Rp. 70000 yang seharusnya aku dapet tiba-tiba ilang entah kemana . Bukan hilang dalam arti sebenernya, tapi semacam keuntungan yang seharusnya diperoleh. Kalau di ekonomi, Rp. 70000 itu seperti dead weight lost (DWL) dalam penerapan pasar monopoli. Dipikir-pikir Rp.70000 udah lumayan banyak bisa buat makan beberapa hari…
Hari ini, dapat kabar dari temen kalau SPP kami udah dikirim dan bisa diurusin tapi…
Yang dibayarin cuma SPP dari KRS-A aja. Berhubung kemaren ikut KRS-B karena ada satu mata kuliah yang belum muncul di KRS-A makanya SPP bertambah lagi sebesar Rp. 70000. Harapan sih duit SPP dibalikin full. Ternyata eh ternyata,,, KRS-B kami tidak diperhitungkan. Rp. 70000-ku lenyap sudah… Karena SPP itu sumbangan,,, jadi SPP yang Rp. 70000 itu dibayar dari duit tunjangan…
Kalau dipikir-pikir, emang salahku juga kenapa ga’ bilang kalau ikut KRS-B dan ga’ ngasih fotokopian KRS-B ke rektorat… Syukur-syukur ada yang mau ngebayarin SPP… Mungkin Tuhan menyuruhku untuk berzakat atas rezeki yang sudah aku peroleh selama ini…



