung hingga peserta yang di ujung dapat menggapai sebuah tongkat. Horee,, kelompokku menang, padahal cuma 5 orang. Beruntung sekelompok sama Sigit dan Yasin yang badannya gede jadi bisa menang dengan cepat, hahahaha. Games kedua: Acara rayu-rayuan gombal yang diciptakan oleh masing-masing kelompok buat lucu-lucuan, yang paling gomballah yang menang. Dengan susah payah, akhirnya berhasil membujuk Sigit dan Yasin buat rayu-rayuan gombal, hahahaha, yakin deh, mereka ngomong aja dah lucu, apalagi pake gombal-gombalan. Improvisasi mereka keren menurutku, lucu parah, hahahaha. Hmmm setelah games-games dan nulis2 tentang kesan-pesan buat temen, acara selanjutnya bakar-bakar ayam dan jagung. Asik menunggu jagung bakar sambil nonton,, seru dah (sori ga’ ngebantuin yang masak2 kan dah banyak yang lagi masak,, jadi nonton aja,,, ah). Nonton ampe ketiduran di karpet depan TV sampe pagi.

Keesokan harinya, hiking ke Gunung Bukit Kapur. Denga memakai “Sendal Shopping” kayak di blognya Nadya, aku ikutan hiking. Diperingatin sama Arie, ntar putus sendalnya, dengan santai aku menjawab,”Ga’palah sekalian beli yang baru, hehehe”. Setelah sampai dengan mendaki tanjakan berbatu, kami bingung harus kemana lagi. Akhirnya diputuskan untuk mencari pemandangan yang lebih oke dari atas Gunung Kapur. Berjalan beberapa menit dari puncak Gunung Kapur, melewati semak-semak hutan yang lebat. Dan yang paling menegangkan ialah pada tanjakan terakhir, sebuah batu yang tingginya lebih dari 3 meter harus kunaiki. Perasaan gemetar mulai terasa, takut rasanya berada di ketinggian seperti itu. Gimana ini, dengan merangkak seperti laba-laba spiderwoman aku sampai pada puncak bebatuan tajam itu. Namun sebelumnya, “Sendal Shopping” itu nyangkut di bebatuan dannnn putus,, gemetar rasanya,, subhanallah, indah sekali, pemandangan dari puncak Gunung Kapur. Hutan hijau yang menyegarkan, rumah-rumah tersusun bertebaran, sekali lagi indah sekali. Takut rasanya untuk berdiri di atas bebatuan curam dan tajam itu.

Putusnya sendal membuatku harus turun gunung bukit dengan bertelanjang kaki, lumayan tergores-gores kaki ini. Turun dari puncak sampai ke villa dengan bertelanjang kaki, sakit rasanya meninjak batu-batuan itu. Luka kecil di kaki tak menurunkan semangat untuk main-main lagi hagis turun gunung, kolam renang, badminton pun masih dijamahi. Asik, seru, menyenangkan…

mendaki gunung lewati lembah

mels-f0t0663

mels-f0t0666Sampai pada puncaknya

mels-f0t0677

mels-f0t0708
Semua terasa menyenangkan jika berada di tengah-tengah kalian…

Akankah kenangan ini akan kurasakan lagi…

Senang dan bangga berada di dekat kalian, teman-temanku di Statistika 42.

Bingung, ga’ ngerti, yah, itulah yang dirasakan saat ini. Saya memegang beberapa fotokopian soal UAS Simulasi Statistika tahun lalu. Karena bingung,, ga’ ngerti,, akhirnya tanya-tanya ke yang lagi OL, kebetulan ada nadya disitu. Suatu obrolan dua mahasiswa Statistika di tengah-tengah Ujian AKhir Semester diadakan melalui YM.
Kondisi saat itu:
Saya sedang sangat kebingungan,, mau diapain yah soal-soal ini…
Nadya sedang setengah ngantuk…

