Senin, Februari 2nd, 2009


Baru saja sehari melewati hari-hari penat penuh tekanan karena ujian, aku dan teman-teman disuguhi kenangan indah nan manis tak terlupakan. Yup, makrab lagi buat Statistika 42, horeee, yang sebelumnya nyaris ga’ jadi karena perdebatan panjang. Trade-off antara kenangan dan uang, antara kepentingan dan kepuasan, semua terasa menyulitkan. Pilihan berat antara beli baju dengan secercah kebersamaan, uang makan dan biaya PL, kuliah dengan foto-foto penuh canda dan tawa. Yah memang sebuah pilihan. Salut aku dengan teman-temanku panitia makrab (angga, hafiz, 3mi, 3zar, nur, dan yang lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-satu) yang telah mengorbankan banyak waktunya untuk acara ini. Panitia yang mengusahakan biaya minim untuk sebuah acara kebersamaan kita menjelang praktik lapang selama 2 bulan. Terima kasih buat kalian semua, yah, you are the best…!!!

Makrab kali ini memang sedikit berbeda dari makrab yang nyaris setahun sebelumnya, setidaknya dilihat dari jumlah peserta yang hanya 60%. Sedikitnya peserta tak membuat sepi karena semua kesenangan ada disini. Seneng banget rasanya, melalui hari-hari indah penuh canda.

Sesampai disana disuguhkan dengan pemandangan indah di depan villa, yah sebuah bukit yang disebut dengan Gunung Kapur. Gunung nan hijau begitu segar dipandang mata. Awan-awan menyelimuti menambah kesahduan bukit itu. Yah, langsung aku letakkan tas di dalam villa dan bergegas main Badminton buat pemanasan. Pokoknya hari ini buat senang-senang. Ayo main!.

mels-f0t0655

Acara pun berlanjut sampai malam harinya, setelah sholat maghrib ada acara ngobrol-ngobrol sampai waktu adzan isya tiba. Acara dalam kegelapan malam menguak perasaan  tentang temen-temen di Statistika, bangganya aku. Acara itu tak tau kenapa, diakhiri dengan isak tangis haru sambil bermaaf-maafan dengan yang lainnya. Yah maafin aku teman. Air mata mengalir tak tahan rasanya membendung semua kesalahan selama ini.

Setelah sholat isya, acara kembali dilanjutkan dengan games-games kocak yang seru abis pokoknya. Kami dibagi menjadi 6 kelompok. Games pertama: tarik tambang pake sarung, peserta masuk ke sarung yang diikat dan kemudian mencoba menarik sarung hingga peserta yang di ujung dapat menggapai sebuah tongkat. Horee,, kelompokku menang, padahal cuma 5 orang. Beruntung sekelompok sama Sigit dan Yasin yang badannya gede jadi bisa menang dengan cepat, hahahaha. Games kedua: Acara rayu-rayuan gombal yang diciptakan oleh masing-masing kelompok buat lucu-lucuan, yang paling gomballah yang menang. Dengan susah payah, akhirnya berhasil membujuk Sigit dan Yasin buat rayu-rayuan gombal, hahahaha, yakin deh, mereka ngomong aja dah lucu, apalagi pake gombal-gombalan. Improvisasi mereka keren menurutku, lucu parah, hahahaha. Hmmm setelah games-games dan nulis2 tentang kesan-pesan buat temen, acara selanjutnya bakar-bakar ayam dan jagung. Asik menunggu jagung bakar sambil nonton,, seru dah (sori ga’ ngebantuin yang masak2 kan dah banyak yang lagi masak,, jadi nonton aja,,, ah). Nonton ampe ketiduran di karpet depan TV sampe pagi.

Keesokan harinya, hiking ke Gunung Bukit Kapur. Denga memakai “Sendal Shopping” kayak di blognya Nadya, aku ikutan hiking. Diperingatin sama Arie, ntar putus sendalnya, dengan santai aku menjawab,”Ga’palah sekalian beli yang baru, hehehe”. Setelah sampai dengan mendaki tanjakan berbatu, kami bingung harus kemana lagi. Akhirnya diputuskan untuk mencari pemandangan yang lebih oke dari atas Gunung Kapur. Berjalan beberapa menit dari puncak Gunung Kapur, melewati semak-semak hutan yang lebat. Dan yang paling menegangkan ialah pada tanjakan terakhir, sebuah batu yang tingginya lebih dari 3 meter harus kunaiki. Perasaan gemetar mulai terasa, takut rasanya berada di ketinggian seperti itu. Gimana ini, dengan merangkak seperti laba-laba spiderwoman aku sampai pada puncak bebatuan tajam itu. Namun sebelumnya, “Sendal Shopping” itu nyangkut di bebatuan dannnn putus,, gemetar rasanya,, subhanallah, indah sekali, pemandangan dari puncak Gunung Kapur. Hutan hijau yang menyegarkan, rumah-rumah tersusun bertebaran, sekali lagi indah sekali. Takut rasanya untuk berdiri di atas bebatuan curam dan tajam itu.

Putusnya sendal membuatku harus turun gunung bukit dengan bertelanjang kaki, lumayan tergores-gores kaki ini. Turun dari puncak sampai ke villa dengan bertelanjang kaki, sakit rasanya meninjak batu-batuan itu. Luka kecil di kaki tak menurunkan semangat untuk main-main lagi hagis turun gunung, kolam renang, badminton pun masih dijamahi. Asik, seru, menyenangkan…

mendaki gunung lewati lembah

mels-f0t0663

mels-f0t0666Sampai pada puncaknya

mels-f0t0677

mels-f0t0708
Semua terasa menyenangkan jika berada di tengah-tengah kalian…

Akankah kenangan ini akan kurasakan lagi…

Senang dan bangga berada di dekat kalian, teman-temanku di Statistika 42.

Tragedi itu,, masih kuingat… Yah tragedi itu kamis, 29 Januari 2009, sehabis ujian simulasi statistika, aku dan teman-teman datang ke seminar hasil penelitian kakak kelas, seminar kak Ihsan dan kak Romy,, Yang ditunggu-tunggu tentu saja ialah snack sehabis seminar, lumayan laper banget habis ujian,, sebuah donat coklat dari Bateng cukup membuat perutku kenyang,, ternyata masih ada lagi, yah Beng-Beng, dibagikan setelah donat dibagikan,, Aku pun segera meminta temanku untuk mengambilkan Beng-Beng. Banyaknya orang yang tidak tau kalau ada makanan membuatku meminta kembali Beng-Beng. Permasalahannya adalah Beng-Beng itu jatuh ke kolong meja. Dengan perjuangan nyelip-nyelip ke kolong meja bundar, aku ambil Beng-Beng itu, fuih, hore, dapet Beng-Beng lagi. Tak sampai satu menit di tanganku, Beng-Beng tersebut disambar oleh Anton, si orang super-duper jail, kebetulan ada Indah disana, aku pun segera meminta Indah untuk mengambilkan Beng-Beng yang disambar si Anton dan jatuh ke lantai. Sebelnya, Indah memang mengambil Beng-Beng itu, tapi bukannya dibalikin eh malah diambil sama dia dan kabur. Aku sempet manggil-manggil cukup lama, “Balikin dunk Beng-Bengnya, woiiiii”… Tapi celotehku sia-sia, mereka berlalu sambil tertawa puas…

Setelah di lab kecil, aku kembali bertemu dengan mereka berdua, yah, dengan wajah tanpa dosa mereka menghiraukanku. Akupun meminta kembali Beng-Bengku, “Eh, gw ga’ ikhlas, balikin, gw doain ga’ langgeng deh”, saking sebelnya. Tanpa ada kemauan dari mereka untuk mengembalikan terbesit pikiran jahatku melalui cara lain. Yah, melalui blognya Anton yang belum di-log-out di salah satu komputer. Kebetulan komputer itu sedang dipake oleh Anto. Langsung saja aku bajak bentar komputernya Anto, mulai membuka blognya Anton dan menuliskan sebuah tulisan berjudul “Aku Pencuri Beng-Beng”. Isi dari tulisan tersebut kurang lebih seperti ini

Aku telah mencuri Beng-Beng dari seseorang

Mudah-mudahan ga’ langgeng hubungan pencuri Beng-Beng ini
Aminn

Setelah itu aku sebar ke milist stk42 melalui email Anto dengan subjek “Pencuri Beng-Beng” yang isinya hanya sebuah link ke tulisan yang kubuat tadi, http://antonkisworo .wordpress. com/2009/ 01/29/aku- pencuri-beng- beng/. Setelah itu aku memberi komentar pada tulisan tersebut, “By Melisa sebagai korban”. “Eh temen-temen, liat milist deh, ada yang baru”. Aku pulang meninggalkan lab dengan perasaan lega udah bales dendam atas kejailan mereka, hahaha, jahat bener dah. Yang penting setelah mempublikasikan tulisan itu, aku sudah mengikhlaskan Beng-Beng tersebut.

Sesampai di kostan, selang beberapa jam kemudian, Indah mulai mencoba menawarkan Beng-Beng tadi kepadaku, sayang sekali, udah ga’ minat tuh. Ya, yah, memang agak kejam, tapi tak apalah… Tulisan itu pun udah dihapus sama pemilik blog selang beberapa menit.  Keesokan harinya, ketemu lagi sama Indah yang kembali menawarkan Beng-Beng itu, hahahaha, pengen ketawa rasanya, ambil aja, makan aja, beneran udah ga’ minat. Beng-Beng pun dilahap temen-temen yang berada di Lab.

Hari ini, secara tidak sengaja kutemui lagi tulisan “Pencuri Beng-Beng” tapi bukan di milist atau di blognya Anton, ada di blognya Indah…

pencuri beng-beng…
Januari 29, 2009· Tidak ada Komentar
melicul ku harap kau membacanya…

aq hanya berniat iseng..

tidakkah kau mau mengambil beng-beng itu dariqu

a..k..u..i..k..h..l..a..s..

ntar kapan2 klo ketemu qu balikin

(k..l..o..m..a..s..i..h..a..d..a)

Kategori: Uncategorized

Aihhh, ternyata Indah cukup terluka, sini tak obatin pake obat merah. Aku sudah melupakannya,, untuk itu aku beri komentar manis buat tulisan ini…

visakana // Februari 2, 2009 pada 8:51 am

hahahahahahahahahaha
gw dah ikhlas seikhlas-ikhlasnya kok
nyantai aja
gw tarik ucapan gw,,,
Ya ALLAH
Moga Hubungan I dan A semakin membaik…
Semakin langgeng
Semakin diridhoi
Semakin mantap menuju pernikahan
Sampe kakek-nenek
Sampe akhirat kelak
Aminnn

Komentar anda sedang menunggu moderasi.

Hehehe,, *lebai mode : ON*  sori dori stoberi temen-temenku, pasangan hasil ceng-cenganku,, tak bermaksud buat kalian sedih, hanya ungkapan emosi sesaat,, Ya, ya, ya,,, mana mungkin aku ngedoain yang jelek-jelek buat pasangan yang kutunggu-tunggu jadiannya,, Otre otre otre,, keep smiling,, hehehe,, jangan jail, yang boleh jail cuma aku,,, :p :p :p