Percakapan dimulai…

mel (22:54): nad
nadya_romanisti (22:55): knp?
mel (22:57): misalnya waktu keberangkatan seseorang ke kampus dr kostan menyebar normal dgn rata2 20 dan simpangan baku 3,6. Kuliah dimulai jam 9. terus dibangkitin data sebanyak 20 buah sesuai sama sebaran data di atas: 18, 26, 19, …., 19. jika mahasiswa ingin selalu tepat waktu, jam berapa sebaiknya mahasiswa berangkat dr tempat kost????
mel
(22:57): soal ujian simstat tahun 2003
nadya_romanisti (22:59): hahhh?? di apain tuh….
nadya_romanisti (22:59): kaya soal dr bu erfi pas uts kemaren…
mel (22:59): menurut lo pake apa?? SK atau pengujian hipotesis yah???
mel (22:59): bingung
mel (23:00): baru nomor 1.a nih
nadya_romanisti (23:00): pake SK kali yah…..
mel (23:00): SK 100 % gitu
mel (23:00): apa 95%?
nadya_romanisti (23:01): klo pengen tepat waktu mah kaya’nya 100%….
nadya_romanisti (23:01): klo 95% kan ada kemungkinan telat, ato kecepetan, ya ngga sih..?
mel (23:02): iyaaaa
mel (23:02): kata2 tepat waktu itu bisa berarti dia nyampe maksimal jam 9 bukan?
Lanjut bacanya yah^^

Hari ini, Senin 19 januari 2009, di tengah-tengah sunyinya kampus karena ujian, kami mahasiswa Statistika 42 malah ngumpul-ngumpul di Departemen. Mau ngapain sih??? Tentu saja hari ini ada pengumuman tentang BPMK dan penempatan daerah Praktik Lapang untuk semester delapan nanti…

Jam 10 pagi, kami sudah berada di ruangan seminar Statistika. Walau hujan deras kami tetap datang untuk mendengarkan pengumuman yang disampaikan… Deg-degan rasanya menunggu pengumuman penepatan Praktik Lapang. Ada 4 wilayah besar dan 1 wilayah tambahan tempat praktik lapang yaitu Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Tengah… Alhamdulillah,, saya ditempatkan di Jakarta, tepatnya di Perusahaan Jaringan Suara Indonesia, Jakarta Selatan.. Saya memang sudah siap ditempatkan dimana saja… Setelah pengumuman selesai, akan ada acara makan-makan bareng sebagai wujud kebersamaan kami semua disertai dengan pemberian kenang-kenangan pada Departemen Statistika sebelum kami berangkat praktik lapang…

Pemberian kenang-kenangan secara simbolis oleh komti mewakili stk 42 ke Bu Tami mewakili departemen

Pemberian kenang-kenangan secara simbolis

temen-temen lagi sibuk ngambil kertas pengumuman PL,, walau udah tau pada ditempatin dimana

Sibuk euy

Setelah pengumuman PL, saatnya makan-makan, nasi tumpengnya masih utuh… yummy

nasi tumpeng

Sekarang udah dibagi-bagi ke piring-piring,, ga’ sabar pengen makan…

mels-f0t0481

Makan-makan asikkk

mels-f0t0484Habis tak bersisa….

mels-f0t0488

Kalau pengen liat
ngumpul-ngumpul stk42 lainnya sok ada disini…

Suatu event besar yang sudah lama aku nanti-nanti yang jatuh pada tanggal 22-23 november 2008. Suatu rangkaian acara seminar dan kompetisi statistika nasional yang sudah 4 kali diadakan oleh himpunan keprofesian Gamma Sigma Beta. Kalau tahun lalu aku menjadi panitia, staf seksi khusus tepatnya yang mengurusi masalah kompetisinya, sekarang aku mengikuti acara ini sebagai peserta tentunya yang tahun lalu tidak bisa kuwujudkan karena menjadi panitia. Tantangan terbesar bagiku karena harus berkompetisi dengan mahasiswa-mahasiswa Statistika di seluruh Indonesia apalagi aku didanai departemen untuk mengikuti acara ini. Aku beserta ke delapan temanku (Monik, Nur H, Andi S, Dini, Arie, Indah, Trimi, Ningsih) berjuang untuk mempertahankan piala bergilir Andi Hakim Nasoetion.

Hari Pertama Statistika Ria 2008

Registrasi dimulai dari pukul 7 pagi. Aku dan temanku, Arie, sebenarnya ingin datang tepat pada waktu tersebut. Sayangnya pagi itu, kondisi fisikku sedang tidak baik. Kepalaku sangat pusing dan badanku juga panas mungkin karena kelelahan sehabis pembekalan praktik lapang selama 2 hari sebelumnya. Ketika aku tiba di Auditorium rektorat, suasana kompetisi mulai terasa namun sayangnya kondisiku semakin buruk dan mukaku keliatan pucat sekali. Walaupun begitu aku memaksakan diri untuk tetap mengikuti seminar sebelum babak penyisihan dimulai. Namanya orang sakit jadi tidak terlalu memperhatikan isi seminar. Ketika seminar berlangsung, aku tertidur dengan lelapnya sambil sedikit membaca bahan kuliah regresi. Setelah tidur, pusing pun berkurang dan Alhamdulillah kondisiku sudah membaik. Aku sangat berterima kasih kepada teman-temanku terutama Arie yang telah menemani setiap saat, tanzil yang bersedia mijitin, andi yang memberiku tolak angin, temen-temen 42 baik peserta maupun SC (Monik, Nur H, Andi S, Dini, Arie, Indah, Trimi, Ningsih, Trizar, Anton K, Viar, Nur Andi, Sigit, Wiwit, Lola, Myu, Nadya, Verry, dll) yang sudah memberi perhatian, semangat, panitia yang sudah memberi minyak kayu putih dan member semangat, supi yang menemani sholat zhuhur, segenap warga Statistika yang telah memberikan dukungan dan semangat melalui sms, komti yang telah mengusahakan dana untuk mengikuti acara ini.

Kompetisi dimulai

Tepatnya pukul 2 lebih 15 menit, kami kembali memasuki ruangan untuk babak penyisihan. Aku mendapatkan nomor urut yang ke-45. Ketika lomba dimulai, adrenalin meningkat dan Alhamdulillah aku sembuh (yeah). Kubaca soal demi soal yang tertulis dalam bahasa Inggris. Soal pertama tentang uji yang digunakan untuk pengujian parametrik dan nonparametrik. Untuk yang parametrik aku masih ingat untuk nonparametrik sayang sekali aku sudah lupa dan belum membaca lagi mengenai analisis data kategorik. Soal selanjutnya lebih ke konsep peluang dan teori statistika. Lagi-lagi aku belum belajar teori statistika 2 sehingga tidak bisa mengerjakan dan untuk soal peluang pun aku masih salah menjawabnya. Pada soal bagian kedua terdapat dua soal lagi berbahasa Indonesia. Dengan harapan bisa mengerjakan soal bagian kedua, jawaban pada bagian pertama aku kumpulkan walau belum selesai, 30 menit sebelum waktu babak penyisihan habis. Kaget melihat kedua soal tersebut, pada soal pertama ialah menghitung nilai harapan kuadrat tengah. Saya tahu prosedurnya tapi lupa aturannya, lagi-lagi karena belum belajar Rancob 2. Untuk soal kedua pun mencari nilai harapan dari simpangan baku pun saya salah. Harapan untuk lolos ke babak selanjutnya pun mengecil walau peluang menjadi semifinalis ialah sepertiga.

Hari Kedua, Kompetisi Selanjutnya

Dengan wajah yang lebih ceria, kusiapkan mental untuk menerima kenyataan. Apapun yang terjadi aku harus tetap tegar dan bersyukur. Alhamdulillah, aku masuk ke babak semifinal walau hanya mendapatkan skor 62 untuk babak penyisihan. Babak semifinal ini ialah menguji kemampuan kita dalam menganalisis data menggunakan software statistika. Saya agak kecewa setelah panitia yang menyatakan bahwa software yang digunakan sudah ditentukan di soal padahal sebelumnya disediakan 3 software yang boleh digunakan yaitu SAS 9.1, SPSS 13, dan Minitab 14. Setelah melihat soal babak semifinal hanya terdapat sebuah kasus yang harus dikerjakan dengan Excell atau SPSS 13. Untuk memahami soal saja membutuhkan waktu yang lama. Untuk soal pertama saja yang seharusnya menggunakan Excell malah kukerjakan menggunakan SPSS 13. Untuk menguji valid atau tidaknya suatu kuesioner aku hanya bisa menganalisis menggunakan SPSS dengan mencari Alfa Cronbach. Ternyata ada metode lain yang lebih sederhana menggunakan korelasi dan itu di luar jangkauan pengetahuanku yang seharusnya aku cari tahu lagi. Untuk soal kedua pun aku ragu-ragu menjawabnya antara memakai analisis regresi atau korelasi saja dan kuputuskan untuk menggunakan korelasi biasa. Soal yang ketiga kujawab dengan asal-asalan yang penting ada isinya saja. Peluang untuk masuk final sepertinya semakin menurun.

Langkahku Pun Terhenti

Pengumuman finalis pun ditayangkan. Aku merasa gugup namun siap menghadapi kenyataan karena buruknya tes babak semifinalku. Babak final yang kuharap-harapkan ternyata bukan milikku. Mereka ialah pemilik keenam peserta lainnya yang empat diantaranya ialah teman-temanku yaitu Ningsih, Arie, Monik, dan Dini. Babak final yang merupakan puncak dari Statistika Ria kunikmati dengan menjadi penonton dan memberikan semangat kepada teman-temanku. Jujur, aku ingin sekali berada di depan panggung dan presentasi dihadapan para juri dan audience. Aku ingin ditanya-tanya oleh juri seperti mereka. Aku ingin merasakan heningnya auditorium dan terpecah oleh presentasi dariku. Tapi langkahku harus terhenti sampai babak semifinal. Maafkan aku teman-teman telah mengecewakan kalian semua.

The Winner

Setelah mendengarkan presentasi dari keenam finalis, aku yakin bahwa yang akan menjadi juara 1 ialah monik dan yang masuk 3 besar lainnya ialah ningsih dan mahasiswa STIS. Ternyata prediksiku dan juga teman-temanku salah, yang menjadi juara pertama ialah mahasiswa STIS, I Gusti Ayu Nyoman Sawitri, juara kedua Monica Halim, dan juara ketiga Widya Ningsih. Aku turut bersuka cita atas kemenangan ini walau piala Andi Hakim Nasoetion berpindah tangan ke STIS. Teringat janjiku pada diri sendiri yang kuucapkan bersama ningsih yaitu kami harus menang. Walaupun aku tidak bisa mewujudkan hal tersebut, temanku ningsih sudah membuktikan dan memenuhi janjinya. Janjiku diwakilkan saja olehnya. Aku yakin tahun depan Statistika IPB akan merebut piala bergilir yang menjadi tugas mahasiswa angkatan 43. Buat angkatan 44, siap-siap jadi panitianya.

Pelajaran Hari Ini

Banyak pelajaran yang kudapat dari Statistika Ria 2008 ini, diantaranya:

  • Luruskan niatmu dalam melaksanakan sesuatu. Tergiur dengan hadiah yang ditawarkan, niat menjadi juara SR pun berorientasi pada hadiahnya. Niat buruk saya untuk mendapatkan uang tambahan untuk membeli HP baru sepertinya tidak direstui oleh yang di atas. Hendaknya kita punya niat yang baik dalam menjalankan sesuatu agar diridhoi.
  • Butuh tekad dan keberanian untuk melakukan sesuatu, jangan membatasi diri dengan pikiranmu sendiri. Banyak teman-teman saya yang belum berani untuk mengikuti SR 2008 karena terbatas oleh pemikirannya sendiri akan kemampuan mereka, padahal belum tentu apa yang mereka pikirkan itu akan terjadi. Aku pun dengan modal nekad saja bisa masuk ke babak semifinal apalagi teman-temanku yang lain yang tidak mengikuti kompetisi, kurasa teman-temanku pasti lebih baik daripada aku. Jangan takut menerima tantangan. Kesempatan hanya sekali dan jangan disia-siakan.
  • Kemauan yang tinggi serta tekad yang keras saja tidak cukup untuk mencapai suatu tujuan. Dibutuhkan usaha yang keras serta ibadah kepada sang pencipta. Kemauanku yang tinggi dan semangat yang menggebu-gebu tanpa diiringi dengan belajar yang sungguh-sungguh tidak cukup untuk menjadi sang juara SR 2008. Keinginan harus dibarengi usaha yang keras. Tak ada suatu tujuan yang akan tercapai dengan sendirinya jika kita hanya sangat menginginkannya tanpa berusaha melakukan sesuatu.
  • Belajar menerima kekalahan ialah suatu pembelajaran. Kekalahan adalah suatu batu loncatan agar menjadi lebih baik lagi di kemudian hari. Jangan biarkan kekalahanmu terulang. Jadikan sebagai suatu semangat baru dan upaya untuk memperbaiki diri. Kekalahanku di SR 2008 jangan sampai terulang di ujian komprehensif yang akan diadakan 2 minggu lagi (semangat buat kompre!!!).
  • Perbanyak evaluasi diri agar menjadi pribadi yang tangguh.
  • Jangan pernah puas terhadap ilmu yang telah didapat.

Hari ini, rabu 10 September 2008, mahasiswa Statistika 42 mengadakan buka bersama di Ciampea (kalau tidak salah). Buka puasa ini berbeda dengan buka puasa yang biasnya kami lakukan tiap tahunnya pada bulan Ramadhan. Buka puasa ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa Statistika saja tetapi juga bersama anak yatim yang ada di yayasan (saya lupa nama yayasannya). Bermulai dari ide segelintir orang (modjo dkk) yang seharusnya kita tidak hanya melakukan kegiatan yang sifatnya hura-hura. Kegiatan kali ini harus bermanfaat juga bagi yang lainnya.

Alhamdulillah, buka puasa bersamanya sudah selesai. Berangkat pada pukul 5 sore dan akhirnya kami tiba pukul setengah 6 sore. Walaupun disambut dengan hujan lebat, acara pun berjalan lancar. Dimulai dengan pebukaan oleh MC (Fuad), tilawah (Dauz), kata sambutan dan kultum dari pemilik yayasan, dan sampailah pada adzan maghrib. Kami semua berbuka puasa dengan makan dan minum, makanan dan minuman yang telah disediakan sebelumnya (es buah, makanan kiloan, dll). Acara dilanjutkan dengan sholat maghrib, makan malam, pemberian bahan makanan secara simbolis (oleh Modjo selaku ketua panitia), doa, penutup, bersalam-salaman dan tidak ketinggalan yaitu foto-foto (foto-foto menyusul).

Senangnya bisa berbagi, senangnya bisa kumpul-kumpul lagi.

Terimakasih…

WCS LogDekDok….

Deskripsi…

Tiap rapat 50% Ketawa, 50% serius…

Selalu ada yang bawa makanan…

Dini : Macaroni pedes

Akang : Sale

Dina : Moci

Nunung : Oleh2 dari Tasik

Andri : Makanan Ons-ons-an

Saya : Crispy Crackers

Yang Laen : Menyusul pada rapat selanjutnya….

WCS LogDekDok…

Berbeda dari yang laen…

Yang laen pada tegang n serius….

Kalo qt… Ketawa-Ketiwi mulu

Apalagi CO-nya tiap kali ngomong ketawa dulu…

Padahal yang diomongin ga’ lucu…

Kemarin malem, tepatnya jam 10.37 PM gw buka situs IPB. Perhatian utama saya ialah pada gambar yang terpampang di halaman Home. Saya langsung kaget ngeliat foto itu, biasanya yang saya lihat ialah foto gedung di IPB, produk-produk IPB, kegiatan mahasiswa IPB, de el el. Kali ini saya langsung kaget karena temen saya Nunung kok namapang disitu.
Spontan saja, saya langsung memberitahu temen-temen STK laen yang lagi ngenet juga.Ada kegiatan apa ya? Saya langsung bertanya-tanya…
Kok bisa fotonya ada disitu…
Besok saya mau konfirmasi ke orangnya…

Introduction
Mendengar kata Six Sigma pasti tidak asing lagi bagi mahasiswa Statistika. Kata Six Sigma disini bukan berarti pendekatan Statistika yang digunakan dalam Qualty Control untuk menemukan penyebab kegagalan dan kesalahan dari suatu proses produksi yang fokus pada output yang sangat penting bagi pelanggan. Tapi Six Sigma ini merupakan nama kelompok tugas project Sistem Informasiku selama semester 6 kemarin. Nama Six Sigma diambil karena Six Sigma merujuk pada keragaman kurang lebih 6 standar deviasi pada proses pengendalian mutu yang sama dengan anggota kelompok kami berjumlah 6 orang dengan beraneka ragam karakter tetapi tetap satu tujuan. Six Sigma (nama kelompok) beranggotakan 6 orang, Icad sebagai PM, Erwin sebagai System Analyst, Verry dan Modjo sebagai Programmer, Saya sendiri sebagai Tester, dan Dini sebagai yang mengurus dokumentasi. Jabatan itu hanya formalitas saja karena dalam praktiknya kami bekerja sama dalam mengerjakan semua bagian tugas selama satu semester.

Our Project
Dalam project ini, kami mengangkat masalah PKM baik mengenai informasinya yang kurang maupun kelanjutan dari hasil PKM itu sendiri. Atas ide itulah, kami membuat web yang bernama PKMart, sistem informasi online PKM beserta produk-produknya. PKMart menyediakan info PKM berupa berita terbaru, database penerima dana PKM, produk-produk PKM serta memasarkan produk tersebut melalui penjualan online. Harapannya sistem ini memang bisa dapat digunakan untuk membantu mahasiswa untuk lebih mengetahui semua tentang PKM serta membantu memasarkan produk-produk PKMK mahasiswa IPB. Akan dibawa kemanakah sistem ini setelah kuliah berakhir? Akankah hanya menjadi seonggok folder yang berisi file-file yang tak berguna di dalam hardiskku? Pertanyaan ini masih belum terjawab olehku.

Me and My Friends
Kelompok Six Sigma sudah berakhir, seiring berakhir juga semester 6 ini. Banyak hal yang terjadi yang mungkin membuat teman-teman Six Sigma kadang-kadang jengkel atau kesal karena tingkah lakuku. Kusadari mungkin aku punya banyak salah selama ini. Aku sering menyuruh mengerjakan tugas ini, tugas itu, suka ngomel sana-sini, maaf ya teman-teman. Kalian adalah partner terbaik. Teman-teman yang penuh semangat. Teman-teman yang selalu ceria dan bertanggung jawab terhadap apa yang sudah diberikan. Tidak ketinggalan juga teman-teman Eazhy (Anton, Indah, Nadya, Angga, Fira) yang selalu menemani pahit manis perjuangan selama kuliah SI. Terima kasih atas semua kerjasamanya, semua sarannya, candaan, dan semuanya. Maaf juga kalau selama ini selalu membuat kesal teman-teman Eazhy.
Tetap semangat teman-temanku, jangan sampai kebersamaan ini hilang.